Komitmen Hidup Sehat

Posted on September 27th, 2019

“When it comes to eating right and exercising, there is no ‘I’ll start tomorrow.’ Tomorrow is a disease.” (V. L. Allineare)

HIDUP SEHAT ternyata mahal. Tahunya mahal kalau kita sudah sakit dan harus mengeluarkan biaya banyak untuk berobat. Hidup sehat bisa dibuat murah kalau kita tahu cara menyikapinya. Tapi yang perlu disadari sungguh-sungguh (karena kita semua sudah tahu) bahwa menjaga kesehatan itu merupakan usaha seumur hidup, tidak ada program yang instan.

Mengapa Banyak Program Fitness Gagal?

Saya rutin menerima email dari “The 12 Minute Athlete Academy” yang memberikan tips sederhana untuk tetap fit. Email 12 September 2019 dengan subyek: Why most fitness programs don’t work, yang dimulai dengan pernyataan:

“If fitness was simply about knowing what to do – EVERYONE would be fit.”

Masalahnya adalah tidak sedikit yang menjual informasi dan menjanjikan transformasi. Dan cukup banyak yang mengakses atau membeli  informasi itu dan berharap ada magic dari informasi tersebut yang bisa mengubah segalanya, membuat mereka fit secara instan. Sayangnya, menurut tulisan ini:

There are no quick fixes.

There is no magic bullet.

There is no secret that super fit people have that you don’t.

They put in work. Period.

It’s not about what you know, it’s about what you do.

Namun demikian, bila kita bertemu orang yang tepat, kita bisa belajar teknik, strategi, support yang bisa membawa kita dari kondisi saat ini menuju tingkat kebugaran yang kita inginkan. Kita bisa dipandu untuk mengatasi berbagai hambatan mental, melatih disiplin diri untuk selalu berolah-raga, menciptakan kebiasaan yang akan membantu perubahan demi kesehatan dalam jangka panjang. Dan latihanpun tidak hanya mengandalkan Gym. Latihan rutin seperti di foto ini bisa saya bersama istri lakukan di taman rumah, bila tidak sedang ke gym, dengan alat bantu bambu atau tangga.

Personal Trainer

Saat saya bertemu pa Rori M. Putra, beberapa tahun lalu, saya sampaikan bahwa walaupun saya sudah rutin olahraga, saya ingin dipandu oleh professional, terutama untuk saat seperti sekarang di usia lanjut.

Saya memintanya untuk merancang program tiap latihan yang bisa menyasar antara lain: strength, mobility, flexibility, endurance, agility, balance, speed, dan lain-lain. Dan karena usia saya tidak muda lagi, porsi dan beban latihan akan dia sesuaikan.

Kami disiplin menggunakan log book yang ditulisi apa saja latihan yang dilakukan, mulai dari warming up hingga cooling down, berapa beban dan porsi latihan (berapa set). Log book yang saya gunakan (bukan kebetulan) bertuliskan kata-kata memotivasi di cover depan: Change Yourself, Change the World, dengan icon kupu-kupu yang biasa saya gunakan untuk program transformasi di bidang Human resources.

Pandangan Pelatih

Suatu waktu dalam obrolan singkat usai latihan, pa Rori memberikan komen: Sebetulnya dengan catatan-catatan yang ada di log book pa Josef bisa berlatih sendiri tanpa Pelatih. Tapi yang akan terjadi adalah, setiap kali ke gym, latihan yang dilakukan adalah yang favorit, yang disukai saja, jadi hanya sebagian tubuh yang rutin dilatih, sementara lainnya tidak.

Sementara itu, atas pertanyaan saya, dari berbagai pengalaman pa Rori melatih klien lainnya, apa saja yang bisa membuat komitmen klien tinggi untuk terus berlatih, beliau menjawab:

  1. Keputusan dalam memilih waktu dan tempat latihan yang tepat akan mengurangi kemungkinan untuk absen.
  2. Olahraga tidak diberi label sebagai kewajiban, tapi sebagai kebutuhan, karena saya suka bercerita bahwa manusia itu harus bergerak, if you don’t move it you lose it.”
  3. Untuk menjadikan kebutuhan, harus konsisten bergerak dan latihan

Sementara itu, The 12 Minute Athlete Academy membenarkan bahwa transformasi diri untuk tetap fit dan sehat hanya bisa terjadi:

If you’re ready to INVEST in yourself.

If you’re ready to COMMIT to levelling up.

If you’re ready to CHANGE your trajectory.

Nah pertanyaan selanjutnya adalah HOW. Tapi mulailah dengan percaya bahwa kita BISA dan carilah pelatih yang tepat. Terima kasih pa Rori M. Putra. Kontribusimu untuk kesehatanku sungguh luar biasa.

“Health isn’t about being “perfect” with food or exercise or herbs. Health is about balancing those things with your desires. It’s about nourishing your spirit as well as your body.” (Golda Poretsky)

 

Bookmark and Share

2 Responses to Komitmen Hidup Sehat

  1. Ratih says:

    Salam sehat Pak Josef 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih pak Aktry Sani Husni, kalau saya bisa kalianpun bisa, dimulai dengan hal kecil keseharian. Yang...

Aktry sani Husni:
Bapak luar biasa, banyak ide sederhan yang muncul setelah mendengarkan materi bapak. Salah satu nya...

josef:
Terima kasih sama2 Lia, ditengah kesibukanmu dalam perjalanan baru, masih sempat menyimak tulisan ini dan...

lia catri:
Mungkin inilah makna Develop yang semakin diperkaya dewasa ini. Bukan hanya: How do I become better?...

josef:
Terima kasih mba Rani, untuk memberikan ulasan tambahan tentang apa yang dihayati saat menyimak paparanku....


Recent Post

  • Jangan Hanya Menekan Tombol Lantai
  • Menerima Kebaikan dan Membaginya Kembali
  • Mengembangkan Manusia Ketika AI Semakin Pintar
  • Jaga Harmoni Samakan Sudut Pandang
  • Beyond the Moment
  • Creating Moments
  • Sebelum Pensiun, Sudahkah Kita Menyiapkan Diri?
  • Pertemanan yang Mendorong Pertumbuhan
  • Ketika Hidup Menjadi Sekolah Kepemimpinan
  • Dari Best Practice Menuju Next Practice