Kompetitor Utamamu

Posted on January 19th, 2016

“If you do build a great experience, customers tell each other about that. Word of mouth is very powerful.” (Jeff Bezos, CEO Amazon.com)

KALAU PERUSAHAAN punya telinga, gendang telinganya akan bergetar sepanjang tahun. Semakin sukses perusahaan itu, gendang telinganya akan semakin kencang bergetar, apa lagi di seputar akhir dan awal tahun.

Ini pemahaman di desaku, kalau telinga kita berbunyi (istilah mereka untuk gendang telinga yang bergetar) itu artinya ada yang sedang membicarakan kita. Kita pun lalu berharap semoga mereka membicarakan yang baik-baik tentang kita.

Kompetitor Utama

Sebuah pertanyaan besar saya pampangkan di layar lebar, di depan hampir 100 peserta:

“Who is your biggest competitor?”

Karena saat ini masih  ramai diskusi tentang rencana tahunan, peserta memberikan berbagai nama perusahaan atau brand yang menjadi kompetitor mereka. Dan memang tidak salah. Tapi hari itu saya ingin memotret kompetitor dari sudut pandang yang berbeda. “It is YOU, you are the biggest competitor.

Kompetitor

Hasil akhir dari perjalanan sebuah rencana bisnis tentu saja sebuah produk/service yang kompetitif dan punya daya jual tinggi di pasar. Tapi semuanya berawal dari kontribusi setiap individu di perusahaan, apapun perannya, apapun pangkat dan levelnya.

Seluruh proses yang ada di perusahaan juga turut ambil bagian. Ide yang menghasilkan produk bagus tahun lalu akan cepat kadaluwarsa, kalau individu di balik ide itu tidak terus belajar memperbaharui dirinya, terutama dalam dunia di mana perubahan berjalan begitu cepatnya.

Cara sederhana untuk membangkitkan semangat belajar, adalah dengan menempatkan diri sendiri sebagai kompetitor. Diri sendiri yang kemarin dijadikan tolok ukur kemajuan kita hari ini.

Apakah saya cukup puas dengan diri saya yang kemarin: dengan pengetahuan, pengalaman, semangat, cara kerja ataupun pencapaian saya kemarin, minggu lalu, bulan lalu atau tahun lalu? Kalau tidak puas, sekarang saatnya untuk mengatakan:

“YA, saya mau terus menerus belajar untuk bisa menjadi lebih baik dari waktu ke waktu.”

Pilihan Customer

Customer service bukan saja tanggung jawab front liners. Bukan juga mereka yang berurusan dengan customer, entah marketing atau sales. Dan itupun bukan nama sebuah departemen, walau ada perusahaan yang mempunyai nama departemen itu.

Customer service adalah tanggung-jawab semua unsur dalam perusahaan, mulai dari CEO hingga operator atau staf pantry sekalipun. Customer service adalah mindset, perilaku, tata nilai yang menjadi budaya di sebuah oranisasi.

Para leader yang menjadi role-model akan cepat memberikan berbagai contoh dalam keseharian dalam membangun budaya organisasi berbasis ‘Customer’. Dan setiap individu yang telah belajar meningkatkan diri setiap saat, akan juga dengan sukarela membantu yang lain untuk berlari dengan irama yang sama.

“Be the person who brings a little magic to other people’s moments.” (@LollyDaskal)

Dalam situasi yang penuh tantangan ke depan ini, semoga pilihan yang disodorkan oleh Steve Jobs ini menjadi pilihan kita semua.

“A lot of companies have chosen to downsize, and maybe that was the right thing for them. We chose a different path. Our belief was that if we kept putting great products in front of customers, they would continue to open their wallets.” (Steve Jobs)

Dan pilihan itu seharusnya sudah ditanamkan di hati para pimpinan sekarang, tanpa menunggu situasi sulit tiba. Karena dalam dunia yang terus berubah secara cepat, hanya mereka yang terus mempersiapkan organisasi dan manusianya, yang akan bisa terus unggul. Saya pun akan terus mengaca pada diri saya untuk membantu saya terus belajar menjadi lebih baik, dengan pedoman berikut ini.

“Be Yourself, But Better Everyday” (motto Josef Bataona)

Be Your Biggest Competitor – Challenge Yourself Each Day to be BETTER than you were yesterday! (@MikeDurnin)

Bookmark and Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Most welcome coach Wiwin, Be ready for our next exciting project. Thank you for your meaningful contribution.

Herry Windawaty:
Always Inpiring Coach JB. Thank you for the opportunity for us to contribute

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...


Recent Post

  • Coaching and Inner Guidance
  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET
  • A New Horizon Beyond Corporate Life