Mendengarkan Dengan Hati

Posted on June 26th, 2020

“I listened more than I studied, therefore little by little my knowledge and ability were developed.” (Joseph Haydn)

SPONTAN mengatakan OK. Itulah reaksiku saat menerima permintaan untuk webinar sharing. Dan mereka yang hadir di Minggu siang, 21 Juni 2020 untuk belajar bersama ini terdiri dari:

  1. Kategori Peserta: Teman Tuli (65%), Relawan Komunitas dan Juru Bahasa Isyarat (20%), Umum (15%).
  2. Peserta tersebar dari Bontang, Jakarta, Semarang, Bengkulu, Gresik, Bandung, Maluku, Brebes, Banjarmasin, Malang, Surabaya, Kediri, Tarakan, Padang, Bekasi, Cianjur, Solo, dan lainnya.
  3. Lembaga yang terwakili: INBIS Permata Bunda, Pusat Bahasa Isyarat Indonesia, GERKATIN, Pusat Layanan JBI, Komunitas Genaptuli Bontang, Akar Tuli Malang, Komunitas Hubek Tuli Banjarmasin, Komunitas Arek Tuli Surabaya, Thisable Enterprise, Yayasan Ibtisamah, Komunitas Patuka KAJ, Community of Love Tuna Rungu, Klobility by Dayalima Family, Unit Kajian Disabilitas Poltekesos, dll.

Semangat belajar mereka mengagumkan, termasuk saat menyimak beberapa chat spontan saat signal JBI (Juru Bahasa Isyarat) melemah sehingga mereka tidak bisa mengikuti pembicaraanku beberapa saat. Tapi panitia akhirnya menyadari, JBI kedua langsung beraksi dan sayapun mengulangi bagian yang tertinggal.

Saya dibantu oleh dua JBI (Juru Bicara Isyarat): Hasbi Biasafil yang berada di Solo, dan Hanifah Chandra, yang berada di Bontang.

Semangat belajar yang tinggi ini nampak juga dari kemauan mereka untuk mendapatkan coaching, yang langsung disambut oleh Team 5TemanDengar ini.

Menerima Sebelum Terus Melangkah

Kita semua tak ada yang sempurna. Tuhan tentu lebih tahu mengapa kita hadir di muka bumi dengan kondisi seperti ini. Topik yang diminta memang berkaitan dengan Moto Hidupku: Be Yourself But Better Every Day.

Penggalan pertama: Be Yourself, menjadi diri sendiri, memberikan pemahaman bahwa saya menerima dan mensyukuri bahwa:

  1. Saya dilahirkan dari orang tuaku yang ini dan bukan yang lain; dan orangtuaku memang miskin harta, tapi kaya akan pembelajaran hidup.
  2. Kita semua diciptakan unik dan Tuhan menciptakan saya seperti ini, lengkap dengan berbagai talenta agar saya bisa sukses
  3. Saya bertanggung jawab sepenuhnya atas sukses kehidupanku
  4. Kehadiran saya di muka bumi adalah bersama yang lain dengan misi hidup untuk saling membantu

Sementara itu, bagian kedua, Better Everyday, menjadi lebih baik dari waktu ke waktu, mengandung makna:

  1. Kalau semua diciptakan unik berarti yang lain mempunyai keunikan yang tidak saya punyai.
  2. Karena itu saya harus membuka diri untuk bisa belajar dari yang lain, atasan, bawahan, rekan kerja atau siapa saja, bahkan dari kejadian sepanjang hari.
  3. Tujuannya adalah supaya hari ini saya lebih baik dari kemarin dan besok lebih baik dari hari ini.
  4. Saya tidak membandingkan diri saya dengan yang lain, tapi dengan diri saya dari waktu ke waktu.
  5. Ini menjadi panduanku sekaligus memacu saya untuk terus belajar.

Menerima diri kita apa adanya itu penting agar kita tidak menyalahkan siapa-siapa termasuk orang tua kita. Kita tidak mengeluh akan apa yang tidak kita punyai, dan akan bersyukur akan apa yang ada di tangan kita.

Itulah keseluruhan makna dari moto sederhana, yang menjadi panduan positif bagi perjalanan hidup pribadi atau hidup profesionalku. Berikut slide awal webinar.

Mendengar Dengan Hati

Sengaja saya paparkan dua tiga slide yang merujuk pada buku keduaku #CURHATSTAF. Disana saya secara gamblang menyampaikan, bahwa mereka yang punya telinga untuk mendengarkanpun, ternyata belum sepenuhnya menguasai listening skill. Dan buku ini bercerita tentang berbagai contoh ungkapan karyawan yang sangat mengharapkan agar didengar oleh pimpinannya.

Kontras dengan ini, saya meminta testimoni seorang Teman Tuli dari Bontang dan ini ceritanya:

Bukan telinga yang sesungguhnya utama dalam proses mendengar dan memahami orang. Menurut hemat saya, yang terpenting adalah Hati yang terbuka untuk menyimak apa yang diutarakan orang lain, baik yang kita cerna melalui telinga atau dengan Bahasa Isyarat.

