Posted on April 24th, 2026
“Make the most of the difficult situation of working for a bad boss: learn to think like a leader yourself. Think people, think progress, and think intangibles.” (John C. Maxwell) Pertanyaan dari peserta berkaitan dengan leader yang cenderung toxic di webinar yang diselenggarakan GNIK (Gerakan Nasional Indonesia Kompeten) bersama Maxwell Leadership Indonesia baru-baru ini. Pertanyaan ini menjadi semakin menarik, saat saya dimintai pendapat oleh seorang leader yang cukup berpengalaman beberapa hari sesudahnya. Dalam percakapan santai itu, ia berkata pelan, “Saya tidak tahu sejak kapan, tapi rasanya tim saya tidak lagi bersama saya… mereka seperti bekerja di sekitar saya, bukan dengan saya.” Di sisi lain, saya juga sering mendengar cerita yang berbeda. Tentang atasan yang sulit diajak bicara, keputusan yang berubah-ubah, atau gaya memimpin yang membuat tim lelah secara emosional. Dua cerita ini, ternyata tidak berdiri sendiri. Mereka saling terhubung dan sering kali terjadi dalam organisasi yang sama. Berikut flier webinar … Continue reading
Posted on December 5th, 2025
“Always remember that everyone with whom you have a relationship has an invisible sign on their forehead that says ‘Make Me Feel Important.’ Treat them accordingly” (Eric Philip Cowell) PERJUANGAN demi Sumber Daya Manusia yang lebih baik, memberikan dampak luas. Dalam berbagai moment dalam Perusahaan, kami sering menyampaikan kepada para leader: Your employees are your first customers. If they’re not excited about your brand, your customers won’t be either. Dalam menjalankan fungsi di HR, kami menyaksikan setiap hari bahwa: people who feel respected and trusted deliver magic moments for customers. Karena itu menurut hemat saya: membangun Great Customer Experience harus diawali dari dalam Perusahaan kita, bagaimana kita memimpin, bagaimana kita luangkan waktu untuk mendengarkan dengan telinga dan hati, dan bagaimana kita membuat karyawan kita merasakan bekerja di Perusahaan. Tentu saja merasa nyaman, didengar dan dihargai. Momen Penting Indonesia Customer Experience Saya berkesempatan untuk hadir dan berbagi pengalaman membangun Employee Experience … Continue reading
Posted on November 7th, 2025
“People quit people, not companies. Employees often leave companies not because they dislike the company or their job, but rather because they want to escape a particular person, usually their boss.” (John C. Maxwell) KARYAWAN BERHENTI dari Perusahaan merupakan fenomena yang sering dilihat, namun faktor yang ada dibaliknya belum tentu sepenuhnya kita pahami. Mari kita ambil contoh dari karyawan yang berhenti atas kemauan sendiri. Quote diawal tulisan ini sering kita dengar, karyawan berhenti bukan karena tidak menyukai perusahaan atau pekerjaannya, tapi karena mereka ingin menghindari orang tertentu, biasanya bos mereka. Memahami Level Kepemimpinan Saya Sepantasnya kita bersyukur bahwa kita beroleh kesempatan memulai perjalanan sebagai leader, saat Perusahaan mempercayai kita untuk jabatan tertentu. Kitapun akan mulai melangkah dengan mengandalkan jabatan tersebut, bersama tim yang dipercayakan kepada kita. Pimpinan lebih tinggi, tentu melihat kemampuan dan potensi yang bersangkutan. Dan tentu saja bersamaan dengan titel dan posisi tersebut, ada hak dan kewenangan untuk … Continue reading
Posted on October 31st, 2025
“Leaders touch the heart before they ask for a hand.” (John C Maxwell) TUKAR PIKIRAN santai melalui zoom, bersama mba Melati Mew dari Kompas, yang sedang mempersiapkan laporan seputar praktek Well-being di beberapa perusahaan. Laporan ini disajikan di harian Kompas Minggu, 26 Oktober 2025. Atas izinnya, saya hadirkan kembali tulisannya ini untuk pembaca blog yang tercinta. Berikut tulisan mba Melati seutuhnya. Bahasa Sederhana Sulit Implementasi ”Seperti kata John C Maxwell, leaders touch the heart before they ask for a hand. Seorang pemimpin yang memanusiakan karyawan itu membuat karyawan mau berkontribusi bukan karena terpaksa, tetapi karena mereka merasa dihargai dan memang mau melakukan sesuatu yang baik itu. Pemimpin seperti itu memperlakukan karyawan sesuai dengan harkat manusia, yakni ingin didengarkan, dihargai, dan dipahami,” ucap Josef Bataona, praktisi human resources, yang diwawancara secara daring pada Rabu (22/10/2025). Menurut Josef, karyawan seperti apa pun, dengan potensi dan kekurangan masing-masing, dapat berkembang menjadi lebih … Continue reading
Posted on September 19th, 2025
“Employees who feel valued and appreciated are more likely to go above and beyond for their organization.” (Liz Ryan) DATA Engagement Global sesuai survey Gallup yang dilaporkan awal 2025: 21%, turun dari 23% tahun lalu. Sementara itu Southeastasia, 26% dan Indonesia 27%. Laporan itu juga menyimpulkan: We are at a tipping point – low engagement means low productivity, diminished innovation, and slower growth. (Gallup 2025). Kesimpulan tersebut bukan untuk menakut-nakuti, tapi lebih untuk membuka mata kita semua bahwa organisasi yang mengabaikan Engagement Initiatives akan mengalami penurunan moral kerja karyawan, peningkatan jumlah karyawan yang keluar dan penurunan kinerja bisnis. Foto Steering Committee GNIK (atas) dan peserta IHCBS2025. TRUST and RESPECT Seringkali seorang leader terlalu mengandalkan POWER atau POSISInya untuk berhubungan dengan anak buahnya. Di level ini, anak buahnya memang akan nurut, tapi mereka harus atau terpaksa karena dia adalah atasannya, dan karyawan ini rela menerima tugas tanggung jawab dibawah pemimpin tersebut. … Continue reading
josef:
Terima kasih sama2 mba Deva, terima kasih untuk rutin menyimak tulisanku. Semoga membawa manfaat untukmu dan...
Devamethia G:
terima kasih untuk tulisan-tulisan pak josef, saya sebagai salah satu pembaca merasa sering mendapatkan...
josef:
Betul sekali Puji, terima kasih untuk kontribusinya dalam perjalanan kehadiran blog ini. Sehat selalu
Puji:
Kekuatan kata, memberi makna. 1000 cerita, mendorong aksi nyata.
josef:
Terima kasih mba Yana, upaya kecil dilakukan secara disiplin, bisa menjadi kebiasaan dalam aspek kehidupan...