Beyond the Moment

Posted on September 11th, 2026

Beyond the Moment
 

“What matters is not what we take from life, but what we leave in the hearts of others.” Perjalanan ke Lampung sebenarnya sudah selesai. Lima mobil kembali menyeberangi Selat Sunda. Rutinitas menunggu di Jakarta. Pekerjaan kembali berjalan seperti biasa. Tetapi ada beberapa hal yang rasanya masih tertinggal. Bukan di hotel. Bukan di Pondok Nelayan Lempasing. Bukan pula di dalam mobil atau kapal ferry. Tetapi di dalam pikiran. Apa sebenarnya yang kita bawa pulang dari sebuah perjalanan bersama keluarga?  Berikut foto bersama di Pondok Nelayan Lempasing. Dari bersenang-senang menjadi belajar Kami meminta setiap peserta menjawab dua pertanyaan sederhana: Apa yang paling menyenangkan dari perjalanan ini? Dan pengalaman apa yang bermanfaat untuk kehidupan ke depan? Jawabannya beragam:  Ada yang menyukai hotel. Ada yang senang kulineran. Ada yang senang berenang. Ada yang menikmati naik kapal. Tetapi di balik jawaban sederhana itu muncul sesuatu yang lebih dalam. Bahagia kumpul dengan keluarga. Bahagia ternyata lebih … Continue reading →

Creating Moments

Posted on September 4th, 2026

Creating Moments
 

“Cherish every moment spent with your family; they are the moments you’ll look back on with joy.” (Rachel White) Kapal ferry express perlahan meninggalkan Merak. Lima mobil membawa 22 anggota keluarga menuju Bakauheni. Di Lampung, sepuluh anggota keluarga lainnya sudah menunggu. Di atas kapal, kami sempat berfoto bersama. Sederhana saja. Tetapi kemudian saya berpikir, bukankah sebenarnya momen seperti inilah yang perlu kita ciptakan lebih sering dalam keluarga? Kita sering mendengar ungkapan be there, be present dalam dunia pelayanan. Seorang customer service harus hadir untuk pelanggan. Seorang leader harus hadir untuk timnya. Tetapi bagaimana dengan keluarga? Apakah kita juga sudah being there and being present untuk mereka? Bukan hanya hadir secara fisik. Tetapi benar-benar hadir: ngobrol, mendengarkan, bercanda, makan bersama, menikmati perjalanan, dan sesekali meletakkan kesibukan kita di luar pintu.   Arisan sebagai alasan untuk bertemu Di permukaan, perjalanan ini hanyalah arisan keluarga. Tetapi kami tahu, arisan hanyalah alasan. Yang sesungguhnya … Continue reading →

Tiga Cermin di Momen Bahagia

Posted on July 17th, 2026

Tiga Cermin di Momen Bahagia
 

“The unexamined life is not worth living.” (Socrates) Setiap ulang tahun selalu membawa ruang untuk berhenti sejenak. Bukan sekadar mensyukuri bertambahnya usia, tetapi juga merenungkan perjalanan yang telah dilalui dan arah yang masih ingin dituju. Tahun ini, ada tiga peristiwa yang hadir hampir bersamaan. Tiga peristiwa sederhana yang saya rasakan seperti tiga cermin. Masing-masing membantu saya melihat kehidupan dari sudut yang berbeda.   Cermin Pertama: Apa yang Dilihat Orang Lain Sebuah pesan dari sahabat saya, Pak Wirjawan, membuat saya terdiam cukup lama. “Di dunia profesional, Pak Josef dikenal sebagai jagoan bidang Human Capital. Mulai dari consumer good sampai perbankan. Tapi lebih dari itu, Pak Josef mengingatkan kita bahwa perusahaan hebat bukan dibangun oleh angka, tapi oleh manusia yang bertumbuh, dihargai, dan dimanusiakan. Kita juga mengetahui Pak Josef seorang penulis. Tulisan Pak Josef bukan sekadar kata. Ia jadi cermin, jadi tamparan lembut, jadi pengingat bahwa memimpin itu soal hati, bukan hanya … Continue reading →

