Mensyukuri Hidup Walau Rumput Tetangga Nampak Lebih Hijau

Posted on April 5th, 2013

If the only prayer you said in your whole life was, “THANK YOU,” that would suffice. (Meister Eckhart)

UNGKAPANThe grass is greener at the other side” atau “Rumput Tetangga Nampak Lebih Hijau” sering kita dengar. Bahkan kedengaran lebih lantang dalam kehidupan berkarya. Ini manusiawi, karena ungkapan ini muncul dari kebiasan kita untuk membanding-bandingkan apa yang dipunyai orang lain, dibandingkan yang kita punyai.

Kebiasaan Sejak Kecil

Apakah pernah memperhatikan dua anakmu yang masih kecil nangis rebutan mainan, padahal masing-masing sudah dibelikan mainan? Ini hanya karena mereka mendapat mainan berbeda, yang satu merasa mainan kakaknya atau adiknya lebih bagus dari yang dia punyai.

Begitu mereka beranjak remaja, mereka sudah mulai membandingkan apa yang dipunyai temannya: pakaian, tas, sepatu, kebiasaan nonton dan lain-lain. Cerita ini bukan untuk membuat alasan bahwa membanding-bandingkan itu manusiawi dan sah-sah saja.

Sekarang kita bukan anak kecil lagi. Sudah bisa menganalisa dan mengambil keputusan. Dari mana memulainya?? Bagaimana kalau kita stop membandingkan dan mulai mensyukuri apa yang sudah kita punyai??

Selain rumput, kita mungkin punya kembang yang semerbak setiap hari di taman sendiri, mari kita menikmati kehadiran bunga ini. Kita bisa membuat daftar apa yang kita punyai dalam rumah, dan bagaimana upaya atau kerja keras yang sudah kita lakukan untuk mendapatkannya. Kita syukuri!

Quote dari William A. Ward, mungkin bisa memberikan kita inspirasi:

Be grateful today…

God gave you a gift of 86,400 seconds today. Have you used one to say “thank you?”  (William A. Ward)

Hijaunya Rumput di Perusahaan Sebelah

Kembali ke lingkungan kerja, ungkapan “Rumput Tetangga Nampak Lebih Hijau” pun sering digunakan sebagai alasan untuk mengatakan bahwa perusahaan tetangga memberikan penggajian lebih baik dari perusahaan kita. Bahwa lingkungan kerja di perusahaan lain lebih baik dari perusahaan kita.

Bahwa teman satu kuliah sudah naik mobil sedan 2000 cc, sementara fasilitas kantor saya masih minibus. Kata teman saya, gajinya sudah sekian juta sebulan, masa saya masih 70% dari angka itu? Dan masih banyak lagi cara membuat perbandingan. Apakah benar cara membandingkan? Informasi yang disebutkan itu benar, tapi tidak selamanya komplit.

Ada sebuah perusahaan, karena desakan karyawan untuk mendapatkan Cash Income lebih tinggi (lebih kompetitif), akhirnya memutuskan untuk menguangkan semua non-financial benefit. Fasilitas kendaraan, kesehatan, makan, dll, semuanya dihitung nilai  uangnya dan dimasukkan ke dalam gaji pokok.

Akibatnya, mendadak karyawan mendapatkan gaji baru sebesar antara 40% – 85% dari gaji sebelumnya. Puaskah karyawan perusahaan itu??Pasti! Banggakah mereka ketika membandingkan dengan temannya di perusahaan lain?? Tentu saja. Apakah kebahagiaan itu tahan lama??

Mari kita simak situasi 3 tahun kemudian. Karyawan sudah mulai lupa (atau pura-pura lupa). Mereka mendatangi management dengan menuntut diberikan fasilitas kesehatan seperti perusahaan A; menuntut transportasi seperti perusahaan B; meminta fasilitas makan siang seperti perusahaan C, dan masih panjang lagi daftarnya.

Dan tidak tanggung-tanggung, mereka membawa hasil Remuneration Survey, yang mengindikasikan bahwa banyak perusahaan yang memberikan non-financial benefit seperti yang mereka tuntut. Informasinya memang benar, tapi tidak komplit. Mereka tidak menceritakan juga bahwa yang mereka tuntut itu sudah diuangkan 3 tahun lalu, dan semuanya dimasukkan gaji.

Mensyukuri Hidup

Bagaimana kalau  mulai sekarang kita mengubah mindset kita, dari “Menginginkan Kehidupan Tetangga” menjadi mensyukuri hidup sendiri, sebagai berkat yang kita terima. Bentuk syukur tidak hanya berhenti pada mensyukuri apa yang kita miliki, tetapi lebih jauh lagi dengan berbagi apa yang kita miliki dengan mereka yang membutuhkannya.

Banyak beramal!! Siapa tahu rezeki yang kita peroleh sebagian merupakan titipan rezeki orang lain yang disampaikan melalui tangan kita. Pernahkah kita merenungkan ini??

Di tempat kerja pun selalu ada kesempatan untuk masing-masing kita, ikut ambil bagian dalam menciptakan lingkungan kerja yang menyenangkan.

You may think the grass is greener on the other side, but if you take the time to water your own grass it would be just as green.” (Unknown)

Bookmark and Share

22 Responses to Mensyukuri Hidup Walau Rumput Tetangga Nampak Lebih Hijau

  1. Agnes Murniati says:

    Dear Pak Josef, no other words than “Thank You” for inspiring our day this morning. Gbu.

  2. Stella Maris says:

    Seperti yang sedari kecil Papa saya ajarkan: “Tuhan memberikan manusia waktu 24 jam sehari. Tergantung bagaimana manusia memanfaatkannya.” Yang artinya Tuhan memberikan kesempatan yang sama kepada semua orang.

    Kalau ingin “rumput” kita juga “hijau”, siramilah dengan air. Mengeluh tidak akan membuat sesuatu berubah, tapi berusahalah.

    Dan pastinya selalu bersyukur atas kesempatan yang Tuhan berikan, karena itu pasti yang terbaik.

    Terima kasih untuk pesan indah ini. Gbu.

    • josef josef says:

      Terima kasih banyak Stella, dan setuju sekali dengan komentarmu, sebuah pembelajaran yang ditanamsejak dini di keluarga. Salam dari kami di Pamulang untuk kalian di KL

  3. budhi wirawan says:

    terima kasih pak Josef atas sharingnya….
    betul pak, memang salah satu cara kita mensyukuri adalah dengan berbagi. Misalnya, Kalau kita berbagi pengetahuan , maka kita akan selalu ingat terhadap ilmu yang telah kita ketahui, dan bahkan berpeluang besar untuk menambah ilmu dari orang lain, melalui diskusi…..
    it’s a nice inspiration pak…..

    • josef josef says:

      Terima kasih Budhi Irawan, memang benar, saya juga banyak belajar setelah berbagi cerita dan mendapat input/komentar dari teman2 semua. Jadikan ini sebagai our way of life.

  4. Addiriya Kencana says:

    Saya selalu suka cara Bapak memandang hidup. Sederhana, tapi sangat aplicable dan terutama humble.
    Sukses dan sehat terus Pak 🙂

    • josef josef says:

      Terima kasih Addiriya. Yang penting teman2 yang membaca dapat mengambil manfaat dari tulisan itu dan mengimplementasikannya. Terima kasih sudah mengunjungi blog dan menyimak cerita disini. Salam

  5. Bambang Purnama says:

    Saya jadi berandai-andai Pak Josef…andai saja banyak orang yang dapat mengambil intisari kehidupan seperti yang Bapak ungkapkan dalam konteks yang sederhana tapi sangat mendasar….rasanya hidup ini akan terasa damai…TQ. Pak Josef

    • josef josef says:

      Terima kasih Bambang untuk tanggapannya. Mari kita membuat andai-andai yang lain. Sejak artikel ini di posted sampai dengan tadi malam, data google analytic memperlihatkan sudah ada 204 orang yang mengunjungi blog dan membacanya. Andaikan saja separoh dari mereka tergugah untuk melakukan refleksi, kemudian membagi kisah ini pada dua atau tiga temannya, akan ada sekitar tiga ratus orang yang diajak untuk melakukan refleksi tentang kehidupan masing2. Dan bola akan terus bergulir….. Seperti yang diungkapkan Bambang, akan ada tambahan orang yang ikut ambil bagian menyebarkan virus positif ini dan mencoba hidup sesuai dengan pemahaman ini. Sekali lagi terima kasih Bambang

  6. erlina says:

    Sip, terus berbagi 🙂

  7. Eldo Timothy Sinurat says:

    Terima kasih Pak Josef atas inspirasinya yang benar-benar mengingatkan kita untuk selalu bersyukur. Saya yang masih sekitar 3 tahun di dunia kerja terkadang seringkali membanding-bandingkan dengan teman2 yang memiliki gaji yang lebih besar. Tetapi dengan tulisan Pak Josef, saya jadi bersyukur dengan segala yang saya terima.

