Jaga Harmoni Samakan Sudut Pandang

Posted on September 18th, 2026

Jaga Harmoni Samakan Sudut Pandang
 

“MEANINGFUL RELATIONSHIPS that drive success and enrich our lives, depend on our deepest human powers, that we already possess, like empathy, listening, vulnerability, and generosity, which come from being present with our minds, our bodies, and our hearts.” (Fredric Steck)   Saya berkesempatan untuk berbagi di forum Mastering Industrial Relations, di Matahati BoothCamp, diselenggarakan oleh IRSchool.id. Industrial Relations memang menyimpan banyak permasalahan yang seharusnya bisa ditemukan jalan keluarnya. Bila kita memaknai Industrial Relations ini sebagai Hubungan Antar Manusia di Industri, mungkin akan membantu dalam pendekatan kita. Saya hadir disana membawa cerita, kisah kami bersama partner lainnya yang bernama Pimpinan Unit Kerja, karyawan, atau bahkan dengan para pemimpin di perusahaan. Saling Memahami Di awal kaier, saya ditugaskan di pabrik selama lima tahun, dimana saya belajar banyak tentang manusia, human behaviour, bagaimana berkomunikasi dengan karyawan di berbagai level dan lini. Saya berhadapan langsung dengan dinamika Industrial Relations,  yang justru memberikan saya banyak … Continue reading →

Upward Bullying Terhadap Toxic Leader

Posted on April 24th, 2026

Upward Bullying Terhadap Toxic Leader
 

“Make the most of the difficult situation of working for a bad boss: learn to think like a leader yourself. Think people, think progress, and think intangibles.” (John C. Maxwell) Pertanyaan dari peserta berkaitan dengan leader yang cenderung toxic di webinar yang diselenggarakan GNIK (Gerakan Nasional Indonesia Kompeten) bersama Maxwell Leadership Indonesia baru-baru ini.  Pertanyaan ini menjadi semakin menarik, saat saya dimintai pendapat oleh seorang leader yang cukup berpengalaman beberapa hari sesudahnya. Dalam percakapan santai itu, ia berkata pelan, “Saya tidak tahu sejak kapan, tapi rasanya tim saya tidak lagi bersama saya… mereka seperti bekerja di sekitar saya, bukan dengan saya.” Di sisi lain, saya juga sering mendengar cerita yang berbeda. Tentang atasan yang sulit diajak bicara, keputusan yang berubah-ubah, atau gaya memimpin yang membuat tim lelah secara emosional. Dua cerita ini, ternyata tidak berdiri sendiri. Mereka saling terhubung dan sering kali terjadi dalam organisasi yang sama. Berikut flier webinar … Continue reading →

Great Customer Experience

Posted on December 5th, 2025

Great Customer Experience
 

“Always remember that everyone with whom you have a relationship has an invisible sign on their forehead that says ‘Make Me Feel Important.’ Treat them accordingly” (Eric Philip Cowell) PERJUANGAN demi Sumber Daya Manusia yang lebih baik, memberikan dampak luas. Dalam berbagai moment dalam Perusahaan, kami sering menyampaikan kepada para leader: Your employees are your first customers. If they’re not excited about your brand, your customers won’t be either. Dalam menjalankan fungsi di HR, kami menyaksikan setiap hari bahwa: people who feel respected and trusted deliver magic moments for customers. Karena itu menurut hemat saya: membangun Great Customer Experience harus diawali dari dalam Perusahaan kita, bagaimana kita memimpin, bagaimana kita luangkan waktu untuk mendengarkan dengan telinga dan hati, dan bagaimana kita membuat karyawan kita merasakan bekerja di Perusahaan. Tentu saja merasa nyaman, didengar dan dihargai. Momen Penting Indonesia Customer Experience Saya berkesempatan untuk hadir dan berbagi pengalaman membangun Employee Experience … Continue reading →