Memberi Ruang Menumbuhkan Masa Depan

Posted on July 3rd, 2026

Memberi Ruang Menumbuhkan Masa Depan
 

“Laughter is what makes a home warm, and what makes a work place human.” (Catherine Pulsifer) RAGAM GENERASI senantiasa hadir di organisasi, dulu sekarang dan dimasa mendatang. Label generasinya yang senantiasa berbeda dari waktu ke waktu. Yang pasti ada generasi yang lebih senior, ada yang lebih muda. Tantangannya senantiasa adalah bagaimana menciptakan lingkungan dimana mereka bisa leluasa berinteraksi satu sama lain, baik secara formal maupun informal. Kita berusaha untuk saling memahami perbedaan dan membuat perbedaan sebagai kekuatan yang bermanfaat bagi kemajuan tim. (Image by Darwis Corporation) Tantangan yang sama di Tengah Keluarga Kebersamaan dalam banyak keluarga, sering diartikan sebagai kehadiran. Namun, ada satu hal yang sering terlewat: apakah setiap orang benar-benar diberi ruang?  Lia Catri (Catur Arifiani Amalia) mengingatkan dengan sangat tajam: “Kita lupa bahwa di tengah keluarga ada juga generasi muda yang memerlukan ruang berekspresi serta perhatian dan perlakuan yang berbeda.” Kita berkumpul, kita berbicara, tetapi belum tentu kita … Continue reading →

Winning at Home: Sumber Energi yang Sering Kita Lupakan

Posted on June 26th, 2026

Winning at Home: Sumber Energi yang Sering Kita Lupakan
 

(Blog Seribu Tulisan) “If you want to win, do the ordinary things better than anyone else.” (Chuck Noll) ADA TULISAN yang dibaca, lalu selesai. Tapi ada juga tulisan yang dibaca, lalu terasa membekas. Salah satu pembaca menuliskan kesannya dengan sangat jujur, setelah membaca tulisan di blog: “ … rasanya seperti diajak duduk bersama di ruang keluarga besar yang hangat, sambil berbagi cerita, canda, dan tawa.” (Rully Dwitra)   Barangkali di situlah makna terdalam dari keluarga. Bukan sekadar tempat berkumpul, tetapi ruang di mana kita merasa hidup.   Berimbang Hidup Profesional dan Keluarga   Dalam perjalanan hidup profesional, kita sering berbicara tentang target, pencapaian, dan pertumbuhan karier. Namun, Eka Yuniarti mengingatkan: ”…bahwa pencapaian karier seseorang tidak terlepas dari dukungan dan relasi yang dekat dengan keluarga. Banyak pengalaman bersama keluarga yang dituangkan di beberapa artikel di blog, mengandung nilai-nilai yang dapat dipelajari dan di aplikasikan untuk pengembangan diri maupun relasi dengan rekan … Continue reading →

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih sama2 Lia, ditengah kesibukanmu dalam perjalanan baru, masih sempat menyimak tulisan ini dan...

lia catri:
Mungkin inilah makna Develop yang semakin diperkaya dewasa ini. Bukan hanya: How do I become better?...

josef:
Terima kasih mba Rani, untuk memberikan ulasan tambahan tentang apa yang dihayati saat menyimak paparanku....

Rani Wijaya:
Pak Josef, saya salah satu peserta di purna bakti ini dan senang sekali sudah mengulik AHA saya :...

josef:
Terima kasih Rina. Bisa juga refleksinya dibuat bertahap. Sepuluh tahun dari sekarang Rina mau jadi apa? Untuk...


Recent Post

  • Jangan Hanya Menekan Tombol Lantai
  • Menerima Kebaikan dan Membaginya Kembali
  • Mengembangkan Manusia Ketika AI Semakin Pintar
  • Jaga Harmoni Samakan Sudut Pandang
  • Beyond the Moment
  • Creating Moments
  • Sebelum Pensiun, Sudahkah Kita Menyiapkan Diri?
  • Pertemanan yang Mendorong Pertumbuhan
  • Ketika Hidup Menjadi Sekolah Kepemimpinan
  • Dari Best Practice Menuju Next Practice