Amplop yang Tak Terduga

Posted on May 1st, 2012

MENJELANG bulan Maret/April, banyak karyawan sedang menunggu menerima kabar gembira dari pimpinannya, berkaitan dengan amplop kenaikan gaji. Ada yang sudah mulai menghitung-hitung apa yang akan dilakukan dengan gaji baru, entah rencana berkaitan dengan hutang-hutang atau pun pembelian yang sudah lama ada dalam daftarnya.

Berapa banyak istri yang tahu gaji suaminya?

Saya sadar bahwa tidak semua orang mau menunjukan slip gajinya kepada istrinya, maka cerita saya ini mewakili kelompok yang berterus terang tentang penghasilan di kantor. Bahkan pernah ada pimpinan yang menyampaikan kepada karyawannya bahwa akan ada pembayaran bonus cukup besar, tetapi amplopnya akan dikirim ke alamat rumah.

Dan spontan ada yang bereaksi: kalau begitu kami akan ambil cuti dan berjaga-jaga di depan rumah menunggu tukang pos. Walaupun dialog ini hanya bergurau, tapi kenyataan bahwa masih ada, termasuk level manager yang menyimpan sendiri informasi tentang penghasilannya.

Beritakan kabar gembira dengan cara unik!

Suatu saat, perusahaan mencapai target yang sangat bagus, situasi ekonomi juga lagi bagus dan bisnis ke depan juga sangat cerah prospektifnya. Ini berarti berita gembira buat karyawan. Bakal ada kenaikan gaji dan pembayaran bonus. Tentu saja saya pun seperti karyawan lainnya mengharapkan itu.

Tibalah saatnya mendapat jadual ketemu boss untuk menerima amplop tersebut, yang tentu saja membuat hari itu menjadi sukacita besar bagiku dan bagi banyak teman-teman lainnya.

Tapi bukan ini yang mau saya ceritakan.

Pulang ke rumah, selesai makan malam, selagi istriku menemani anakku belajar, diam-diam saya memasukkan amplop itu ke dalam sarung bantal istri saya. Dan waktunya tidur, sayapun berusaha untuk nyenyak secepat mungkin.. tapi tidak terjadi. Begitu istri saya mematikan lampu, meletakkan kepalanya di bantal, terdengar suara kresek kresek, yang membuat dia kaget lalu bangun sambil tangannya menepuk-nepuk bantal.

Dia membangunkan saya untuk turut melihat ada barang aneh di balik sarung bantal, tapi saya pura-pura tidak mendengar. Lampu dinyalakan kembali, dia membuka sarung bantal dan ternyata ada amplop di balik itu dengan logo perusahaan yang tentu saja sangat familier.

Dari balik selimut saya mengintip bagaimana dia membuka amplo tersebut, perlahan tapi pasti dia mulai tersenyum lebar, dan langsung membangunkan saya seraya tidak hentinya mensyukuri rahmat yang kami terima, sambil pura-pura marah karena candaan seperti itu.

Cerita tidak berhenti disitu. Diam-diam saya menghubungi istri/suami anak buahku, dan meminta mereka untuk menuliskan sepotong surat kepada pasangannya, yang berisi moral support. Ternyata sambutannya luar biasa. Ada yang membuat surat layaknya surat cinta; ada yang menyajikan dengan berbagai ilustrasi foto keluarga, dengan pesan: “keluargamu menunggumu di rumah.”

Ada satu yang sangat unik dalam bentuk disk, isinya slide show power point presentation, yang kurang lebih berisi:


Kisah sehari, sewaktu mama sibuk di kantor: berisi berbagai foto keluarga, suami dan anak-anak dengan tulisan:

Ini mama saya, yang tidak pernah menyerah sedetikpun… ia selalu bekerja sungguh-sungguh, di rumah, di kantor dan di manapun.

Dalam slides selanjutnya: masih dengan berbagai ilustrasi foto, mereka merekam keseharian anak-anak mulai bangun pagi sampai tidur malam, terutama sewaktu mama mereka sibuk di kantor, terkadang ditemani suami yang sudah pulang kerja.

Slide terakhir: ada rangkaian empat bagian pesan:

Saatnya kami pergi tidur….. terkadang mama masih sibuk bekerja…..
Kami ingin sekali bisa bantu mama menyelesaikan pekerjaanmu, seperti Cartoon Heroes di CN Network
Tapi kami tahu, kami tidak sanggup, tidak punya super power untuk membantu mama….
Yang bisa kami lakukan adalah berdoa… walapun mama bekerja keras, tapi tetap sehat dan menyayangi kami…… kami rindu kebersamaan, dengan mama di samping kami selalu…. Peluk cium… anak2mu

Singkat cerita, setiap anak buahku saat mendapat berita tentang kenaikan gaji, mereka menerima dua surat. Satu dari perusahaan dan satunya lagi dari istri/suami yang senantiasa memberikan mereka dukungan penuh demi keberhasilan mereka.