Semangat Belajar dan Bertanya

Begitu sesi tanya jawab, ternyata cukup banyak yang ingin diketahui lebih jauh lagi. Terima kasih untuk minat belajar seperti itu. Saya cantumkan tiga pertanyaan, namun akan saya berikan hanya satu jawaban (atas pertanyaan ketiga) karena sesungguhnya saya sudah menjawabinya dalam sesi webinar.

  1. Terdapat 7 elemen agar mampu memimpin diri sendiri, bagaimana jika hanya mampu beberapa dan memiliki kelemahan di salah satu elemen pak?
  2. Bagaimana kita mengatur prioritas pekerjaan jika bekerja disatu kantor dengan beberapa pimpinan?
  3. Bagaimana pandangan pak Josef, dimana anak buah bekerja dengan tulus dan all out, mencoba bekerja dengan sekreatif mungkin. Namun seringkali kreatifitas itu dianggap ancaman, kurang diapresiasi dll. Yang pada akhirnya membuat anak buah menjadi enggan untuk melakukan yang terbaik, dan lebih baik “mengikuti alur standard yang berlaku” meski pada kenyataannya situasi itu bukanlah situasi yang kondusif bagi anak buah utk berbuat yang lebih baik atau do the best.

Jawab: Kita tentu perlu mengenali lingkungan, kebiasaan-kebiasaan, siapa yang kita kerja sama termasuk atasan kita. Bilamana atasan kita lebih suka dengan prosedur dan hasil standar, kita mulai dengan menurutinya. Namun kita mencoba sambil menawarkan ide kreatif yang kita buat, misalnya untuk memperbaiki proses, atau demi mendapatkan hasil lebih baik. Bila setiap kali kita melakukan hal seperti itu, tanpa harus memaksakan ide kita, lebih sebagai pertimbangan tambahan beliau, mudah-mudahan kita akan sampai pada tahap dimana dia akan mengapresiasi usaha kreatif kita.

Berikut ini screen shot sebagian peserta webinar.

Saya memang menawarkan mereka untuk menghubungi saya bila ingin bertanya atau meminta klarifikasi tertentu. Dan sudah ada yang mulai menghubungi saya langsung.

Coaching Pro Bono

Sebagai bagian dari pelayanan kami, dalam sesi webinar ini saya menawarkan sesi coaching pro bono (gratis) untuk Teman Tuli yang berminat. Sebelum webinar saya sudah mendapatkan komitmen dari lima certified coach untuk ini. Sudah saatnya untuk mulai melihat kedalam diri sendiri, potensi apa yang belum dikembangkan, kemampuan apa yang belum dimanfaatkan maksimal. Melalui coaching ini mudah-mudahan masing-masing yang mengikuti coaching bisa menemukan jawaban akan apa yang dicari demi masa depan yang lebih baik.

Sesi webinar dengan menggunakan Juru Bahasa Isyarat, sudah merupakan tantangan dan pengalaman unik. Sesi coaching inipun perlu kami rancang secara matang, karena pasti mereka perlu pendamping Juru Bicara Isyarat yang mereka percaya. Disamping itu penggunaan sarana teknologi serta prosesnyapun perlu pertimbangan tersendiri. Tapi disini letak tantangan menarik yang harus dihadapi penuh sukacita sambil mensyukuri kesempatan ini.

“There is as much wisdom in listening as there is in speaking – and that goes for all relationships, not just romantic ones.” (Daniel Dae Kim)

Bookmark and Share

2 Responses to Mendengarkan Dengan Hati

  1. Agnes Keraf says:

    Selamat siang dan terima kasih Besa untuk berbagi berkat yg menginspirasi. Mendengar dgn hati tidak mudah tapi dapat dilatih dalam keseharian untuk semakin memaknai hidup, mengenali diri dan orang lain yg menjadi bagian dari perjuangan hidup kita.
    Ada makna khusus kah untuk angka 5?

    • josef josef says:

      Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima coaches yang ingin sejenak menjadi Teman Dengar bagi Teman Tuli, melalui proses coaching. Salam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih Elfi, I am who I am because of who we all are. Banyak tangan yang ikut berkontribusi menjadikan...

Elfi:
Sekali lagi tulisan Bapak menjadi sumber pengingat dan penguat Pak, lebih jauh lagi dalam situasi sesulit dan...

josef:
Terima kasih Rolin untuk ulasan detailmu. Kita hadir di muka bumi ini tidak sendirian, dan panggilan hidup...

Rolin:
Lama sebelum mengenal Pak Josef Bataona, saya menginginkan sosok role model dalam hidup saya untuk menajamkan...

josef:
Terima kasih coach Indra, sukses juga untuk bukumu yang baru: Effective Coaching Skills for Leaders. Salam


Recent Post

  • Panggilan Mengubah Paradigma
  • Belajar Bersama dari Buku Leader as MEANING MAKER
  • Sikapi Dengan Hati Yang Jujur
  • Agar Tetap Tegak Diterpa Badai
  • Mengasah Listening Skill Menuju Peran Sebagai MEANING MAKER
  • Tim Membutuhkan TRUST
  • Buku “LEADER as MEANING MAKER” oleh Josef Bataona
  • Coaching and Inner Guidance
  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris