Menyikapi Teknologi Secara Bijak

Posted on March 8th, 2024

“It’s no longer the big beating the small, but the fast beating the slow.” (Eric Pearson)

PERUBAHAN BERJALAN CEPAT. Istilah komputerisasi telah berganti dengan digitalisasi. Belum rampung diskusi itu, telah hadir di tengah kita Artificial Intelligence (AI). Apalagi setelah keluar dari pandemi banyak perusahaan terus menata langkah untuk jalan cepat atau berlari agar tidak ketinggalan dari kompetitor. Teknologi terus diberdayakan, termasuk Artificial Intelligence untuk membantu mengelola berbagai big data, untuk menggali insightnya serta memberikan rekomendasi demi pengambilan keputusan. Dimana status kita dalam perjalanan ini? Berbeda-beda dari satu perusahaan ke perusahaan lain. Apakah kita harus menunggu? Silahkan, namun mengejar ketinggalan lebih sulit dari terus melangkah mempersempit kesenjangan.

 

Manusia Menjadi Pusat

Saya berkesempatan untuk turut hadir dalam talk show yang diselenggarakan di @America, sepanggung dengan Alison Behling, Science and Technology Officer US Embassy Jakarta, dan Aranggi Soemardjan, Presdir Tokyo8 Indonesia, Director of Strategy & Innovation, Scala Group Pte. Ltd, Co-founder Clevio.co dengan Moderator Audi Lumbantoruan.

Saya tertarik menerima tantangan ini, karena saya yakin bisa belajar banyak dari pengetahuan dan pengalaman praktis pa Aranggi. Dan ternyata dugaan saya benar.

Dua pembicara lainnya memang fokus pada penggunaan Teknologi kekinian, Generative AI, baik dalam administrasi pemerintahan seperti yang dipaparkan oleh Alison, atau di bidang industri termasuk UMKM.

Untuk mengimbanginya saya memadukan paparan tentang AI ini dengan pentingnya memasukkan human elemen dalam implementasi.

Konsul Manager atau Tanya ChatGPT

Sudah cukup lama Artificial Intelligence digaungkan. Ada Perusahaan yang menyambut hangat, mempelajari dan mencoba mengimplementasikannya. Unilever misalnya, mencoba menggandeng expert AI   untuk membantu mendesign proses recruitment secara online, demi efficiency, termasuk game-game yang dikembangkan Pymetrics, Dalam melakukan seleksi Unilever Future Leader, sudah dilakukan secara online mulai dari apply, Games assessment, Digital interview, sampai akhirnya calon bertemu face to face dengan manager in charge. Menurut Leena Nair, CHO Unilever yang menginisiasi proyek ini, dengan 1.8 juta lamaran yang harus diproses setiap tahun, proses seleksi dengan system ini telah menghemat 70.000 jam kerja untuk wawancara. (sumber: Artificial Intelligence in Practice, by Bernard Marr and Matt Ward)

Perusahaan yang sudah menggunakanpun terus berlari cepat. Berita di awal tahun ini mengabarkan perusahaan teknologi di Singapore sudah siap untuk melakukan upskilling para karyawan senior usia 50 tahun keatas. Sementara itu berita lainnya menyebutkan bahwa Gen Z lebih cenderung bertanya pada ChatGPT untuk mendapatkan saran tentang karier mereka, karena mereka tidak mendapatkannya dari manager mereka. Yang terakhir ini memang tidak bisa digeneralisasi, tapi setidaknya sudah memberikan wake-up call untuk kita semua.

Highlight dari Buku Memanusiakan Manusia

Materi yang saya sampaikan juga bersumber dari 3 buku andalan ini. Dari sana banyak pengalaman praktis yang didesign bersama para direksi atau line managers untuk diimplementasikan secara bersama-sama. Dan penekanan pada human elemen memang sangat kental dari praktek tersebut. Berikut slide yang merujuk ke buku Memanusiakan Manusia, Seni Mengangkat Harkat Karyawan Sebagai Manusia, yang juga merupakan rangkuman dari apa yang dibahas malam itu.

Bantuan AI

Karena hari itu saya hadir di sesi ini untuk bicara tentang aspek manusia dalam operasi penuh teknologi modern, saya juga tergoda untuk bertanya pada ChatGPT:

I will make a presentation about AI-ready workforce: Championing Human-centric technology. What is your advice for my closing statement?

Berikut saran AI untuk Closing Statement, yang saya jadikan slide terakhir presentasiku.

Closing Statement:

“As we conclude our exploration into building an AI-ready workforce and championing human-centric technology, let us carry forth the vision of a future where machines amplify human capabilities, foster creativity, and empower individuals to thrive in an ever-evolving landscape. Together, let us embark on this journey with determination, empathy, and a steadfast commitment to placing humanity at the heart of technological advancement. Thank you.” 

 

Sesi ini hanya sebentar, namun harapan kita semua adalah bagaimana mengambil langkah nyata untuk membuat diri kita dan perusahaan kita tetap relevan dengan kekinian dalam beroperasi.

“Together, let us embark on this journey with determination, empathy, and a steadfast commitment to placing humanity at the heart of technological advancement.” (closing statement from my presentation @america)

Catatan: Karena perjalanan ke luar kota seminggu, tak ada postingan artikel baru di tanggal 15 Maret. Postingan baru akan hadir 22 Maret

Bookmark and Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Semangat pagi Santi, terima kasih untuk terus menyimak tulisan di blog ini. Semoga bermanfaat, terutama dalam...

Santi Sumiyati:
Selamat pagi Pak Josef. Membaca tulisan Bapak seperti “me-recharge daya” pikiran dan...

josef:
Terima kasih Reinaldo. Saran sederhana sudah dicantumkan dalam komenmu: leader yang mau paham situasi, minta...

Vicario Reinaldo:
Terima kasih untuk sharingnya Pak Josef. Resonate sekali dengan saya yang sering membantu para...

josef:
Terima kasih catatannya mas Anton, setuju harus pandai membawa diri, dalam membangun trust dan respect dari...


Recent Post

  • Mindset Sehat Penuh Syukur
  • Memasuki Lingkungan Baru
  • Menyikapi Teknologi Secara Bijak
  • Sejuta Senyum PEACE HR Society
  • Saling Menyemangati
  • Generosity of Spirit
  • Ciptakan Pengalaman Bermakna
  • Apa Yang Engkau Cari?
  • Asyiknya Belajar Bersama
  • Komitmen Perusahaan akan Peran Ibu