Tiga Cermin di Momen Bahagia

Posted on July 17th, 2026

Tiga Cermin di Momen Bahagia
 

“The unexamined life is not worth living.” (Socrates) Setiap ulang tahun selalu membawa ruang untuk berhenti sejenak. Bukan sekadar mensyukuri bertambahnya usia, tetapi juga merenungkan perjalanan yang telah dilalui dan arah yang masih ingin dituju. Tahun ini, ada tiga peristiwa yang hadir hampir bersamaan. Tiga peristiwa sederhana yang saya rasakan seperti tiga cermin. Masing-masing membantu saya melihat kehidupan dari sudut yang berbeda.   Cermin Pertama: Apa yang Dilihat Orang Lain Sebuah pesan dari sahabat saya, Pak Wirjawan, membuat saya terdiam cukup lama. “Di dunia profesional, Pak Josef dikenal sebagai jagoan bidang Human Capital. Mulai dari consumer good sampai perbankan. Tapi lebih dari itu, Pak Josef mengingatkan kita bahwa perusahaan hebat bukan dibangun oleh angka, tapi oleh manusia yang bertumbuh, dihargai, dan dimanusiakan. Kita juga mengetahui Pak Josef seorang penulis. Tulisan Pak Josef bukan sekadar kata. Ia jadi cermin, jadi tamparan lembut, jadi pengingat bahwa memimpin itu soal hati, bukan hanya … Continue reading

Memberi Ruang Menumbuhkan Masa Depan

Posted on July 3rd, 2026

Memberi Ruang Menumbuhkan Masa Depan
 

“Laughter is what makes a home warm, and what makes a work place human.” (Catherine Pulsifer) RAGAM GENERASI senantiasa hadir di organisasi, dulu sekarang dan dimasa mendatang. Label generasinya yang senantiasa berbeda dari waktu ke waktu. Yang pasti ada generasi yang lebih senior, ada yang lebih muda. Tantangannya senantiasa adalah bagaimana menciptakan lingkungan dimana mereka bisa leluasa berinteraksi satu sama lain, baik secara formal maupun informal. Kita berusaha untuk saling memahami perbedaan dan membuat perbedaan sebagai kekuatan yang bermanfaat bagi kemajuan tim. (Image by Darwis Corporation) Tantangan yang sama di Tengah Keluarga Kebersamaan dalam banyak keluarga, sering diartikan sebagai kehadiran. Namun, ada satu hal yang sering terlewat: apakah setiap orang benar-benar diberi ruang?  Lia Catri (Catur Arifiani Amalia) mengingatkan dengan sangat tajam: “Kita lupa bahwa di tengah keluarga ada juga generasi muda yang memerlukan ruang berekspresi serta perhatian dan perlakuan yang berbeda.” Kita berkumpul, kita berbicara, tetapi belum tentu kita … Continue reading

Winning at Home: Sumber Energi yang Sering Kita Lupakan

Posted on June 26th, 2026

Winning at Home: Sumber Energi yang Sering Kita Lupakan
 

(Blog Seribu Tulisan) “If you want to win, do the ordinary things better than anyone else.” (Chuck Noll) ADA TULISAN yang dibaca, lalu selesai. Tapi ada juga tulisan yang dibaca, lalu terasa membekas. Salah satu pembaca menuliskan kesannya dengan sangat jujur, setelah membaca tulisan di blog: “ … rasanya seperti diajak duduk bersama di ruang keluarga besar yang hangat, sambil berbagi cerita, canda, dan tawa.” (Rully Dwitra)   Barangkali di situlah makna terdalam dari keluarga. Bukan sekadar tempat berkumpul, tetapi ruang di mana kita merasa hidup.   Berimbang Hidup Profesional dan Keluarga   Dalam perjalanan hidup profesional, kita sering berbicara tentang target, pencapaian, dan pertumbuhan karier. Namun, Eka Yuniarti mengingatkan: ”…bahwa pencapaian karier seseorang tidak terlepas dari dukungan dan relasi yang dekat dengan keluarga. Banyak pengalaman bersama keluarga yang dituangkan di beberapa artikel di blog, mengandung nilai-nilai yang dapat dipelajari dan di aplikasikan untuk pengembangan diri maupun relasi dengan rekan … Continue reading

Menemukan WHY dari Laut Lamalera: Belajar dari LAMAURI

Posted on April 17th, 2026

Menemukan WHY dari Laut Lamalera: Belajar dari LAMAURI
 

“Once you understand your WHY, you’ll be able to clearly articulate what makes you feel fulfilled and to better understand what drives your behavior when you’re at your natural best.” (Simon Sinek) LAMAURI, Novel yang ditulis Fince Bataona, bukan sekadar cerita tentang kehidupan masyarakat nelayan di Lamalera, Pulau Lembata. Ia adalah cermin nilai hidup, tentang makna bekerja, refleksi diri, fokus, dan kebahagiaan yang lahir dari hati yang selaras. Di balik kisah sederhana tentang perahu, laut, dan peran seorang perempuan yang disimbolkan dengan Lamauri (jurumudi), tersimpan pelajaran yang sangat relevan bagi kehidupan modern, bahkan bagi dunia kepemimpinan hari ini. WHY: Mengapa Engkau Bekerja? Salah satu pertanyaan paling kuat dalam buku ini muncul dari dialog sederhana: “Mengapa kau harus bekerja? Apa alasanmu bekerja?” Pertanyaan ini mengingatkan kita pada konsep Simon Sinek dalam bukunya FIND YOUR WHY, yang menekankan bahwa orang yang mengetahui “WHY”-nya tidak hanya bekerja untuk hasil, tetapi untuk makna. Dalam … Continue reading

Perjuangan Wisudawan Ulet

Posted on January 15th, 2026

Perjuangan Wisudawan Ulet
 

“Most of the important things in the world have been accomplished by people who have kept on trying when there seemed to be no hope at all.” (Dale Carnegie)   Namanya Ellisa Nursabilah. Keluarga memanggilnya Icha. Ia tumbuh di Kampung Cimanggu, Desa Bunihara, Anyer, sebuah kampung sederhana di Banten, tempat jarak sering kali terasa lebih panjang dari angka kilometer di peta. Dari rumahnya, perjalanan ke kampus di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa memakan hampir 46 km. Ke rumah sakit di Serang juga sekitar itu. Bahkan ke RS Harapan Kita di Jakarta, tempat ibunya dirawat, jaraknya mencapai 121 km. Tapi dalam hidup Icha, yang paling jauh bukanlah jarak, melainkan ketabahan yang harus ditempuh hari demi hari.   Tahun 2021 Menjadi Titik Ujian Ibunya, Ena, divonis sakit jantung dan harus menjalani operasi besar. Kaget? Tentu. Takut? Pasti. Proses persiapan operasi bahkan sempat mundur dua kali, memaksa mereka mengulang segalanya dari awal selama berbulan-bulan. … Continue reading

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih mba Malla, setiap kita punya keunikan yang bisa dibagi kepada orang lain. Terkadang kita gunakan...

Malla Latif:
Setiap baca refleksi dari Bapak selalu bikin berhenti sejenak dan re-align arah hidup. Terima kasih ya...

josef:
Terima kasih mba Yana, kita semua sedang belajar asalkan kita membuka mata dan hati kita untuk menyimak semua...

Sriroosyana:
Saya belajar, Saya sedang menjalaninya satu per satu Doakan saya ya, Tata..

josef:
Terima kasih ka Sofia. Senang ada yang bisa dipetik, dibawa pulang. Salam


Recent Post

  • Pertemanan yang Mendorong Pertumbuhan
  • Ketika Hidup Menjadi Sekolah Kepemimpinan
  • Dari Best Practice Menuju Next Practice
  • Menjadi Manusia yang Layak Diikuti
  • Tiga Cermin di Momen Bahagia
  • Coaching Conversation dan Human Transformation
  • Memberi Ruang Menumbuhkan Masa Depan
  • Winning at Home: Sumber Energi yang Sering Kita Lupakan
  • Legacy Yang Melampaui Waktu
  • Legacy Yang Melampaui Waktu