Terima kasih dan salut saya kepada tim saya dan pasangan masing-masing. (*)

Bookmark and Share

20 Responses to Amplop yang Tak Terduga

  1. denny siregar says:

    Pak, You are really a good leader at the office and home as well. It is nice to know you.

  2. erlina says:

    Semangattt yang perlu dicontoh…two thumbs up!

  3. Gopas Carlos says:

    Once more pak, saya membaca 2 cerita di dalam 2 hari yg berbeda. Yang ini lebih nyata menunjukkan bahwa kesuksesan kita adalah kesuksesan keluarga.

    Tidak akan ada kesuksesan di kantor tanpa adanya “keluarga yg sukses”.

    Saya rasa kisah ini adalah kisah yg harus disebar luaskan agar generasi pekerja keras yg baru tidak mengejar karir sbg tujuan akhir, melainkan “keluarga yg sukses” sbg awal kesuksesan atas segalanya.

    Salam, Gopas.

    • josef josef says:

      Setuju sekali pandangan soal sukses di tempat kerja dan di keluarga. Untuk lengkapnya, baca juga posting tanggal 17 Februari, category Career Wisdom, berjudul: She Wears My Ring. Terima kasih untuk kembali mengangkat kisah ini dari sudut pandang yg berbeda, namun penting untuk disimak. Terima kasih Gopas

  4. Antoni Purbi says:

    Dear p jos, gara-gara struk gaji aja tidak sedikit pasutri yang ijin mau divorce he..he…he….
    Salam Sudara

    • josef josef says:

      Terima kasih pak Antoni, saya masih yakin bahwa keterbukaan itu penting dan harus terus dibina. Namun yg tdk bersedia membuka isi amplop gajinyapun adalah pilihan. Masing2 tentu dengan konsekuensi masing2. Terima kasih sekali lagi, karena telah mengunjungi blog ini

  5. aguspri says:

    Very Inspiring Pak, kita butuh pemimpin yg mampu memimpin dg bijak. Ijin copas untuk disebarkan pak.

    • josef josef says:

      Dear Agus, silahkan kalau mau membagi cerita ini atau cerita lainnya di blog untuk teman2nya. Nanti minta masukan dari mereka. Terima kasih

  6. Restu says:

    Sangat menginspirasi Pak. Selama ini di tempat kerja saya sistem gaji diberikan hanya via transfer Bank, untuk pemberitahuan kenaikan gaji dan slip pun dikirim via email (karena perhitungan gaji terpusat di satu tempat dan persebaran pegawai di berbagai wilayah). Dengan adanya cerita bapak ini benar-benar menginspirasi saya dengan cara-cara unik yang disampaikan pada pegawai dan pendekatan keluarga dapat memberi penghargaan lebih yang diterima oleh pegawainya. Terima kasih Pak atas ceritanya.

    • josef josef says:

      Dear Restu, sedikit tambahan sentuhan bisa memberikan makna luar biasa bagi keluarga dan karyawan. Saling memberikan apresiasi ! Terima kasih komentarnya. Ikuti kisah2 selanjutnya di blok ini tiap selasa dan jumat pagi jam 08:00. Dan via twitter, tiap kamis pagi jam 08:00 saya hadir dg rangkaian twit tentang #CurhatSTAF

  7. Toety Setyadewati says:

    Saya sangat terharu membaca surat buat mama diatas. Karena saya berkaca pada diri sendiri..

    • josef josef says:

      Terima kasih mba Toety, seringkali pengalaman orang lain menjadi cermin utk kita sendiri. Betapa kayanya kita kalau mau terus berbagi pengetahuan dan pengalaman, seperi yg kita bahas hari ini. Salam

  8. Tommy Keraf says:

    bagus tata ..

  9. Farida dewi says:

    Wooooowwww……. So amazing Sir
    N you’re very creative. 🙂

    Nice to meet you Mr.Josef. God bless

    Tambahan : Jadi mengingat ungkpan Mr. Josef dikelas chrp hari ini. Pilihan ada ditanganmu.
    ^.^

    • josef josef says:

      God bless you juga Farida. Banyak pilihan hadir dihadapan kita setiap hari. semoga materi CHRP juga bisa dipraktekkan di tepat kerja masing2. Terima kasih Farida

  10. Lisa Christiana says:

    Sangat menyentuh hati pak… really inspiring!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Most welcome coach Wiwin, Be ready for our next exciting project. Thank you for your meaningful contribution.

Herry Windawaty:
Always Inpiring Coach JB. Thank you for the opportunity for us to contribute

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...


Recent Post

  • Coaching and Inner Guidance
  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET
  • A New Horizon Beyond Corporate Life