Coaching for Student’s Resilience

Posted on February 19th, 2021

“What helps you persevere is your resilience and commitment.” (Roy T. Bennett)

ISTILAH yang sangat popular, Resilience. Bayangkan saja rumpun pohon bambu. Saat diterpa angin kencang, dia sempat bergoyang, tetapi kembali tegak. Sangat lentur dan tidak patah. Situasi yang kita alami saat ini juga menguji daya tahan kita terhadap terpaan situasi yang tidak terduga. Apakah kita akan membengkok kemudian patah, atau kita tegak kembali. Namun untuk bisa menumbuhkan kelenturan seperti itu, dibutuhkan upaya, latihan, bilamana perlu meminta bantuan dari yang lain. Banyak teman-teman mahasiswa yang sebentar lagi akan lulus. Selain menghadapi tantangan untuk terus kuliah secara online, menyiapkan tugas akhir, sebagian lagi mulai cemas, apa jadinya setelah lulus? Adakah lapangan kerja untuk kami? Atau mungkinkah kami mampu menciptakan lapangan kerja baru?

Komitmen Coachnesia Ciptakan Riak Ombak

Menanggapi situasi seperti itu, Coachnesia (Coaching for Indonesia), komunitas alumni sekolah Erickson Coaching Internasional di Indonesia sigap untuk hadir melayani. Coaches lintas batch diundang untuk bertemu dengan mahasiswa/i yang mau didampingi. Tahap pertama terpilih 90 orang dari 360 mahasiswa seluruh Indonesia yang mendaftar. Penjelasan awal diberikan coach Ananta tentang mengapa program ini dilakukan, dan juga sedikit penjelasan untuk menyamakan pemahaman tentang coaching, dibandingkan dengan mentoring, counseling atau training. Selanjutnya saya berkesempatan untuk berbagi pengalaman dengan tema Coaching di Berbagai Segi Kehidupan.

Pada Hari pertama Coaching World Game di Turkey, April 2019, Marilyn Atkinson memberikan pesan tegas: “Who We Are Is The Future We Are Living Into”. Kemudian dia menggugah sekaligus menginspirasi 400an peserta yang hadir dengan slide ini. Intinya, kalau masing-maing kita mengambil tindakan nyata dimanapun kita berada, maka dampaknya bisa memberikan kontribusi kepada dunia yang lebih baik.

Pesan dari Coach Lyra

Setelah sesi kick-off, Master Coach Lyra Puspa menjelaskan keterkaitan inisiatif ini dengan Semangat World Game International Erickson Coaching, yang diposting di LinkedIn:

As our commitment to facilitate worldwide change towards meaningful impact, I’m honored and grateful to witness the kick-off of #Coachnesia #CoachingMovement to support the “Mental and Emotional Resilience” of 360 students across Indonesia, in collaboration with Pondok Inspirasi.

So proud of the spirit of all Coachnesians, the alumnae of Vanaya Indonesia Erickson Coaching International in Indonesia to maintain the World Game’s spirit one conversation at a time…

#Coachnesia #CoachingMovement #Vanaya #Coaching #Resilience #EricksonInternational

cc : Marilyn Atkinson Ananta Dewandhono Sonny Sofjan, ECPC, PCC Louise Hendey Lyra Puspa Salman Subakat Josef Bataona

Kesan Umum Coachees

Masing-masing coach yang hadir melayani 2-3 coachees. Di kelompok 10, saya mendampingi 2 orang, sementara coach Indy R mendampingi 3 orang. Beberapa kesan dari coachees tentang proses dan manfaat coaching yang mereka dapatkan:

  1. Coaching membuka berbagai kemungkinan/peluang untuk bisa lebih memotivasi/mengembangkan diri
  2. Coaching membuka ide2 atau pemahaman tentang diri saya, lebih tahu tentang siapa diri saya.
  3. Coaching mengajarkan bahwa banyak yang bisa dilakukan untuk kemajuan diri, selalu ada alasan untuk melakukan sesuatu.
  4. Ada kemajuan pada diri sendiri dirasakan selama coaching, setelah menyadari potensi yang ada dalam diri sendiri.
  5. Proses yang terinci: hal besar mendapat pemecahan dengan rincian yang detail
  6. Clear, target2 lebih tersusun
  7. Lebih semangat memanfaatkan waktu
  8. Membiasakan diri untuk melihat sesuatu secara positif; juga menggunakan kalimat2 positif dalam keseharian.

 

Para mahasiswa ini akan segera lulus dan memasuki dunia kerja. Coaching ini juga merupakan tool yang bisa membuka mata mereka tentang banyak hal, banyak peluang, banyak kesempatan untuk pengembangan diri. Tapi yang paling penting menurut hemat saya adalah, karena mereka bisa merasakan manfaat coaching ini, saat mereka menjadi leader di dunia kerja, semoga mereka juga bisa belajar dan memanfaatkan coacing ini untuk pengembangan anak buahnya.

 

“Resilience is knowing that you are the only one that has the power and the responsibility to pick yourself up.” (Mary Holloway)

Bookmark and Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih Mudji, semoga sehat selalu. Kalau bisa bicara pasti bisa menulis. Yang diucapkan kalau dituangkan...

Mudji:
Masyā Allāh, bahagia sekali baca tulisan Pak JOS & semua sharingnya… Ternyata ketidak-pedean menulis...

josef:
Terima kasih Abu Azzam sudah menyimak cerita di blog ini. Saya sudah email link untuk pesanan buku online...

-:
Coach, saya dari papua barat, saya sangat berminat untuk memiliki bukunya “leader as meaning maker”....

josef:
Terima kasih Tasha untuk kunjungannya ke blog ini dan menyimak tulisan2 yang saya hadirkan disini. Bila terasa...


Recent Post

  • Terima Kasih Pintuku Dibuka
  • VALUES Landasan Sukses
  • BERMAKNA Bagi Orang Lain
  • Berani Bersuara
  • Saya Belajar Bersyukur dari Murid SD
  • Mengukir Positive Legacy
  • Coaching for Student’s Resilience
  • Mengasah Intuisi Menginterpretasi Simbol
  • Jeli Saat Menjadi Andalan
  • Banyak Cara Saling Menyapa