Anak Desa Menginspirasi Anak Desa

Posted on August 25th, 2015

“All great things have small beginnings.” (Peter Senge)

SAYA patut mengucapkan terima kasih kepada Kepala Sekolah SMP APPIS (Aksi Putra Putri Ikan Sembur) di Desa Lamalera, yang mengijinkan saya untuk bertemu muka dengan siswa-siswi SMP. Saya ingin berbagi kisah, yang mudah-mudahan bisa membuka wawasan mereka, membangun ragam mimpi, dan selanjutnya bisa berusaha untuk meraih sukses di bidang sesuai pilihannya atas ketersediaan yang lebih banyak. Ini merupakan satu dari rangkaian acara yang akan saya kisahkan dalam posting selanjutnya.

foto1

Kisah Keseharian

Saya mencoba untuk mengangkat beberapa pengalaman keseharian yang mudah dicerna. Perjalananku sebagai seorang anak nelayan, akan segera membuat mereka merasakan bahwa yang sedang berbicara juga punya kehidupan awal seperti mereka. Bahwa saya perlu berjuang untuk bisa hidup dan kuliah di kota besar, bisa mereka pahami, karena kondisi ekonomi keluargaku kurang lebih sama seperti mereka. Bahwa saya bisa mengatasi semua kesulitan itu, akan membuka mata mereka bahwa kalau mereka mau, mereka pun bisa.

Sebuah kisah yang sempat saya rekam sebelum sharing, bahwa ada anak yang bercita-cita menjadi Pastor, hanya kerena dia tertarik untuk pergi ke manca negara, seperti halnya Om-nya yang selalu bercerita pengalaman sebagai pastor yang studi di luar negeri atau mengunjungi negara lain. Karena itu saya juga selipkan kisah pengalamanku bekerja dan berkunjung ke negara-negara di kelima benua.

Saya juga berkesempatan menghadiri HR Directors Meeting di Stadium Chelsea, yang membuat mata mereka bersinar. Kisah ini cukup memotivasi mereka bahwa suatu hari di antara mereka ada yang bisa berkunjung ke stadium tim favoritnya.

Pasar Barter

Pagi sebelum sharing saya sempat mengunjungi Pasar Barter, melihat kalau-kalau ada hal baru yang saya belum ketahui. Di forum ini, setiap Jumat pagi, berkumpul orang-orang dari berbagai desa, yang membawa hasil pertanian untuk dibarter dengan hasil laut yang dibawa orang-orang Lamalera.

Hasil pertanian yang dibawa misalnya jagung, padi, sayur-mayur, ubi, pisang, atau siri/pinang, tembakau, dan lain-lain. Sementara itu yang dari Lamalera akan membawa ikan dan garam.

foto2

Yang memfasilitasi aktivitas ini adalah mandor pasar. Dia akan memberikan aba-aba berupa tiupan pluit panjang tandanya transaksi dimulai. Sebelumnya semua harus duduk di tempat dengan barang dagangan masing-masing. Yang dimaksud transaksi di sini adalah proses BARTER, ikan ditukar dengan bahan makanan atau dagangan lainnya. Rupanya ada anak kecil yang selalu memperhatikan apa yang dilakukan oleh mandor pasar tersebut. Apa hasilnya ?

Sebuah Mimpi Sederhana

Ketika anak kecil tersebut ditanyakan tentang cita-citanya  kalau sudah besar nanti, spontan dijawab: “Mau jadi mandor pasar”. Saya tidak sempat bertemu dengan anak ini untuk menggali apa dasar cita-cita ini, dan apakah cita-citanya masih sama. Namun dugaan saya, dia melihat mandor pasar kerjanya enak, niup pluit dan kumpulkan makanan sebagai kontribusi bagi petugas pasar.

Atau dia mencermati mandor pasar itu punya kekuasaan besar sekali. Semua orang di pasar tidak akan mulai jual beli sebelum diperintah mandor pasar dengan tiupan peluit panjang. Dia bayangkan sebuah profesi yang asyik. Salahkah itu? Sama sekali tidak.

foto3

Guru pun Terinspirasi

Dalam percakapan dengan kepala sekolah, dia berterima kasih bahwa ada sumbangan sharing seperti itu, yang bisa membuka mata anak-anak sekolah. Terutama karena yang empunya cerita adalah orang sekampung. Dan dia pun menyampaikan bahwa bukan saja murid, tapi guru juga mendapat inspirasi untuk bagaimana menginspirasi murid mereka. Salah satu butir Misi yang terpampang di dinding sekolah memang berbunyi:

“Membentuk generasi yang cerdas, terampil dan inovatif”

Sementara itu di dinding lainnya tergantung tulisan tentang Kompetensi Guru. Salah satu sub item Kompetensi Kepribadian berbunyi:

“Mengembangkan Diri Secara Berkelanjutan”

Hasil didik dari SMP APPIS ini, memperlihatkan bahwa dalam 10 tahun terakhir ini masuk dalam top 10 se-Kabupaten Lembata dengan lulusan 100%. Sebuah hasil yang patut dibanggakan. Namun Kepala Sekolahnya juga menyadari bahwa untuk membentuk generasi yang cerdas, terampil dan inovatif, gurunya pun perlu terus belajar demi mengembangkan diri secara berkelanjutan.

Mereka juga Pasti BISA

Dari Jakarta, kita mendengar rencana Menteri Pendidikan Pak Anies Baswedan untuk memacu kecintaan murid membaca, dengan memberi kesempatan murid membaca 15 menit sebelum pelajaran dimulai. Di SMP APPIS pun Kepala Sekolah merencanakan yang sama, termasuk meminta muridnya untuk lebih dalam mencerna kisah perjalananku yang ada dalam Buku “Kisah Rp 10.000 yang Mengubah Hidupku”, yang mereka peroleh.

Seluruh acara temu muka dengan siswa/siswi SMP diarahkan menuju ke Pesan Utama yang saya sajikan untuk menutup pertemuan hari itu, adalah:

“Kalau saya sebagai anak nelayan Desa Lamalera bisa berkiprah di pentas nasional dan internasional, maka kalian semua juga pasti BISA.”

“I’m not telling you it is going to be easy – I’m telling you it’s going to be worth it.” (Art Williams)

Bookmark and Share

4 Responses to Anak Desa Menginspirasi Anak Desa

  1. Mawardi says:

    Selamat siang Pak Josef.
    Menarik, setelah membaca tulisan Pak Josef di atas.

    Namun yang menyentuh perhatian saya yaitu salah satu Misi dari sekolah tersebut yaitu

    ““Membentuk generasi yang cerdas, terampil dan inovatif”.

    Kalau boleh saya koreksi, menurut hemat saya, ini lebih cocok ke arah “Visi” bukan “Misi” dari sekolah. Misalnya salah satu sekolah mempunyai Visi sebagai berikut:

    Visi :

    “Terwujudnya generasi yang Kreatif, Inonvatif, Unggul, Berbudi Luhur dalam Iptek dan Imtaq.”

    Dan, indikator untuk mencapainya antara lain adalah:

    1. Terlaksananya proses pembelajaran dan bimbingan yang kondusif dan efektif .
    2. Terbentuknya generasi yang beriman dan bertaqwa, cerdas, terampil, kreatif, inovatif, mandiri, berdedikasi, berdisiplin, bertanggungjawab, memiliki sikap gotong royong, hormat dan santun kepada orang tua, cinta almamater, cinta tanah air dan bangsa
    3. Unggul dalam prestasi belajar (akademik), penguasaan ketrampilan dan Iptek (Life Skill)
    4. Terlaksananya perilaku akhlaqul karimah (budi pekerti luhur) dalam kehidupan sehari-hari bagi warga sekolah dalam upaya mewujudkan kesejahteraan lahir dan batin

    Misi :

    1. Melaksanakan proses pembelajaran dan bimbingan secara efektif dengan mengoptimalkan pelaksanaan proses pembelajaran aktif, kreatif dan menyenangkan. Serta meningkatkan kinerja guru dan pegawai melalui pelatihan
    2. Membentuk generasi yang beriman dan bertakwa, cerdas, terampil, kreatif, inovatif, mandir, berdedikasi, berdisiplin, bertanggungjawab, memiliki sikap gotong royong, hormat dan santun kepada orang tua, cinta almamater, cinta tanah air dan bangsa melalui kegiatan intra dan ekstrakurikuler.
    3. Menumbuhkan semangat keunggulan dalam prestasi belajar, bekerja, bersikap dan bertindak yang dilandasi oleh semangat kekeluargaan, keteladanan dan kesadaran dan tanggungjawab dari seluruh warga sekolah.

    Dan untuk membentuk generasi yang cerdas, terampil dan inovatif, gurunya pun perlu terus belajar demi mengembangkan diri secara berkelanjutan.

    Demikian, sedikit masukan dari saya dan salam sukses selalu untuk Pak Josef.

    • josef josef says:

      Terima kasih Mawardi untuk tanggapannya. Yang saya paparkan adalah yang tertulis di dinding sekolah, yang menurut kepala sekolah, merupakan hasil diskusi mereka.
      Saya tidak pada posisi untuk menilai benar/tidaknya pembuatan Visi/Misi, tapi salah satu aspek yg saya kutip, merupakan sesuatu yang sangat bagus, yg ingin diraih sekolah itu.
      Namun demikian, akan saya teruskan inputmu, dan terima kasih sebelumnya atas masukannya.

  2. Irene Sandra says:

    Selamat pagi dan selamat datang kembali Pak Josef. Terima kasih atas oleh-oleh sharingnya.
    Sandra sangat tertarik dengan semua bagian peristiwa dari artikel ini karena menurut saya semua manusia mengalaminya termasuk kita. Seperti kalau kita ingat waktu kecil siapa yang kita idolakan dan ingin menjadi apa, dstnya artinya kita juga mengalami hal-hal yang dialami anak-anak di desa tersebut.
    Kemudian apakah itu tercapai atau tidak kita harus melalui proses dan terbukti kemudian tergantung kita sendiri yang menetapkan garis finishnya.
    Proses itulah yang merupakan bagian yang sangat penting dalam mencapai tujuan kita atau visi kita.
    Sepanjang kita hidup, kita memerlukan visi dan misi agar kita tidak salah arah. Kita harus terus menciptakan mimpi-mimpi kita selanjutnya.
    Sandra rasa juga apa yang Pak Josef share ini akan dapat kita terapkan di dalam diri kita dan juga keluarga kita terlebih anak-anak kita karena kitapun adalah guru bagi anak-anak kita.
    Saya sangat suka kalimat penutup dari bapak :“I’m not telling you it is going to be easy – I’m telling you it’s going to be worth it.” (Art Williams)….. Bravo dan terima kasih Pak atas pencerahannya.

    • josef josef says:

      Terima kasih Sandra untuk tanggapannya, dengan mengangkat butir2 penting dari paparan saya. Semoga kita semua bisa berperan aktif untuk memberikan manfaat positif untuk siapa saja sekitar kita, entah dalam keluarga, di tempat kerja atau di tengah masyarakat. Salam

Leave a Reply to josef Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih Elfi, I am who I am because of who we all are. Banyak tangan yang ikut berkontribusi menjadikan...

Elfi:
Sekali lagi tulisan Bapak menjadi sumber pengingat dan penguat Pak, lebih jauh lagi dalam situasi sesulit dan...

josef:
Terima kasih Rolin untuk ulasan detailmu. Kita hadir di muka bumi ini tidak sendirian, dan panggilan hidup...

Rolin:
Lama sebelum mengenal Pak Josef Bataona, saya menginginkan sosok role model dalam hidup saya untuk menajamkan...

josef:
Terima kasih coach Indra, sukses juga untuk bukumu yang baru: Effective Coaching Skills for Leaders. Salam


Recent Post

  • Panggilan Mengubah Paradigma
  • Belajar Bersama dari Buku Leader as MEANING MAKER
  • Sikapi Dengan Hati Yang Jujur
  • Agar Tetap Tegak Diterpa Badai
  • Mengasah Listening Skill Menuju Peran Sebagai MEANING MAKER
  • Tim Membutuhkan TRUST
  • Buku “LEADER as MEANING MAKER” oleh Josef Bataona
  • Coaching and Inner Guidance
  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris