Bina Karakter Patriot Desa

Posted on January 24th, 2017

“Never look down on anybody unless you’re helping him up.” (Jesse Jackson)

TUJUAN KAMI, saya dan istriku sore itu adalah ke Desa EMAS. Hari itu saya sengaja mengambil cuti sehari. Untuk menggali Emas? Bukan. Desa EMAS adalah singkatan dari Desa Enterprener, Mandiri Aman dan Sejahtera. Di desa ini yang sesungguhnya bernama Desa Sodong, masyarakatnya sedang dibimbing untuk menciptakan usaha kecil secara mandiri, tapi dengan pendekatan yang berbeda.

Adalah dua orang tokoh utama yang sangat berperan membantu masyarakat  meningkatkan ekonomi di 167 desa, sekitar Balaraja, Riyadno dan istrinya Sukmaria. Kami sendiri sengaja meluangkan waktu memberikan pendampingan dalam bentuk coaching. Sebagian rumah mereka digunakan untuk berbagai aktivitas di desa itu, baik untuk tempat pertemuan, pembinaan dan lain-lain.

Berikut adalah foto di rumah mereka.

Bina Karakter Patriot Desa1

Patriot Desa

Entah bagaimana kesepakatan awalnya tapi anak-anak muda yang direkrut untuk dibimbing guna memimpin pokja (kelompok kerja), diberi julukan Patriot Desa. Sebutan seperti ketua pokja, perintis, pembina atau sejenisnya sudah tidak menginspirasi lagi. Sebutan Patriot Desa terdengar lebih keren.

Pada kesempatan kunjungan ini, kami sengaja memberikan motivasi pada para Patriot Desa, dengan penekanan pada misi penting mereka di desa itu. Dengan membangun ekonomi desa, penghasilan mereka bertambah sehingga bisa mengurangi ketergantungan pada para rentenir.

Pembangunan yang berkelanjutan itu akan memberikan peluang generasi muda di desa mendapatkan berbagai pendidikan, baik formal maupun informal. Percaya atau tidak, pemberian motivasi dilakukan sambil lesehan di Tempat Pembuangan Sampah, yang barusan selesai dibangun. Mesin pengolahan sampah baru tiba, dan siap beroperasi beberapa hari kemudian.

Bina Karakter Patriot Desa2

Di penghujung tahun 2016, tim dibawah pimpinan Riyadno merasa saatnya merevisi pendekatan dalam membangun desa. Pendekatan dalam membina 167 desa dirasakan ada yang kurang. Karena itu mereka merombak pendekatannya, dan menurut saya ini sangat inovatif sekaligus menyentuh kebutuhan mendasar dalam pendidikan..

Karakter adalah yang utama

Tidak sedikit penghargaan yang sudah diperoleh Riyadno dan istrinya Sukmaria. Permintaan sangat banyak untuk berbagi pengalaman dalam membina 167 desa dan dilayani dengan setulus hati, baik untuk berbagi di kota/desa lain atau melayani pengunjung yang mau belajar. Saat kami bertemu pun, dia baru kembali dari berbagi di Indramayu dalam rangka membina 50 desa dan rencananya akan berbagi ilmunya di Hotel Aryaduta Jakarta di akhir Januari.

Dalam keterbatasan sarana yang dimiliki, mereka kemudian merombak pola pembinaan mereka dalam 5 Pilar Utama:

Pilar 1: Bina Karakter, Ini yang menurut saya luar biasa.

Dikerjakan oleh Yayasan Bina Karakter Bangsa. Menyimak bahan-bahannya, mirip-mirip 7habit. Langkah ini akan mereka lakukan sebelum menyentuh pilar-pilar berikut ini dalam membangun desa. Aspek ini yang kurang mendapat perhatian dalam langkah pembangunan di proyek-proyek terdahulu.

Pilar 2: Bina Saudara.

Membangun komunitas saling bersaudara, tidak iri, gotong royong untuk membangun masyarakat. Beberapa pelatihan yang sudah dilakukan antara lain: buat sablon, pengelolaan sampah. Ada 50 anak putus sekolah yang direkruit dan dilatih, termasuk latihan untuk jualan online.

Pilar 3: Bina Sinergi.

Menciptakan kerja sama, antar unit usaha, misalnya untuk pembuatan sablon dan jualan online. Di sana tercipta kesempatan untuk saling belajar dan saling mendukung antar pokja.

Pilar 4: Bina Dana.

Harus ada payung hukum, karena itu dibentuklah Koperasi, dan semua anggota harus masuk koperasi. Dengan adanya Patriot Desa dan Koperasi, dana desa bisa lebih muda dikelola.

Pilar 5: Bina Pasar dan Produk.

Produk unggulan di desa, (seperti misalnya hasil dari ternak ayam, konveksi, membuat sepatu, ternak lele dan lain-lain) harus punya akses pasar sendiri di sekitar desa. Dan ini harus difasilitasi.

Bagi 167 desa yang sudah lebih awal dibina, mereka tinggal menyesuaikan diri, pilar mana yang dirasakan kurang kuat dan akan diperkuat sambil jalan.

TK dan Sharing Buku Bacaan

Di Kampung Ciatwi, kami juga berkesempatan untuk menyaksikan peresmian Taman Kanak-Kanak Kampung Ciatwi. TK ini juga melibatkan orang tua murid, bukan untuk mengajar murid-murid tapi diberdayakan untuk pemberantasan buta huruf.

Saat istriku menyerahkan buku sumbangan, kami juga tertegun mendengarkan penjelasan bahwa TK yang berada di desa-desa binaan, juga menjalin sinergi yang unik. Sebagai contoh, buku yang kami sumbangkan akan di bagi dalam beberapa kelompok dan disebar ke beberapa TK sesuai jumlah kelompok buku tersebut.

Setiap TK hanya boleh menyimpan dan membaca buku-buku itu selama dua bulan. Kemudian buku itu berpindah ke TK berikutnya. Dengan demikian mereka tidak perlu harus menunggu sumbangan berikutnya untuk giliran sekolah berikutnya mendapat buku.

Bina Karakter Patriot Desa3

Langkah menyentuh TK ini adalah bagian dari kesadaran Riyadno dan Sukmaria bahwa untuk membangun masa depan kaum muda di desa, mereka harus memberikan sentuhan sejak anak-anak itu di TK, secara mandiri. Ini merupakan bentuk kepedulian mereka yang patut dicontoh.

“Nothing in life means anything unless someone cares, and the whole trick is to keep being that someone.” (Robert Brault)

Bookmark and Share

2 Responses to Bina Karakter Patriot Desa

  1. riyadno says:

    Selamat Pagi Coach Josep semoga selalu bahagia saya , sudah lama kami belum komunikasi lagi, sejak kami pernah hubungi bapak di luar negeri , semoga pak Josep dan keluarga sehat. kami tunggu kedatangan bapak ke Tangerang untuk berbagi ilmu kembali kepada kami

    riyadno

    • josef josef says:

      Selamat Pagi pa Riyadno. Kami sehat-sehat saja. Tolong japri saya di wa jadi saya tahu no hpnya masih sama (punyaku masih sama). Salam juga untuk mba Sukmariah.

Leave a Reply to riyadno Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih Dewi, setuju sekali di rumahpun kita bisa rancang liburan yang menyenangkan. Butir yang tidak...

dewi:
Tidak semua liburan seharusnya keluar dan mengunjungi salah satu tempat wisata… terkadang dengan d rumah...

josef:
Terima kasih Mudji atas pertanyaannya: 1) Pembelajaran yang dimaksud tidak harus yang besar. Mis. Dalam...

Mudji:
Saat pertama Bpk baru buka blog ini di Nop 2011, terus terang saya suprise banget dgn moto Bpk yg berat ini +...

josef:
Terima kasih mba Meisia, batuknya sudah hilang berkat resep tradisional


Recent Post

  • A New Horizon Beyond Corporate Life
  • Berpikir Positif Percepat Kesembuhan
  • Peluang ke Jenjang Lebih Tinggi
  • Bermanfaat Bagi Orang Lain
  • Komitmen Belajar dan Berbagi
  • Start-up Mentality
  • Transformer Center: School of Life
  • Melayani dengan Coaching
  • Terus Belajar dan Berkembang
  • Agar Sehat dan FIT