No US without U (Bagian 2): Komitmen untuk STOP and START Doing

Posted on October 8th, 2013

“Light gives of itself freely, filling all available space. It doesn’t seek anything in return: it asks not whether you are friend or foe. It gives of itself and is not thereby diminished.” (Michael Strassfeld)

MALAM SEMAKIN LARUT, namun sayang kalau suasana malam tidak dimanfaatkan untuk juga membangun kebersamaan. Lingkungan sudah sangat menunjang, tinggal menambah sentuhan sedikit lagi, maka maksud akan tercapai.

Nyala yang Tak Akan Habis

Dari anjungan tempat dinner, team dipandu menuju kegelapan di bawah pohon besar, masih di pinggir pantai. Di sana ada yang membagi lilin, dan masing-masing kami akan menyalahkan lilin dari nyala lilin yang dipegang oleh yang bertugas. Kemudian kami mengelilingi onggok kayu yang sudah tersedia. Saya pun memberikan pesan;

“Kalau kalian perhatikan, sebuah lilin sudah cukup bisa menerangi sekitarnya dalam kegelapan ini. Sahabat kita yang memegang lilin bernyala tersebut, telah ikhlas membagi nyala lilinnya kepada kita semua, dan ternyata nyala lilinnya tetap sama, tidak berkurang. Sekarang kita semua secara kolektif bisa menerangi sekitar kita dalam radius yang lebih luas lagi. Dan bayangkan kalau masing-masing kita rela membagi terang kita, maka dalam kehidupan kita sehari-hari akan lebih banyak lagi yang mendapatkan manfaat dari terang yang kita bagi.”

“Kalau mengandalkan Lilin, kita perlu banyak usaha dan lama. Sekarang saya akan menyalakan onggokan kayu ini, dan saya mengajak agar semua kita bersama-sama menyalakannya untuk menciptakan sebuah api unggun dengan nyala yang lebih besar lagi. Bersama kita bisa memberikan dampak lebih besar terhadap kebaikan lingkungan kita. Jadilah Terang bagi sekitarmu!!”

STOP Doing

Saya masih meneruskan memfasilitasi team:

“Pada lilin yang kalian pegang, ada sehelai kertas, yang tadinya berfungsi untuk menahan lelehan lilin. Saya minta agar kertas itu dicopot dan berada dalam genggaman tangan kanan. Sekarang pikirkan 2-3 hal, kebiasaan, perbuatan, pikiran yang negatif yang Anda lakukan sejauh ini. Bayangkan dampak negatif pada temanmu, timmu, lingkunganmu. Sangat tidak menyenangkan bagi mereka. Sekarang kita membuat niat untuk menghancurkan kebiasaan itu dengan meremas kertas tersebut, dengan sungguh-sungguh, kemudian lemparkan ke dalam api unggun ini, agar masa lalu negatif tersebut ikut terbakar. Sekarang, rasakan aliran pernapasanmu, sampai terasa lega, pertanda beban itu sudah dikeluarkan, dan sekarang hiruplah udara laut yang segar, udara baru yang bersih memenuhi paru-parumu, sampai terasa nyaman, segar memenuhi seluruh dirimu.”

START Doing

“Bersama, kita telah melangkah. Kita telah menciptakan lingkungan kerja yang menyenangkan kita semua. Itu adalah kontribusi kolektif kita. Kita sudah merasakan hasilnya. Namun belum cukup. Perjalanan kita masih jauh. Saya ingin mengajak kita semua sekarang untuk memikirkan 2-3 hal yang akan dilakukan. Pikirkan apa yang akan Anda sebagai individu lakukan untuk memberikan warna positif pada lingkungan kerja kita. Dan katakan pada diri sendiri: ini yang akan saya lakukan mulai sekarang. Walaupun itu adalah dialogmu dengan diri sendiri, tidak ada yang mendengarkan, namun bila dilakukan dengan sungguh-sungguh, maka gelombang positif itu akan terekam oleh alam semesta yang akan membantumu dalam implementasi.”

Janganlah Cepat Berlalu

Beberapa butir testimony yang menceritakan betapa perubahan yang kami dapatkan dalam perjalanan bersama setelah menerapkan filosofi FISHFun. Dan komitmen kami untuk terus mengembangkan program itu.

Sementara itu, api unggun sudah mulai meredup, kami pun secara bersama mendendangkan lagu  “Kemesraan” … Janganlah Cepat Berlalu…sambil meresapi kebersamaan yang sedang terjadi, walau sebentar, namun … akan  terus kami kenang.

Dan yang kami kenang adalah pelajaran NO US Without You dari sesi tersebut di atas, lanjutan dari 3 (tiga) pelajaran dari posting sebelumnya (poin 4, 5, dan 6):

  1. Setiap anggota tim sama pentingnya, mempunyai peran masing-masing demi hasil tim. Karena itu, kita harus saling menghargai satu sama lain.
  2. Luangkan waktu untuk memberikan apresiasi kepada tim. Ada banyak cara memberikan apresiasi, mulai dari ucapan terima kasih atau bentuk lainnya yang dianggap memadai. Tapi apapun itu, lakukan secara tulus, dari dalam hati.
  3. Banyak potensi tim yang belum di tampilkan. Di luar tugas formal, masing-masingnya mempunyai talenta yang hanya bisa ditunjukkan kalau diberi kesempatan.
  4. Rajinlah berbagi ilmu dan pengalamanmu kepada teman-temanmu yang membutuhkan. Ilmu pengetahuanmu tak akan habis dibagi.
  5. Berusahalah untuk menjadi terang bagi sekitarmu, berperilaku positif, dan jadilah CONTOH perilaku positif untuk sekitarmu.
  6. Setiap individu punya kontribusi untuk memberikan warna positif  pada tim, kontribusi terhadap keberhasilan tim sesuai peran masing-masing.

Terima kasih Tim! Program hari pertama sudah dirancang dan dilaksanakan dengan gemilang!

Ikuti posting berikutnya: “No US Without U (Bagian 3): Warna-warni Belajar di Alam Terbuka”

“I will love the light for it shows me the way. Yet I will endure the darkness for it shows me the stars.” (Og Mandino)

Bookmark and Share

2 Responses to No US without U (Bagian 2): Komitmen untuk STOP and START Doing

  1. handoko says:

    Mantap..banget..menyentuh dan menginspirasi

    • josef josef says:

      Terima kasih Handoko, semua kesempatan kami gunakan untuk belajar dan berbagi. Terima kasih telah mengunjungi blog ini

Leave a Reply to handoko Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih Elfi, I am who I am because of who we all are. Banyak tangan yang ikut berkontribusi menjadikan...

Elfi:
Sekali lagi tulisan Bapak menjadi sumber pengingat dan penguat Pak, lebih jauh lagi dalam situasi sesulit dan...

josef:
Terima kasih Rolin untuk ulasan detailmu. Kita hadir di muka bumi ini tidak sendirian, dan panggilan hidup...

Rolin:
Lama sebelum mengenal Pak Josef Bataona, saya menginginkan sosok role model dalam hidup saya untuk menajamkan...

josef:
Terima kasih coach Indra, sukses juga untuk bukumu yang baru: Effective Coaching Skills for Leaders. Salam


Recent Post

  • Panggilan Mengubah Paradigma
  • Belajar Bersama dari Buku Leader as MEANING MAKER
  • Sikapi Dengan Hati Yang Jujur
  • Agar Tetap Tegak Diterpa Badai
  • Mengasah Listening Skill Menuju Peran Sebagai MEANING MAKER
  • Tim Membutuhkan TRUST
  • Buku “LEADER as MEANING MAKER” oleh Josef Bataona
  • Coaching and Inner Guidance
  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris