Sukses Berimbang di Puncak Karier

Posted on May 16th, 2017

“Wisdom is your perspective on life, your sense of balance, your understanding of how the various parts and principles apply and relate to each other.”  (Steven R. Covey)

MASA DEPAN adalah tanggung jawab kita sendiri. Harus diraih secara proaktif, terutama di tengah kompetisi antar talent yang sangat ketat. Kawan kita, Anissa berkenan membagi pengalamannya dalam merancang masa depan kariernya dalam percaturan global.

Memulai kariernya sebagai management trainee, Anissa memegang beberapa jabatan finance di Indonesia selama 6 tahun, kemudian 3.5 tahun berkarya di Milan Italy dengan jabatan Global and European Category Finance, dan 5 tahun belakangan ini berkiprah di Kantor Pusat di Inggris dengan berbagai fungsi finance global.

Berikut foto bersama Anissa di tempat kerjanya.

16 Mei 2017_Sukses Berimbang di Puncak Karier1

Agar Mampu Berkompetisi di Manca Negara

Ketika ditanya, apa yang membuatmu mampu berkompetisi dengan talent manca negara, berikut jawaban Anissa:

1) Purpose: Understanding the role of your career in your journey in life.

“I always start with an end state of mind in everything that I do.” Tanyakan pada diri sendiri apa yang ingin diraih dari karier global? Bagi saya, karier di luar Indonesia memungkinkan saya meluangkan lebih banyak waktu berharga dengan keluarga selain memenuhi keinginan berdua suamiku untuk berkeliling dunia. Work life balance tidak mudah untuk seorang wanita di Jakarta, apalagi dengan tingkat kemacetan yang luar biasa dan sarana transportasi dan infrastruktur yang belum memadai. Belum lagi budaya kerja sampai larut. “Having a bigger purpose than just working, has proven to fuel my career motivation and keep things in a positive perspective,” demikian pengakuan Anissa.

2) Multinational environment: embrace cultural differences

Membangun karier di negara orang sungguh merupakan tantangan tersendiri. Karena norma budaya yang berbeda maka ‘rule of the game’ dan ‘key to success’ juga bisa berbeda. Penting sekali untuk paham tentang budaya di tempat di mana kita berkarya. Anissa pun berpesan: “I love learning about different cultures. Understanding the history of a culture could give good insights into understanding why people are the way they are; hence better ability to adapt in the new environment.”

3) Resilience: adaptability and continuous learning

“Capacity to deal with pressures and stresses of daily life and workplace is extra hard when you are not in your comfort zone within familiar surroundings.”

Akan tetapi hal ini tergantung pada mindset kita dalam menghadapi tantangan. Buat saya, tantangan adalah learning. Dengan demikian saya harus bisa  tanggap dan cepat menyesuaikan diri. Memiliki tujuan besar serta mensyukuri apa yang sudah diraih membuat semuanya berimbang. Keluarga dan sahabat adalah pendukung utamaku, yang selalu memperkokoh pijakanku karena dengan mereka saya selalu bisa bertukar pikiran tentang berbagai opsi dan solusi.

4) Confidence: be proud of what you have accomplished and what you can contribute.

Bangun percaya diri dan paham faktor apa yang bisa meningkatkan percaya diri. Orang tuaku senantiasa menasehatiku bahwa kita mampu mencapai yang diinginkan, kalau kita fokus. Pengalamanku sudah banyak membuktikannya, dan itu membuat rasa percaya diriku semakin tebal. “Learning from my experience working abroad so far, I find that silence is not always gold, particularly when no one manages your career but yourself.”

Jangan sungkan mengutarakan apa yang telah kita capai dan bagaimana Anda bisa berkontribusi. Saya membiasakan diri untuk membuat 1 menit “elevator speech” bila bertemu orang baru, tanpa harus menunggu diperkenalkan orang lain. Sebagian kita di Indonesia mungkin sungkan melakukannya, tapi hemat saya tidak ada salahnya untuk membanggakan apa yang telah dicapai, namun tetap dengan cara yang santun dan tidak arogan.

5) Communicating effectively and working ‘smartly’

Komunikasikan hasil kerja akan membantu pengambil keputusan atas karier anda.

Saat bekerja di perusahaan multinasional dengan organisasi dan proses yang kompleks, maka diperlukan kemampuan mengkomunikasikan hal-hal yang kompleks dengan cara sederhana, agar bisa disimak pendengarnya. Selanjutnya papar Anissa: ”It can be achieved by connecting the dots, looking through the bigger picture. The ability to build sharp arguments through critical thinking, fact-based and problem-solving approach is essential; therefore, mastering your area of expertise is a must.”

Penggunaan internet untuk mengakses berbagai bahan bacaan akan sangat membantu.

Luangkan waktu untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan berargumentasi, terutama bagi yang bukan pengguna Bahasa Inggris sejak kecil.

6) Keep relationships: Build your network

“Be kind to people, always be in good intent, be genuine and it will come around.”

Kesempatan bisa datang dari mana saja. Orang akan ingat benih baik yang kita tanam, baik itu hubungan kerja yang baik, ringan tangan membantu, berpengetahuan luas, karena mereka tahu bisa mengandalkanmu. Bangun network juga diluar lingkungan kerja. Rela dan ikhlas mengerjakan proyek.

Anissa membagi perjalanan kariernya: Sejauh ini saya sudah memperoleh 4 peran berbeda di manca negara, dan semuanya bukan sebagai hasil proses rekruitmen umumnya. Semuanya adalah hasil dari network yang saya bangun, mereka memberikan rekomendasi positif, atau mereka adalah pencari talent yang menginterview. Karena itu pahami percaturan di lingkungan kerja, siapa pengambil keputusan utama, baik dalam lingkup formal ataupun informal.

Tips dalam Mempersiapkan Diri untuk karier Manca Negara

Dua hal penting menurut pandangan Anissa, bila seseorang mempersiapkan diri untuk go global:

1) Having an opinion or point of view is important.

Berani mengemukakan pendapat. Bekerja itu penting, tapi secara proaktif bercerita tentang kontribusimu juga sama pentingnya. Biasakan berpikir kritis, dengan mindset menemukan solusi. Dengan mengutarakan pendapat, Anda bisa memberikan nilai tambah pada topik pembahasan, sekaligus mendapat pembelajaran dari diskusi tersebut. Kemudian laksanakan tugasmu secara cemerlang.

2) Managing you as a brand; be very good at something and be famous for it.

Be masterful at something that your good at and passionate about. Be famous for it, hence people will know you for that.

Pentingnya Makna Keseimbangan Hidup

Sementara itu, kawan lain yang sedang mengelola HR Global perusahaan yang berkiprah di lebih dari 100 negara, Leena Nair, mengutarakan tugas utamanya (seperti yang dipaparkan juga via LinkedIn) sebagai berikut:

16 Mei 2017_Sukses Berimbang di Puncak Karier2

“If I was to describe what my team and I do, I will need to summarise it in 3 key things: 1) Discover talented people. 2) Nurture them so that they can liberate their potential, and 3) Inspire them so they can achieve more.

In leading this team, I’m learning and growing enormously. I feel a sense of pride and joy as I get to live my purpose ‘to lead and inspire people to deliver large scale transformational change’ every single day”

Selagi dia bertugas di London, anaknya kuliah di Amerika dan suaminya meneruskan bisnisnya di India, mereka harus pandai mengatur waktu untuk terus berkomunikasi melalui sarana telekomunikasi, maupun bertemu secara berkala.

Menapaki karier sejak management trainee sampai menjadi HR Director di negaranya, kini dia menjadi contoh seorang career woman di posisi puncak, yang terus berupaya menjaga keseimbangan pentingnya karier, keluarga dan kehidupan bermasyarakat lainnya.

“We have overstretched our personal boundaries and forgotten that true happiness comes from living an authentic life fueled with a sense of purpose and balance.” (Dr. Kathleen Hall)

Bookmark and Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Most welcome coach Wiwin, Be ready for our next exciting project. Thank you for your meaningful contribution.

Herry Windawaty:
Always Inpiring Coach JB. Thank you for the opportunity for us to contribute

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...


Recent Post

  • Buku “LEADER as MEANING MAKER” oleh Josef Bataona
  • Coaching and Inner Guidance
  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET