Coaching and Inner Guidance

Posted on August 7th, 2020

“Leaders empower individuals by building trust and coaching competence in their job roles and networking skills.” (Kenneth H. Blanchard)

COACHING dilakukan bukan karena coach lebih pandai dibandingkan dengan klien, tapi lebih karena kedua pihak hadir dalam kesetaraan dan saling menghargai kemampuan yang dimiliki. Pemikiran ini perlu kami pertajam, manakala saya bersama empat teman coach lain berkomit dalam tim 5TemanDengar siap untuk melakukan coaching buat Teman Tuli. Diskusi kami lakukan, tapi juga referensi yang ada kembali kami simak, agar saat kami memulai program ini, kami benar-benar siap untuk itu.

Berikut foto zoom meeting saat mengevaluasi coaching batch 1 dan pelajaran hidup yang kami dapatkan.

Inner Dynamics of Coaching

Saya memilih untuk menelusuri buku panduan Coaching, berjudul Inner Dynamics of Coaching. Ada bagian yang bicara tentang Awaken the Genius within yourself and others. Saya kutip sepenggal kata-kata Dr. Milton Erickson:

“One never knows what life will bring. It surprises us every moment. Who knows what wonders it will bring next?”

Selanjutnya Marilyn Atkinson menjelaskan:

“If you want to coach others, then first assess your current life satisfaction. As you engage your coaching journey, take a few moments for some useful self-assessment. Ask yourself, How satisfying, fulfilling, and rewarding is the path I travel? How many mysteries do I discover each day?”

Perenungan kembali ini kiranya akan juga membantu klien dalam menemukan berbagai peluang dalam hidupnya, menuju apa yang dia cita-citakan di masa mendatang.

Transformational Communicator

Bersamaan dengan inisiatif ini, Erickson Newsletter 13 Juli 2020, menghadirkan tulisan menarik dari Marilyn Atkinson, dengan judul: Coaching for Powerful Inner Questioning. Tulisan ini berkaitan dengan situasi challenging yang dihadapi sekarang, namun saya mengangkat ini dalam kaitan dengan situasi challenging yang dihadapi 5TemanDengar dalam pengalaman baru untuk coaching Teman Tuli.

Coach sebagai Transformational Communicator, akan menggunakan “open-ended question” dan bukannya telling. Karena dalam konsep coaching, telling adalah merendahkan klien, mengabaikan pemahaman bahwa dia mempunyai resources yang diperlukan untuk bisa membuat pilihan terbaik dari berbagai opsi yang dia punyai. Dengan memberikan saran atau telling, yang bersangkutan akan berhenti mendengarkan suara hatinya, panduan batin yang sangat diperlukannya.

Melalui open-ended questions, mudah-mudahan klien akan tiba pada titik dimana dia meyakini:

“I am competent and completely able to think through this for myself.”

Dengan demikian kita sudah membantu yang bersangkutan membangun “a strong inner questioning system” agar ini bisa menjadi kebiasaan alami.

Pelajaran Hidup

Sejam berbagi pengalaman, diantara kelima Teman Dengar melalui zoom, penuh dengan berbagai kejutan. Kejutan yang kami alami dari Langkah membuat Teman Tuli akhirnya menemukan solusi terbaik dari berbagai opsi yang dia miliki. Tapi juga kejutan berupa suatu pembelajaran yang sangat berarti bagi kehidupan para coach. Saya pilihkan dua pelajaran hidup dari masing-masing 5TemanDengar:

  1. Termotivasi dan terinspirasi oleh Teman Tuli untuk lebih berani membuat mimpi.
  2. Kesempurnaan adalah segala apa yang saya miliki saat ini. Sempurna itu adalah apa adanya diri saya sekarang. Dan kesempurnaan ini adalah anugerah Tuhan.
  3. Sadar Diri, dengan adanya sesi coaching ini saya semakin sadar diri bahwa Kita juga harus memikirkan teman-teman lainnya yang juga menjadi Circle Pertemanan kita.
  4. Maximize our Capacity, dengan sesi yang sudah dijalankan ini saya terus terang merasa tertampar karena belum sepenuhnya menggunakan kapasitas yang saya miliki dengan melihat semangat juang Teman Tuli saya merasa sangat malu dengan tidak memanfaatkan potensi saya dengan benar2. Sungguh Teman Tuli sangat menginspirasi perjalanan hidupku.
  5. SEMANGAT untuk mendapatkan KESETARAAN yang membuat saya semakin tergugah untuk konsisten dan persisten berproses Belajar dan Tumbuh.
  6. Kalau Teman Tuli saja begitu tulus MELAYANI Teman Tuli dan Teman Dengar, apa kabar kita ini yang nota bene masih bisa dengar, bicara dan melihat?
  7. Tidak akan ada lagi keluhan dalam diri saya setelah melihat perjuangan yang dihadapi oleh Teman Tuli dan prestasi yang ditorehkan oleh Teman Tuli
  8. Kesempatan ini sangat berharga bagi saya untuk terus bisa memberikan manfaat seluas mungkin dengan kemampuan yang saya miliki untuk terus membantu Teman Tuli
  9. Saya belajar untuk mempertajam 3 hal ini selama coaching: Listening, SABAR dan Bersyukur
  10. Bila menghadapi tantangan hidup, saya diingatkan bahwa jawaban bisa ada dalam diri sendiri, simple dan dalam lingkup tanggung jawab diri sendiri. Karena itu, bertanyalah juga pada diri sendiri (self coaching) dan temukan jawabannya.

 

Semangat menggebu 5TemanDengar menghasilkan komitmen untuk terus melangkah ke batch 2 untuk coaching bukan saja Teman Tuli tapi juga Juru Bahasa Isyarat yang berminat. Dan semuanya pro bono, alias gratis.

 

“Leadership is a matter of having people look at you and gain confidence, seeing how you react. If you’re in control, they’re in control.”  (Tom Landry)

Bookmark and Share

2 Responses to Coaching and Inner Guidance

  1. Always Inpiring Coach JB. Thank you for the opportunity for us to contribute

Leave a Reply to Herry Windawaty Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih sama2. Mari kita terus saling belajar. Salam

Nurita Magdalena:
Terima kasih banyak Pak Josef atas sharing yang menginspirasi

josef:
Terima kasih banyak Suster Marietta, sudah berkenan mengunjungi blog dan menyimak tulisan ini. Buku itu hadiah...

Sr.Marietta:
Yth Bapak Yosef Bataona, 2 buku yang saya terima melalui Sr.Agnes Keraf SFS sangat meneguhkan dan...

josef:
Terima kasih sama2 Coach Amanda, sudah berkenan mengunjungi blog ini dan menyimak tulisan ini. Selain itu...


Recent Post

  • Manusia Seutuhnya
  • Shani Yang Memberdayakan
  • Meraih Trust dan Respect
  • Learn Unlearn Relearn
  • Panggilan Mengubah Paradigma
  • Belajar Bersama dari Buku Leader as MEANING MAKER
  • Sikapi Dengan Hati Yang Jujur
  • Agar Tetap Tegak Diterpa Badai
  • Mengasah Listening Skill Menuju Peran Sebagai MEANING MAKER
  • Tim Membutuhkan TRUST