Tantangan di Gunung Berbeda

Posted on November 4th, 2016

“Somewhere between the bottom of the climb and the summit is the answer to the mystery why we climb.” (Greg Child)

BERAPA BANYAK KALI kita mengubah alur perjalanan hidup kita? Berapa sering cita-cita awal kita seakan tidak tercapai dan cita-cita itu seakan kembali berubah atau diperbaharui.

Berapa kali kita harus pindah profesi atau perusahaan karena merasa bahwa apa yang sudah dilalui belum memberikan jawaban tuntas apa yang diinginkan? Kita merasa telah banyak kali mengubah arah perjalanan hidup kita.

Tapi bagi universe, tidak ada yang berubah. Semua itu merupakan langkah yang sudah ada dalam “grand plan” kehidupan kita. Apa yang telah kita lalui adalah bagian dari pengalaman hidup yang dibutuhkan untuk bisa memasuki tantangan hidup yang jauh lebih berat lagi di depan kita.

tantangan-di-gunung-berbeda1

Hari Istimewa

Bekerja bersama sudah kita lalui. Berjuang bersama juga telah kita lakukan. Jatuh dan bangun bersama telah menjadi bagian perjalanan bersama. Tawa, canda dan sukaria bersama telah menjadikan hari-hari kita hari yang patut dikenang.

Tapi hari itu, tim mencoba merancang sebuah hari, hari khusus untuk selalu dikenang. Ibarat es krim, ini merupakan topingnya. Ada refleksi perjalanan yang lalu. Ada ungkapan mensyukuri. Ada pemberi semangat untuk langkah ke depan. Ada pula harapan dan doa agar cita-cita ke depan seorang sahabat, Eri Pramono, bisa dicapai.

Hari itu ada sajian berbagai buah segar, mengingatkan kita semua akan kekayaaan nusantara yang bisa memberi kita hidup yang sehat, asalkan kita mau.

Perjalanan 8 Tahun Bersama

Ketika melangkahkan kaki ke dalam perusahaan ini 8 tahun silam, Eri Pramono telah membangun sebuah mimpi bersama tim. Namun sampai pada sebuah titik, suara batinnya membisik, mengikuti irama dan lirik lagu Miley Cyrus, “The Climb”.

I can almost see it.

That dream I’m dreaming, but

There’s a voice inside my head saying

You’ll never reach it

Bukan karena dia tidak mampu mencapai puncak gunung itu. Tapi ternyata ada lagi gunung lain yang lebih tinggi, setelah puncak gunung ini dicapai. Dan panggilan hidupnya adalah untuk mendaki gunung lain lagi bersama tim baru. Pengalaman yang didapat sejauh ini ternyata diperlukan untuk bisa menginspirasi tim baru untuk misi hidup yang baru lagi.

tantangan-di-gunung-berbeda2

Warna Kebersamaan

Tim CHR tidak menyia-nyiakan kesempatan hari itu untuk menyampaikan kesan dan pesan mereka, walau ini bukan pertemuan terakhir. Beberapa verbatim yang saya kutip, tentang siapa sosok Eri Pramono:

  • Friendly, ramah, rendah hati, atasan yang selalu support bawahannya, nggak ragu mendatangi meja anak buahnya untuk ngobrol atau buat lucu buat kita ketawa.
  • Kebapakan yang friendly dan ngerti anak muda, makin lama ternyata kocak banget, ceria banget.
  • Pinter, pengetahuan luas kayak ensiklopedia berjalan, pintar banget hitung kalori makanan, kalau dibawain makanan manis langsung ngoceh ini kalorinya begini-begini, tapi tetap saja mulutnya ngunyah makanan sampai habis.
  • Kami belajar ketelitian, dia detil banget. Pintar masak dan sangat ngerti bumbu dapur, jadi kalau dibawain makanan jangan nanya enak apa nggak, tapi apa yang kurang.
  • Setelah berpisah, yang dikangenin: ketawanya, terbahak-bahak, tawanya lebar, saking terbahak-terbahak takut rahangnya ngga bisa balik lagi.

tantangan-di-gunung-berbeda3

Musik latar masih terus mengalun:

Ain’t about how fast I get there

Ain’t about what’s waiting on the other side

It’s the climb

 

I may not know it,

But These are the moments that

I’m gonna remember most,

Just gotta keep going

Berjalanan bersama sudah kita lalui. Kini, kita tiba di persimpangan jalan. Pak Eri memilih mendaki gunung lain, bukan karena dia ingin meninggalkan kita, tapi karena ada tim lain yang lebih membutuhkan dia. Kita akan sampai di puncak, tapi di gunung yang berbeda. Kami semua mendoakan suksesmu di perjalanan yang baru, namun persahabatan kita akan terus ada dan berkesan di hati kita semua.

“And I, I gotta be strong…Just keep pushing on…There’s always gonna be another mountain…….” (“The Climb”  by Miley Cyrus)

Bookmark and Share

3 Responses to Tantangan di Gunung Berbeda

  1. Eri says:

    Terima kasih Pak Joseph. Terima kasih teruntuk semua anggota tim-ku…

    • josef josef says:

      Terima kasih sama-sama, pertemanan akan terus berlanjut, sambil menunggu sharingnya untuk pengalaman baru. Salam sukses

  2. Ratih says:

    Sukses untuk Pak Eri 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Most welcome coach Wiwin, Be ready for our next exciting project. Thank you for your meaningful contribution.

Herry Windawaty:
Always Inpiring Coach JB. Thank you for the opportunity for us to contribute

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...


Recent Post

  • Buku “LEADER as MEANING MAKER” oleh Josef Bataona
  • Coaching and Inner Guidance
  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET