Dampak Kata-Kata Positif

Posted on November 6th, 2018

“Words have power. They work. That’s why poetry can affect people. That’s why music and lyrics and songs affect people, and that’s why chants and prayers and affirmations and all those various things affect the frame of mind.” (Sammy Hagar)

SEJUK KATA-KATA YANG DIDENGAR. Komentar seorang sahabat tentang pengalamannya berbicara dengan seorang pemimpin. Bisa diperjelas dengan contoh agar kami paham? Demikian desak saya.

Saya berjam-jam bicara dengan beliau terasa energizing. Kata-kata yang keluar dari mulutnya seakan diatur, bukan saja berkaitan dengan runut logikanya, tapi pilihan kata-katanya yang sangat positif dan menginspirasi. Intonasi dan expresi wajahnya pun akan sejalan dengan penekanan makna kata-kata yang sedang dia ucapkan.

Ada tulisan di blog Lead Change yang menarik perhatian saya untuk saya angkat sebagai tulisan di sini. Judulnya: ‘We are all leaders when it comes to conversation’.

(Sumber simak DI SINI

Dampak Kata-kata dalam Pembicaraan

Apapun peran kita, kita senantiasa terlibat dalam pembicaraan. Dan kita sering melakukannya, baik ke dalam dengan diri sendiri ataupun keluar dengan orang lain, tapi jarang kita menyadari kata-kata yang digunakan dan dampaknya.

Sebagaimana halnya ikan yang hidupnya sangat tergantung pada air, hidup, kesehatan dan sukses kita ternyata banyak dipengaruhi oleh kata-kata yang kita ucapkan atau diucapkan oleh orang lain. Riset membuktikan bahwa kata-kata bisa memberikan dampak menambah atau mengurangi usia kita sebagai berikut:

  • Bila kita merasa disepelekan, ditakut-takuti, dipersalahkan, dipermalukan, hormone stress (termasuk cortisol, norepinephrine, and testosterone) akan mengalir dan menstimulasi reaksi fight (menyerang balik), flight (menghindar) atau freeze (meredam). Ini merupakan perilaku melindungi diri, tapi juga mencegah kita untuk berhubungan dengan orang lain, dan membatasi pemikiran kreatif dan critical kita. Bila sering terjadi, hormone stress ini akan melemahkan immune system dan memperpendek usia kita.
  • Saat kita merasa dihargai, merasa aman, dibesarkan hati, tubuh kita akan melepas hormone yang berbeda (termasuk oxytocin, serotonin, dopamine dan endorphins). Hormon tersebut akan membuka dan memperlebar kapasitas otak kita untuk berhubungan dengan yang lain dan memberikan akses untuk berpikir kreatif dan kritis. Hormon ini akan meningkatkan system kekebalan kita serta menambah panjang usia.

Karena kita semua terlibat dalam pembicaraan, masing-masing kita juga bisa mengambil “leadership role” untuk memungkinkan semua orang merasa nyaman. Menyadari tentang bagaimana kita terlibat dalam pembicaraan (termasuk pemilihan kata-katanya) menumbuhkan pikiran tentang “KITA”, yang akhirnya menumbuhkan tim yang solid dan produktif. Bagaimana caranya?

Dua Langkah Sederhana

  1. Ask generative questions tentang diri anda atau yang lain.

Anda memang tidak punya jawaban untuk pertanyaan ini. Jawaban atas pertanyaan ini akan membuat: “the invisible visible, build shared understanding, deepen relationships, and surface possibilities.” Contoh:

  • Bila Anda ingin menarik diri dari meeting karena merasa terancam atau tidak aman, tanyakan pada diri Anda sendiri: (pertanyaan sengaja saya biarkan dalam Bahasa Inggeris): “Where’d that response come from? Is it justified? Could I have misunderstood? What might I ask here or how could I add value?”
  • Bila Anda memperhatikan ada yang lain bersikap defensive atau meremehkan yang lain, ajukan pertanyaan: “What’s going on for you? What would you like to have happen? How can I support you? What do you need?”
  • Jila orang lain (termasuk pimpinanmu) terjebak dalam complex challenge ajukan pertanyaan:  “Do you think the whole team working together might be able to break through this? What is it that our customers really want? What are we trying to accomplish? What’s our bottom line aspiration?”
  1. Begin with a positive frame.

Bicarakan tentang apa yang Anda maui, bukannya apa yang Anda tidak mau. Ciptakan nada pembicaraan yang apresiatif dan positif dalam pembicaraan. Misalnya:

  • Bila teman bicara tentang pekerjaan yang tidak diselesaikan, daripada membicarakan kegagalan mereka, berbicaralah tentang apa yang harus mereka lakukan agar bisa selesai tepat waktu.
  • Bila jalannya pertemuan di perusahaanmu buang-buang waktu, daripada mengomentari betapa jeleknya penyelenggaraan meeting, sebaiknya berbicara tentang bagaimana membuat meeting kita lebih efektif, efisien dan engaging.
  • Dalam foto berikut, apapun yang sedang dipikirkan, dialog apa yang sedang terjadi dalam dirimu, hendaknya memunculkan kata-kata positif menginspirasi.

Siapa saja di level manapun dalam organisasi bisa memilih kata-kata yang tepat untuk memulai atau mengubah pembicaraan. Setiap orang bisa mengajukan pertanyaan yang beda dengan pola normal demi menumbuhkan ide-ide baru. Kita semua “conversational leaders” kalau kita memilih demikian.

Kata dan Perilaku Di Depan Anak-Anak Kita

Bila pemikiran tersebut dibawa ke lingkungan keluarga, dan menerapkan kombinasi kata dan perbuatan, maka secara sadar kita akan paham bahwa setiap saat anak  sedang belajar dari tokoh yang disebut orang tua, belajar dari perbuatan dan tutur kata mereka. Petikan berikut ini akan bisa menjelaskan:

If a child lives with criticism, he learns to condemn.

If a child lives with fear, he learns to be apprehensive.

If a child lives with encouragement, he learns to be confident.

If a child lives with acceptance, he learns to love.

(Dorothy Law Nolte)

Catatan:

Berhubung ada perjalanan ke luar kota sampai dengan mid minggu depan, maka tidak ada postingan baru untuk Jumat, 9 Nopember 2018 dan Selasa, 13 Nopember 2018. Artikel baru akan hadir pada Jumat, 16 Nopember 2018.

  1. Instagram: https://www.instagram.com/josefbataona
  2. Twitter: https://www.twitter.com/josefbataona
  3. LinkedIn: https://www.linkedin.com/in/josefbataona
  4. Facebook: https://www.facebook.com/josbataona

Bookmark and Share

2 Responses to Dampak Kata-Kata Positif

  1. Santi Sumiyati says:

    Selamat sore Pak Josef, saya suka bertanya tanya sendiri, mengapa setiap selesai membaca tulisan Bapak,pasti akan terbersit ” Iya ya..benar ya” .Jadi seperti enlightment buat saya. Terima kasih Pak Josef.

    • josef josef says:

      Terima kaaih sama2 Santi, yang saya angkat adalah keseharian, yang bisa dialami siapa saja. Dan tujuannya memang untuk membuka mata kita, saling mengingatkan untuk menjadi lebih baik dari waktu ke waktu.

Leave a Reply to Santi Sumiyati Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih Roy, pasti ada waktunya untuk masing-masing kita, sesuai kebutuhan. Salam sukses

roy:
Senang sekali bila malam itu saya bisa ikut bergabung, berbagi cerita, dan bersilaturahmi dengan pak Jos dan...

josef:
Terima kasih Denitri, pa Pungki sudah mulai membangun dialog untuk menemukan jalan agar CHRP bisa mendapat...

josef:
Selalu sehat dan jangan lupa olahraga rutin, serta ajak teman2 lainnya untuk ikut bersama2. Terima kasih Ratih

josef:
Terima kasih Ratih, kontribusi nyata bisa diberikan ditempat kerja, membuat diri kompeten karena terus...


Recent Post

  • Loyalitas Timbal Balik
  • Self Discovery melalui Coaching
  • Profesi MSDM Berkualitas
  • Fokus Untuk Masa Depan
  • Komitmen Hidup Sehat
  • Leading with Love
  • Paduan Gotong Royong dan Growth Mindset
  • Train the Brain for Growth Mindset
  • Ketertarikan dan Tulus Mendengarkan
  • Paguyuban dan Gotong Royong