“Thank You”

Posted on November 8th, 2011

Bagi yang pernah mengikuti atau mendengarkan presentasi saya, mungkin sudah cukup familiar dengan gambar ini. Gambar di sebelah ini selalu saya gunakan sebagai penutup semua presentasi saya.

Mengapa?

Sebuah gambar yang terlihat sederhana ini memiliki makna personal yang mendalam untuk saya. Dengan kalimat yang singkat dapat dikatakan bahwa, gambar dari anak kecil ini telah menginspirasi saya.

Ceritanya begini. Suatu hari ketika sedang mengobrol dengan CFO saya, beliau bercerita bahwa putrinya sangat suka makan kerupuk. Beberapa lama setelah itu kebetulan saya melakukan perjalanan ke Lampung, Pulang dari sana saya membawa oleh-oleh kerupuk, salah satunya saya berikan kepada putri CFO saya itu.

Tidak disangka, buah tangan yang bagi saya sederhana itu ternyata membuat sang putri CFO sangat senang. Keesokan harinya saya diberi gambar di atas, yang dilukis sendiri dengan crayon oleh sang putri sebagai ucapan terima kasihnya. Saya tersentak. Terharu dengan perhatian anak kecil itu. Saat itu juga saya jadi terinspirasi, betapa hal kecil seperti ini dapat memberikan efek emosional yang luar biasa. Sejak saat itu saya pun terus berusaha untuk selalu memberikan sentuhan personal pada hal-hal yang saya lakukan.

Misalnya, dalam memberikan notes kepada karyawan, ucapan terima kasih atau apapun, sebisanya saya menggunakan tulisan tangan saya sendiri untuk memberikan sentuhan personal itu. Dan, rupanya, tidak saya sangka, banyak di antara mereka yang masih menyimpan tulisan tangan saya tersebut. Seandainya saya hanya menulis email misalnya, mungkin saja tidak akan mempunyai efek sebesar itu.

Saya jadi ingat, suatu hari pernah mendapat surat dari Paul Polman di London. Paul Polman adalah orang nomor 1 Unilever pusat. Surat itu hampir saja saya buang karena di sampul surat terlihat ada tulisan buruk yang sulit dibaca sehingga tidak jelas tujuan dan asalnya. Baru setelah saya perhatikan baik-baik, itu adalah tulisan tangan Paul Polman sendiri.

Dalam suratnya beliau mengapresiasi saya secara pribadi tentang kegiatan Talent & Organization yang kami lakukan di Unilever. Surat tersebut masih saya simpan hingga sekarang, dan saya masukkan ke dalam “Jewellery Box” saya.

Nah, mengenai “kotak perhiasan” saya ini akan saya ceritakan dalam posting selanjutnya. Dalam posting ini kiranya saya hanya ingin mengingatkan kepada semua, hal kecil yang sering kita lupakan. Tidak sulit kok memberikan sentuhan pribadi yang akan memberikan dampak besar pada orang-orang yang kita temui.

Agar tidak lupa, maka gambar Thank You di atas selalu saya pasang untuk mengingatkan saya.

(Ini adalah bagian belakang kartu ucapan terima kasih itu. Sebuah goresan sederhana dari crayon seorang anak kecil di atas kertas karton biasa).

Bookmark and Share

5 Responses to “Thank You”

  1. Erna Sidhi Prasena says:

    Wah saya gak sempat kenal sama Gomez ya….lucu juga ceritanya. Ngomong2 saya juga pernahkan makan emping jagung di Merry bosa…sejak itu saya suka sekali dan selalu cari emping jagung itu

  2. Erna Sidhi Prasena says:

    He he he salah ketik, maksudnya di mercy-nya bos Josef

  3. Ria Pah says:

    orang sering kali melupakan hal yang kecil, padahal dari hal kecil kita bisa jadi besar. Om Josef tulisannya banyak menginspirasi saya, nanti saya share tulisan saya ya om…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih pa Supriyono. Semoga sehat selalu. Salam

SUPRIYONO:
very inspiring article ..

josef:
Dear Farika, Terima kasih untuk merujuk pada tulisan ini, semoga bermanfaat. Happy to discuss, bilamana...

Farika Andhini:
Pak…saya lagi coba survey kecil2an ttg engagement..saya teringat bapak pernah tulis tema ini....

josef:
Terima kasih sama2 Cita, sudah semakin jarang ketemu yang seperti ini, karena itu saya sengaja mengangkatnya...


Recent Post

  • Paduan Gotong Royong dan Growth Mindset
  • Train the Brain for Growth Mindset
  • Ketertarikan dan Tulus Mendengarkan
  • Paguyuban dan Gotong Royong
  • Panggilan Untuk Mengubah Paradigma
  • Gaya Hidup di Era Percepatan
  • Simple Daily Human Tips
  • 3S: Say Stay and Strive
  • Ecosystem For Learning Agility
  • Guru Yang Tulus Melayani