Akselerasi Pengembangan SDM Indonesia

Posted on January 15th, 2019

“Great Vision Without Great People Is Irrelevant.” (Jim Collins)

BERPACU DENGAN WAKTU. Disatu pihak kita mempunyai banyak sekali tenaga Kerja tersedia, namun perlu pembekalan agar kompetensinya setara dengan yang dibutuhkan. Di lain pihak perubahan yang begitu cepat, apalagi dengan proses digitalisasi menghendaki tenaga kerja kita siap menghadapi perubahan dengan terus belajar melengkapi diri dengan pengetahuan-pengetahun kekinian. Berbagai stakeholders di masyarakat sudah mengambil bagian untuk mendiskusikan langkah bersama yang dipadukan dalam Gerakan Nasional Indonesia Kompeten, yang dikomandoi oleh Dr. Yunus Triyonggo. Sebut saja, asosiasi/pakar/ konsultan/praktisi MSDM, Lembaga Sertifikasi (SKKNI), Universitas/Lembaga Pendidikan, BNSP, Pemerintah dan lain-lain. Dan untuk menyatukan tekad untuk melangkah kedepan, berkumpullah 900 peserta dari semua unsur tersebut dari seluruh Indonesia.  Berikut adalah model Kompetensi MSDM Indonesia.

Fokus selama kongres sehari

Materi Kongres luar biasa banyak, namun intinya hari itu semua peserta mendapat paparan lima butir berikut:

  • Industry 4.0 yang berdampak pada Future of Works ; di semua sector dan pekerjaan.
  • Transformasi kurikulum Pendidikan yang dibutuhkan industri
  • Transformasi peran SDM professional yang dibutuhkan agar perusahaan dapat bersaing di era Industry 4.0
  • Best practice: Berbagai pendekatan pemagangan yang dapat mensinergikan tujuan dari para pemangku kepentingan
  • Best practice: Berbagai pendekatan untuk mengakselerasi kompetensi karyawan

Berbagai presentasi hari itu memang merujuk pada Industri 4.0 dengan berbagai digital disruption yang sudah, sedang atau akan terjadi. Saya hanya menganjurkan pembaca atau pendengar untuk bijak menyikapi semua itu. Memang dipaparkan tentang banyak job yang akan hilang, tapi juga banyak job yang akan diciptakan. Tapi kalau ada 100 job yang hilang dan 100 job yang akan diciptakan, tidak berarti kita tenang-tenang karena secara net jumlah karyawan akan aman. Tidak demikian, karena requirement job yang baru diciptakan belum tentu sama dengan kualifikasi karyawan yang kehilangan job. Karena itu, selain perusahaan yang jeli mempersiapkan organisasi dan karyawannya, semua karyawan juga harus proaktif untuk terus belajar mengupgrade diri agar tetap relevan siap dengan tuntutan kekinian.

Tujuan real yang mau dicapai:

Ada tiga fokus utama yang ingin ditindak-lanjuti dan dicapai usai kongres ini:

  • 4.000 SDM Profesional Tersertifikasi pada 2019 ‐ 2022
    Betapa tidak, saat langkah awal sekitar empat tahun lalu, para praktisi MSDM baru menyadari bahwa dari 362 Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia yang terdaftar di pemerintah, tidak ada yang untuk MSDM. Karena itu mulailah para pegiat MSDM berkumpul dan merumuskan SKKNI khusus untuk MSDM dan berhasil disahkan di tahun 2014. Langkah selanjutnya adalah menyelenggarakan training sertifikasi untuk praktisi MSDM, sesuai bidang-bidang keahlian seperti nampak pada gambar 1 diatas.
  • 400.000 Pemagangan untuk pencari Kerja 2019 ‐ 2020:
    Melalui program untuk Re-skilling & Up-skilling Program, Focus pada 12 Priority Sectors dari Pemerintah RI.
  • HC Readiness di 12 Priority Sectors melalui : Development of HC 2022 Vision; Identification of Industry Transformation Strategy, Job Future Map, & Manpower Planning on 12 Priority Sectors (Position Specific); Development of HC Qualification for Industry 4.0; Preparation to face Digital Disruption Era; Involvement of HR Practitioners in Respective Sectors

Area Directors

Diskusi di Jakarta itu perlu. Konsep yang sudah disusun juga bagus. Tapi untuk melibatkan semua unsur di berbagai daerah, diperlukan penggerak yang berada di daerah itu. Karena itu, momen kongres juga digunakan untuk melantik 20 Area Directors. Dengan menggunakan GNIK sebagai platform terbuka, para Area Directors  akan mensinergikan semua pemangku kepentingan guna meningkatkan kompetensi SDM dan mendorong daya saing Nasional. Berikut foto pelantikan Area Directors.

Tanggung jawab akselerasi Pengembangan SDM Indonesia ini memang besar. Dan seharusnya memang dipikul bersama semua pihak. Bilamana kita semua bergandengan tangan untuk melangkah, atau persisnya berlari mengejar ketinggalan ini, maka tugas ini dapat kita selesaikan, apalagi Pemerintah sudah mencanangkan tahun 2019 sebagai tahun Human Capital.

“One machine can do the work of fifty ordinary men. No machine can do the work of one Extraordinary Man.” (Elbert Hubbard)

 

  1. Instagram: https://www.instagram.com/josefbataona
  2. Twitter: https://www.twitter.com/josefbataona
  3. LinkedIn: https://www.linkedin.com/in/josefbataona
  4. Facebook: https://www.facebook.com/josbataona

Bookmark and Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih sama2 pa Andreas, Sampai sekarangpun, setelah berkali2 hadir disana, saya masih merasa bahwa...

Andreas Wahyu:
Pak Josef, thanks for share, saya sendiri yg ikut juga di acara LUYC 2019, merasa beruntung dan...

josef:
Terima kasih Ratih, sebuah highlight yang memperkuat insight yang diangkat dari pengalaman di Transformer...

Ratih Hapsari:
Membaca tulisan Pak Josef di atas bahwa perubahan harus merupakan tanggung jawab semua lini dan tidak...

josef:
Terima kasih Tromol, kapan saja sempat silahkan simak berbagai tulisan disini


Recent Post

  • Coaching World Game 2019
  • Akselerasi Pengembangan Valuable Talent
  • Biasakan Membangun Mimpi
  • Faster and Shorter
  • Your Legacy
  • Bahagianya Saling Belajar
  • Dampak Positif bagi Sesama
  • Push Beyond the Limit
  • Pemberdayaan Perempuan
  • Digitalisasi di Telapak Tanganmu