Memasuki Lingkungan Baru

Posted on March 22nd, 2024

“By being remarkable, being genuine, you can be worth connecting with, and you don’t have to have it figured out perfectly the first time – you can adjust.” (Kalyn)

GEMBIRA menyaksikan berita yang disampaikan di sosmed, saat teman pindah kerja ke perusahaan dan jabatan baru. Kita semua dengan penuh sukacita menyampaikan ucapan selamat, semoga sukses di tempat baru. Dan kawan ini melangkah penuh percaya diri memulai tugasnya yang baru. Dia masuk kedalam sebuah ecosystem baru, dimana para pihak sudah lama hidup dalam budaya yang dibangun bersama para leader, bersamaan dengan perjalanan mereka untuk meraih bisnis yang dibangun bersama. Nah dari mana kawan ini hendaknya memulainya?

Dosa Terbesar Seorang Leader

Dalam buku yang saya luncurkan di tahun 2022 lalu bersama Penerbit Buku Kompas, berjudul FUN at Work, saya sengaja mengangkat sebuah kebiasaan pemimpin yang perlu dicermati sungguh-sungguh: menganggap diri sudah tahu semua, sudah bisa dan perlu jaga image (jaim) dihadapan anak buahnya agar dihargai. Samasekali tidak benar.  John Maxwell bahkan secara tegas menyebutkan, dosa terbesar seorang leader adalah: Leading based on assumption. Seberapa sering kita melakukan ini? Tidak perlu orang baru, kita yang sudah lama bekerjapun, bila melakukan refleksi secara jujur, kita sering berasumsi sudah tahu semua, sudah kenal tim, dan bahkan tidak perlu lagi belajar.

Dalam memasuki lingkungan baru, seorang pemimpin yang arogan menutup diri dan tidak menghargai pendapat dan kealihan yang lain. Dia bahkan mengabaikan  pendapat atau masukan dari timnya. Apalagi, kalau dia merasa punya jabawan dari berbagai issue atau tantangan yang dihadapi.

Berani untuk Meminta Tolong

Leader bukan manusia sempurna. Jadi kalau kita ingin tampil sebagai leader yang otentik, apa adanya, kita juga tidak takut untuk mengakui secara jujur bahwa kita tidak sempurna. Selanjutnya Simon Sinek mengatakan:

The great leaders are not the smartest; they are the ones who admit how much they don’t know. The great leaders can’t do everything; they are the ones who look to others to help them. Great leaders don’t see themselves as great; they see themselves as human. (Simon Sinek)

Kalau pemahamannya seperti itu, maka leader yang otentik tidak pernah malu untuk meminta tolong, untuk belajar dari yang lain. Terutama leader yang barusan pindah dan masuk ke lingkungan baru, dia perlu membuka diri untuk belajar, untuk membangun network dan perbanyak dialog dengan semua pihak yang dibutuhkan. Dan jangan malu untuk bertanya, meminta tolong. Bukan sekali, tapi sesering mungkin.

Karierku Tanggung Jawabku

Saya sempat mendapat penugasan sebagai HR Manager Asia Pacific Quest International, anak Perusahaan Unilever. Saat saya datang ke kantor hari pertama, saya bertemu dengan Country Head Indonesia. Dia mengantar saya ke kamar kerjaku, menunjukkan meja dengan komputer. Dia membuka laci meja sambil berujar, still empty. Kemudian dia melangkah kesamping dan membuka lemari sambil tersenyum dan berkata: still empty. So, welcome to Quest, lalu dia meninggalkan saya sendirian. Pikiran saya langsung berputar, saya diberikan sehelai lembar kosong, dimana saya yang harus mengisi sendiri apa yang mau saya lakukan dengan Human Resources di Perusahaan ini. Hari itu juga saya bertemu dengan atasanku Regional VP, untuk mendapatkan gambaran menyeluruh tentang bisnis di Region ini. Kemudian saya mendiskusikan rencana besar saya tiga bulan pertama, setelah orientasi singkat minggu pertama di Regional Office Jakarta. Saya akan mengunjungi Perusahaan di berbagai country di Asia untuk bertemu dengan Business Leaders, dengan key employees, guna memahami dinamika bisnis dan situasi ketenagakerjaan disana.

Dari berbagai diskusi tersebut, saya baru bisa merancang Program Human Resources yang bisa  saya sajikan kepada atasanku dan tim di Regional Office, serta juga kepada atasan fungsionalku, HR Director Global. Saya memutuskan untuk tidak berasumsi, memastikan bahwa saya akan meminta tolong, dalam usaha untuk mengenal manusia, bisnis dan lingkungan di tempat baru. Dengan demikian kehadiran saya akan diterima baik, karena membawa nilai tambah dari aspek Human Resources.

“If you can learn to ask for help with confidence, it will have more impact on your growth as a leader and your growth in your career than almost anything else. Being the smartest in the room is not important. Being the one who is willing to ask for help is the most important.” (Simon Sinek)

Catatan: Tak ada postingan baru di Jumat Agung 29 Maret 2024. Postingan baru akan hadir lagi 05 April 2024

Bookmark and Share

4 Responses to Memasuki Lingkungan Baru

  1. Antonius says:

    Dear Pak Josef,
    Leader yang datang ke lingkungan baru jika tidak pandai-pandai membawa diri dengan suasana baru hanya akan membuat dirinya semakin asing di lingkungan tersebut. Jadi menurut saya kita sebagai Leader harus berani membuka diri untuk turun ke team dan lingungan baru untuk mendapatkan kesan bahwa kita bisa masuk ke lingungan ini dan bisa diterima. Setelah kedua hal tersebut kita dapatkan, barulah disitu kita berperan. Demikian pak Josef.

    • josef josef says:

      Terima kasih catatannya mas Anton, setuju harus pandai membawa diri, dalam membangun trust dan respect dari sekitarnya. Salam sukses selalu.

  2. Terima kasih untuk sharingnya Pak Josef. Resonate sekali dengan saya yang sering membantu para leader untuk onboarding. Leader yang akhirnya bisa add value, awet, dan disukai oleh timnya bukan leader yang datang datang langsung mau mengubah segalanya. Beliau adalah leader yang mau paham situasi, minta masukan, dan minta tolong sama orang sekitarnya. Pertanyaannya, apa tips yang Bapak miliki agar para leader yang sudah berpengalaman bisa memiliki intellectual humility ketika masuk ke lingkungan baru?

    • josef josef says:

      Terima kasih Reinaldo. Saran sederhana sudah dicantumkan dalam komenmu: leader yang mau paham situasi, minta masukan, dan minta tolong sama orang sekitarnya, dengan tulus dan rendah hati. Mari kita terus saling belajar. Salam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Semangat pagi Santi, terima kasih untuk terus menyimak tulisan di blog ini. Semoga bermanfaat, terutama dalam...

Santi Sumiyati:
Selamat pagi Pak Josef. Membaca tulisan Bapak seperti “me-recharge daya” pikiran dan...

josef:
Terima kasih Reinaldo. Saran sederhana sudah dicantumkan dalam komenmu: leader yang mau paham situasi, minta...

Vicario Reinaldo:
Terima kasih untuk sharingnya Pak Josef. Resonate sekali dengan saya yang sering membantu para...

josef:
Terima kasih catatannya mas Anton, setuju harus pandai membawa diri, dalam membangun trust dan respect dari...


Recent Post

  • Mindset Sehat Penuh Syukur
  • Memasuki Lingkungan Baru
  • Menyikapi Teknologi Secara Bijak
  • Sejuta Senyum PEACE HR Society
  • Saling Menyemangati
  • Generosity of Spirit
  • Ciptakan Pengalaman Bermakna
  • Apa Yang Engkau Cari?
  • Asyiknya Belajar Bersama
  • Komitmen Perusahaan akan Peran Ibu