Posted on May 8th, 2026
“Either write something worth reading or do something worth writing.” (Benjamin Franklin) KALIMAT PERTAMA yang kutulis di blog, masih penuh ketidakpastian tentang seberapa menarik tulisan ini di hadapan pembaca. Tanpa pengalaman, tanpa bekal pengetahuan memadai. Satu-satunya yang membuat saya penuh percaya diri untuk memulai adalah, saya punya banyak pengetahuan dan pengalaman, yang masih tersimpan rapih di kepalaku (tacit knowledge). Saat itu, lebih dari 30 tahun berkecimpung di bidang Sumber Daya Manusia merupakan modal penting. Pengalaman sebagai leader dan mengembangkan leadership bisa menjadi daya tarik. Pengalaman memimpin transformasi dan membangun budaya, juga bisa menjadi topik menarik. Dan tentu saja perjalanan karier secara umum dan perjalanan hidup juga unik. Pengingat Agar Selalu Bersyukur Bagi yang pernah mengikuti atau mendengarkan presentasi saya, mungkin sudah cukup familiar dengan gambar di bawah ini, yang selalu saya gunakan sebagai penutup semua presentasi saya. Mengapa? Gambar yang terlihat sederhana memiliki MAKNA yang mendalam untuk saya. Persisnya, gambar … Continue reading
Posted on April 17th, 2026
“Once you understand your WHY, you’ll be able to clearly articulate what makes you feel fulfilled and to better understand what drives your behavior when you’re at your natural best.” (Simon Sinek) LAMAURI, Novel yang ditulis Fince Bataona, bukan sekadar cerita tentang kehidupan masyarakat nelayan di Lamalera, Pulau Lembata. Ia adalah cermin nilai hidup, tentang makna bekerja, refleksi diri, fokus, dan kebahagiaan yang lahir dari hati yang selaras. Di balik kisah sederhana tentang perahu, laut, dan peran seorang perempuan yang disimbolkan dengan Lamauri (jurumudi), tersimpan pelajaran yang sangat relevan bagi kehidupan modern, bahkan bagi dunia kepemimpinan hari ini. WHY: Mengapa Engkau Bekerja? Salah satu pertanyaan paling kuat dalam buku ini muncul dari dialog sederhana: “Mengapa kau harus bekerja? Apa alasanmu bekerja?” Pertanyaan ini mengingatkan kita pada konsep Simon Sinek dalam bukunya FIND YOUR WHY, yang menekankan bahwa orang yang mengetahui “WHY”-nya tidak hanya bekerja untuk hasil, tetapi untuk makna. Dalam … Continue reading
Posted on March 27th, 2026
“A leader is one who knows the way, goes the way, and shows the way.” (John C. Maxwell) HARUS DINIATKAN. Bukan sekadar slogan. Integritas hendaknya menjadi gerakan. Gerakan hati untuk memilih yang benar, gerakan pikiran yang menjaga nilai, gerakan tindakan yang menyelaraskan nilai, kata dan perbuatan. Dalam program Mentorship Maxwell Leadership Indonesia, bersama rekan-rekan lainnya kami semakin menyadari bahwa integritas tidak berhenti pada diri kita sendiri. Integritas harus menjadi sesuatu yang menular: menginspirasi, membentuk budaya, dan menggerakkan orang lain untuk hidup dengan nilai yang sama. Karena pada akhirnya, kepemimpinan bukan hanya tentang siapa kita, tetapi tentang pengaruh apa yang kita bangun di sekitar kita. Dari Integritas Pribadi ke Budaya Integritas Banyak orang merasa cukup ketika mereka sendiri berusaha hidup dengan integritas. Itu tentu penting. Tetapi kepemimpinan selalu berbicara tentang pengaruh. Pertanyaan yang lebih dalam adalah: Apakah orang-orang di sekitar kita juga terdorong untuk hidup dengan integritas? Apakah lingkungan yang kita … Continue reading
Posted on January 15th, 2026
“Most of the important things in the world have been accomplished by people who have kept on trying when there seemed to be no hope at all.” (Dale Carnegie) Namanya Ellisa Nursabilah. Keluarga memanggilnya Icha. Ia tumbuh di Kampung Cimanggu, Desa Bunihara, Anyer, sebuah kampung sederhana di Banten, tempat jarak sering kali terasa lebih panjang dari angka kilometer di peta. Dari rumahnya, perjalanan ke kampus di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa memakan hampir 46 km. Ke rumah sakit di Serang juga sekitar itu. Bahkan ke RS Harapan Kita di Jakarta, tempat ibunya dirawat, jaraknya mencapai 121 km. Tapi dalam hidup Icha, yang paling jauh bukanlah jarak, melainkan ketabahan yang harus ditempuh hari demi hari. Tahun 2021 Menjadi Titik Ujian Ibunya, Ena, divonis sakit jantung dan harus menjalani operasi besar. Kaget? Tentu. Takut? Pasti. Proses persiapan operasi bahkan sempat mundur dua kali, memaksa mereka mengulang segalanya dari awal selama berbulan-bulan. … Continue reading
Posted on January 9th, 2026
“The human capacity for burden is like bamboo – far more flexible than you’d ever believe at first glance.” (Jodi Picoult) SAPAAN SEJUK pagi-pagi di hari terakhir tahun 2025. Istriku sedang sibuk memberikan briefing pada assisten Rumah Tangga kami untuk persiapan kumpul keluarga malam nanti. Saya tertegun, tetapi juga senyum mendengar ada anggota keluarga yang datang dan bertanya: Apa Yang Bisa Saya Bantu? Menjadi menarik karena pertanyaan itu yang akan menjadi esensi renungan yang akan saya bawakan menjelang akhir tahun nanti. Berikut foto bersama keluarga jelang akhir tahun. Sukacita Keluarga Besar Warna warni sukacita sudah dimulai sejak kami berkumpul bersama untuk merayakan Hari Natal. Saat membagi cerita di Sosmed, kami menampilkan foto berikut dengan caption: Hari Natal ini kami berkumpul sebagai keluarga—lintas suku, lintas iman. Natal kami rayakan dengan kasih, tawa, dan rasa saling menghormati. Karena keberagaman bukan untuk diperdebatkan, tapi untuk dirayakan. Menjelang tutup tahun 2025, kami … Continue reading
josef:
Terima kasih sama2 mba Deva, terima kasih untuk rutin menyimak tulisanku. Semoga membawa manfaat untukmu dan...
Devamethia G:
terima kasih untuk tulisan-tulisan pak josef, saya sebagai salah satu pembaca merasa sering mendapatkan...
josef:
Betul sekali Puji, terima kasih untuk kontribusinya dalam perjalanan kehadiran blog ini. Sehat selalu
Puji:
Kekuatan kata, memberi makna. 1000 cerita, mendorong aksi nyata.
josef:
Terima kasih mba Yana, upaya kecil dilakukan secara disiplin, bisa menjadi kebiasaan dalam aspek kehidupan...