    Saya menantikan tulisan-tulisan dan motivasi dari Pak Josef selanjutnya. 🙂

    • josef josef says:

      Terima kasih Eldo, mari kita saling berbagi kisah. Tulisan berikut akan hadir jam 08:00 pagi ini, dan setiap Jumat dan Selasa Pagi jam 08:00. terima kasih Eldo telah berkunjung ke blog dan menyimak cerita2 (ada lebih dari 140 cerita) disini.

  8. Juliana Butarbutar says:

    Terima kasih, pak. Sangat menginspirasi dan mengingatkan saya kembali. Terima kasih, pak. Tuhan memberkati 🙂

  9. Ignacius Hugur Luon says:

    Terimakasih banyak bapak. Sepertinya yang sebelumnya sakit(sedih), stelah baca resep obat (kata-kata motivasi) yang sudah bapak sharing ini pasti jadi sehat (gembira) kembali. Ditunggu lagi pak, sharing berikutnya dari KLINIK(Blog)nya. heheh..

    • josef josef says:

      Terima kasih Ignacius, saya juga termotivasi membaca komentarmu, termotivasi untuk terus menlis di blog ini. Besok pai akan hadir kisah baru lagi, selamat malam!

  10. mudji says:

    many thanks Pak JOS, untuk mengingatkan kembali bahwa kita punya 86,400 seconds, tapi sering kali lupa bersyukur.

    namun, 1 pertanyaan yang sering ada di kepala saya selama ini adalah mengapa high level lebih sulit untuk bersyukur ?

    karena berapapun banyaknya pendapatan, bonus & benefit yang mereka dapat, tetap saja komplain & terkadang komplain-nya tidak masuk akal.

    • josef josef says:

      Terima kasih Mudji, tidak ada yang terlambat, dan kewajiban kita untuk saling mengingatkan. Tentang pertanyaan Mudji, bagaimana kalau saya menggantinya dengan: ada orang yang kondisi ekonominya tidak sebaik Mudji (ini kalau Mudji mau lihat ke bawah), apakah kelakuanmu akan membuat dia bertanya: mengapa orang itu tidak ada terima kasihnya, padahal kondisi ekonominya lebih baik dari saya ? Kisah saya di blok ini justru untuk menghentikan kita membanding2, dan mulai melihat apa yang sudah kita punyai untuk kita syukuri. Sekali lagi terima kasih untuk kunjungannya keblog ini.

  11. Teguh says:

    Sangat menginspirasi dan membantu sekali… Terima Kasih Pak..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih Roy, pasti ada waktunya untuk masing-masing kita, sesuai kebutuhan. Salam sukses

roy:
Senang sekali bila malam itu saya bisa ikut bergabung, berbagi cerita, dan bersilaturahmi dengan pak Jos dan...

josef:
Terima kasih Denitri, pa Pungki sudah mulai membangun dialog untuk menemukan jalan agar CHRP bisa mendapat...

josef:
Selalu sehat dan jangan lupa olahraga rutin, serta ajak teman2 lainnya untuk ikut bersama2. Terima kasih Ratih

josef:
Terima kasih Ratih, kontribusi nyata bisa diberikan ditempat kerja, membuat diri kompeten karena terus...


Recent Post

  • Loyalitas Timbal Balik
  • Self Discovery melalui Coaching
  • Profesi MSDM Berkualitas
  • Fokus Untuk Masa Depan
  • Komitmen Hidup Sehat
  • Leading with Love
  • Paduan Gotong Royong dan Growth Mindset
  • Train the Brain for Growth Mindset
  • Ketertarikan dan Tulus Mendengarkan
  • Paguyuban dan Gotong Royong