Menyukai Perusahaan Tapi Berhenti

Posted on November 7th, 2025

Menyukai Perusahaan Tapi Berhenti
 

“People quit people, not companies. Employees often leave companies not because they dislike the company or their job, but rather because they want to escape a particular person, usually their boss.” (John C. Maxwell) KARYAWAN BERHENTI dari Perusahaan merupakan fenomena yang sering dilihat, namun faktor yang ada dibaliknya belum tentu sepenuhnya kita pahami. Mari kita ambil contoh dari karyawan yang berhenti atas kemauan sendiri. Quote diawal tulisan ini sering kita dengar, karyawan berhenti bukan karena tidak menyukai perusahaan atau pekerjaannya, tapi karena mereka ingin menghindari orang tertentu, biasanya bos mereka. Memahami Level Kepemimpinan Saya Sepantasnya kita bersyukur bahwa kita beroleh kesempatan memulai perjalanan sebagai leader, saat Perusahaan mempercayai kita untuk jabatan tertentu. Kitapun akan mulai melangkah dengan mengandalkan jabatan tersebut, bersama tim yang dipercayakan kepada kita. Pimpinan lebih tinggi, tentu melihat kemampuan dan potensi yang bersangkutan. Dan tentu saja bersamaan dengan titel dan posisi tersebut, ada hak dan kewenangan untuk … Continue reading →

Memanusiakan Manusia Dalam Keseharian

Posted on October 31st, 2025

Memanusiakan Manusia Dalam Keseharian
 

“Leaders touch the heart before they ask for a hand.” (John C Maxwell) TUKAR PIKIRAN santai melalui zoom, bersama mba Melati Mew dari Kompas, yang sedang mempersiapkan laporan seputar praktek Well-being di beberapa perusahaan. Laporan ini disajikan di harian Kompas Minggu, 26 Oktober 2025. Atas izinnya, saya hadirkan kembali tulisannya ini untuk pembaca blog yang tercinta. Berikut tulisan mba Melati seutuhnya.   Bahasa Sederhana Sulit Implementasi ”Seperti kata John C Maxwell, leaders touch the heart before they ask for a hand. Seorang pemimpin yang memanusiakan karyawan itu membuat karyawan mau berkontribusi bukan karena terpaksa, tetapi karena mereka merasa dihargai dan memang mau melakukan sesuatu yang baik itu. Pemimpin seperti itu memperlakukan karyawan sesuai dengan harkat manusia, yakni ingin didengarkan, dihargai, dan dipahami,” ucap Josef Bataona, praktisi human resources, yang diwawancara secara daring pada Rabu (22/10/2025). Menurut Josef, karyawan seperti apa pun, dengan potensi dan kekurangan masing-masing, dapat berkembang menjadi lebih … Continue reading →

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih sama2 Lia, ditengah kesibukanmu dalam perjalanan baru, masih sempat menyimak tulisan ini dan...

lia catri:
Mungkin inilah makna Develop yang semakin diperkaya dewasa ini. Bukan hanya: How do I become better?...

josef:
Terima kasih mba Rani, untuk memberikan ulasan tambahan tentang apa yang dihayati saat menyimak paparanku....

Rani Wijaya:
Pak Josef, saya salah satu peserta di purna bakti ini dan senang sekali sudah mengulik AHA saya :...

josef:
Terima kasih Rina. Bisa juga refleksinya dibuat bertahap. Sepuluh tahun dari sekarang Rina mau jadi apa? Untuk...


Recent Post

  • Menerima Kebaikan dan Membaginya Kembali
  • Mengembangkan Manusia Ketika AI Semakin Pintar
  • Jaga Harmoni Samakan Sudut Pandang
  • Beyond the Moment
  • Creating Moments
  • Sebelum Pensiun, Sudahkah Kita Menyiapkan Diri?
  • Pertemanan yang Mendorong Pertumbuhan
  • Ketika Hidup Menjadi Sekolah Kepemimpinan
  • Dari Best Practice Menuju Next Practice
  • Menjadi Manusia yang Layak Diikuti