Posted on March 6th, 2026
“I alone cannot change the world, but I can cast a stone across the waters to create many ripples.” (Mother Teresa) Setiap fase kehidupan memiliki kesempatan sendiri. Ada kesempatan membangun karier, kesempatan memimpin, kesempatan membesarkan keluarga. Dan pada waktunya, tiba masa yang sering disalah-pahami: masa purna bakti. Bagi banyak orang, purna bakti terasa seperti titik akhir. Padahal sesungguhnya, ia adalah garis transisi. Bersama istri dan anakku kami secara sungguh-sungguh merencanakan dan menjalani fase ini. Ia tidak datang tiba-tiba, melainkan dipersiapkan melalui percakapan, penyesuaian, dan refleksi yang tidak singkat. Purna bakti bukan berhenti bekerja; ia adalah proses menata ulang cara kita memaknai diri dan hidup. Berikut foto sharing Persiapan Pensiun: Tantangan yang Nyata Ada beberapa tantangan yang nyata dalam memasuki masa ini. Pertama, menata ulang identitas tanpa jabatan. Selama bertahun-tahun, identitas kita melekat pada peran: direktur, manajer, pemimpin, profesional. Ketika jabatan itu dilepaskan, muncul pertanyaan sunyi: Siapa saya sekarang? Di titik … Continue reading
Posted on February 13th, 2026
“All good leaders are connectors. They relate well and make people feel confident about themselves and their leader.” (John C. Maxwell) LEGACY bukanlah sesuatu yang baru kita pikirkan saat karier mendekati akhir, tetapi keputusan sadar yang seharusnya dibuat sejak awal perjalanan, lalu diteguhkan dan dijalani setiap hari. Setiap pilihan, cara kita memimpin, memperlakukan orang lain, dan mengambil keputusan kecil sekalipun. Semuanya sedang membentuk warisan seperti apa yang kelak tertinggal. Pada akhirnya, orang tidak akan mengingat jabatan apa yang pernah kita sandang, atau berapa lama kita duduk di posisi tertentu. Mereka akan mengingat bagaimana kehadiran kita memengaruhi hidup dan pertumbuhan mereka. Apakah mereka merasa lebih percaya diri? Lebih berani bermimpi? Lebih siap menghadapi tantangan hidup dan karier? Kesaksian Tamu Yang Jeli Kutipan berikut berasal dari postingan di LinkedIn, oleh tamu yang berkunjung ke rumahku: Pagi ini berkesempatan menjemput pembicara di daerah Pamulang – Tangsel untuk kegiatan Komite Budaya. Setiba di rumahnya, … Continue reading
Posted on January 15th, 2026
“Most of the important things in the world have been accomplished by people who have kept on trying when there seemed to be no hope at all.” (Dale Carnegie) Namanya Ellisa Nursabilah. Keluarga memanggilnya Icha. Ia tumbuh di Kampung Cimanggu, Desa Bunihara, Anyer, sebuah kampung sederhana di Banten, tempat jarak sering kali terasa lebih panjang dari angka kilometer di peta. Dari rumahnya, perjalanan ke kampus di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa memakan hampir 46 km. Ke rumah sakit di Serang juga sekitar itu. Bahkan ke RS Harapan Kita di Jakarta, tempat ibunya dirawat, jaraknya mencapai 121 km. Tapi dalam hidup Icha, yang paling jauh bukanlah jarak, melainkan ketabahan yang harus ditempuh hari demi hari. Tahun 2021 Menjadi Titik Ujian Ibunya, Ena, divonis sakit jantung dan harus menjalani operasi besar. Kaget? Tentu. Takut? Pasti. Proses persiapan operasi bahkan sempat mundur dua kali, memaksa mereka mengulang segalanya dari awal selama berbulan-bulan. … Continue reading
Posted on December 19th, 2025
“There is a light within each of us that can never be diminished or extinguished. It can only be obscured by forgetting who we are.” (Deepak Chopra) Minggu lalu, saya kembali mengunjungi Unilever Indonesia, tempat di mana lebih dari 30 tahun hidup saya pernah bertumbuh, berkarya, jatuh-bangun, belajar tentang arti tanggung jawab, dan kepemimpinan. Langkah kaki saya mungkin hanya singgah sebentar, tetapi hati saya tertahan cukup lama. Saya tertegun sejenak melihat sebuah hiasan sederhana namun kuat maknanya: “The Light Within Us” Brighten Everyday Life for All Kalimat itu seperti berbicara langsung kepada saya. Bukan sekadar slogan korporasi, melainkan sebuah panggilan jiwa. Ia mengingatkan bahwa di dalam setiap diri kita, selalu ada cahaya. Cahaya yang bukan untuk disimpan, tetapi untuk dibagikan. Cahaya yang tugasnya bukan menyilaukan, melainkan menerangi, menghadirkan kejelasan, harapan, dan arah bagi orang lain, bahkan dalam hal-hal paling sederhana dari kehidupan sehari-hari. Cahaya Itu Ada di Dalam, Tapi … Continue reading
Posted on November 14th, 2025
“Developing yourself to become the leader you have the potential to be, will change everything for you. It will add to your effectiveness, subtract from your weaknesses, divide your workload, and multiply your impact.” (John C. Maxwell) SENYUMMU PAGI INI, seberapa lebar? Apa yang membuatmu tersenyum? Suasana hati seorang karyawan saat bekerja, hanya dia yang tahu. Terkadang bisa dilihat dari perilakunya, atau dari kata2 dan ekspresi wajahnya saat bicara, atau dari cara dia menanggapi setiap kesempatan untuk mengerjakan sesuatu. Dia bisa saja terus diam, tidak berkata-kata, walau bisa menyelesaikan pekerjaannya sesuai yang dituntut job descriptionnya. Hanya pemimpin yang jeli, tahu cara untuk menguak apa yang sesungguhnya terjadi. Rumah Kedua Yang Menyenangkan Lama kita berada di tempat kerja mungkin melebih kehadiran kita di tempat lain, termasuk kehadiran di rumah saat tidak tidur. Kalau suasana rumah kita dirancang untuk bisa menyenangkan bersama keluarga, maka suasana kantor tentunya diharapkan bisa menjadi rumah … Continue reading
josef:
Terima kasih Lukas, bergerak ke segala arah dan disetiap momen. Tak henti menularkan kebaikan, termasuk...
Lukas:
Selalu terinspirasi. Integritas tidak sekedar slogan tetapi menjadi Movement. Bergerak dari dari atas...
josef:
Langka awal adalah menyadari, lalu mencermati saya bisa apa dan apa yang perlu saya lakukan untuk bisa mulai...
josef:
Betul Icha: Respek dan Trust harus dibangun secara tulus. Dengan demikian kita bisa berkolaborasi dengan satu...
josef:
Terima kasih Icha untuk highlightnya. Sering kita lupa, kalau di keluarga hadir berbagai generasi yang juga...