Leaders yang Terus Belajar

Posted on April 1st, 2014

“The highest service we can perform to others is to help them help themselves.” (Horace Mann)

BUKU DAN KONSEP yang berbicara tentang Leadership tak pernah berhenti mengalir. Berbagai sudut pandang tentang kepemimpinan terus disodorkan dalam bentuk artikel, buku, riset, training dan lain-lain. Gejala ini memperlihatkan dinamika Kepemimpinan dengan hadirnya pemimpin dengan gaya yang berbeda, tapi juga karena tuntutan zaman yang terus mengalami evolusi.

Yang Dipandang Bagus pun Terus Belajar

Ada kesempatan bagus bertemu dan mendengarkan paparan Susan Peters, GE Senior Vice President Human Resources, tentang berbagai inisiatif seputar Leadership Development. Sejak kepemimpinan Jack Welch, banyak perusahaan yang berkiblat ke GE, kalau ingin belajar tentang kepemimpinan,  terlebih tentang peran para pemimpin dalam mempersiapkan bisnis masa depan melalui komitmen mereka untuk Pengembangan Sumber Daya Manusia.

Apakah GE bangga dengan itu? Tentu saja mereka bangga.

Apakah mereka lalu berpuas diri dengan praktek yang sudah ada?? Ternyata tidak! Mereka terus belajar, mencari bentuk baru yang mungkin lebih sesuai dengan tuntutan masa mendatang. Mereka belajar melalui benchmark ke berbagai perusahaan, organisasi , institute, sport, perusahaan yang berbeda jenis bisnisnya dari GE, dan yang lebih mengagumkan lagi mereka juga belajar dari perusahaan yang tidak sukses.

Mereka sadar, bahwa selalu ada keunikan dari masing-masing perusahaan tersebut, karena itu selalu ada kesempatan belajar. Tapi yang paling utama adalah keterbukaan para leaders untuk mau belajar sepanjang waktu.

Setelah belajar dari paparan GE tersebut (foto di bawah ini bagian atas), keesokan harinya kami mendiskusikan bagaimana membaginya untuk dicerna oleh tim kami HR Directors Forum (HRDF).

Leaders yang terus Belajar by josefbataona dotcom

Leaders sebagai Connectors

Banyak perusahaan yang sangat fokus pada Customer untuk sukses. Sebuah langkah yang terpuji. Namun di luar sana ada banyak stakeholders yang perlu mendapatkan perhatian yang sama. Sebut saja Regulators, Communities dan lain-lain.

Dalam agenda GE, mereka memberi dimensi lain dari karakteristik Leaders sebagai Connectors: Kemampuan untuk menjadi penghubung berbagai unsur komunitas di sekitarnya. Sekitar 30 GE Leaders dikirim untuk belajar “What is around the corner” di berbagai organisasi seperti disebutkan di atas.

Para Leaders dituntut tidak saja memahami strategy tapi juga untuk mengenali orang-orang yang kaya Imaginasi, punya Courage, mampu menjadi Connectors dan bekerja sama dengan berbagai external parties. Dari sana mereka juga belajar untuk tidak berhenti “Evolving”, untuk terus berpikir beda (think differently), dan mampu bekerja dalam situasi complex sambil terus berpikir untuk simplifikasi bilamana diperlukan untuk bisa serve Customer lebih baik dan lebih  cepat.

Dari benchmark tersebut mereka juga akan bisa menemukan “role model” tapi bukan satu pribadi, tapi keunikan yang ada di dalam diri berbagai pemimpin di berbagai perusahaan/organisasi  tersebut. Keunikan seperti itu juga yang menentukan budaya perusahaan itu.

Maka ketika ditanya: “Apakah leaders yang create culture atau culture yang membentuk leaders?, Susan pun menjawab tegas: dua-duanya. Dengan alasan itu, program Leadership-nya bukan hanya mencakup Senior Leaders tapi juga newly joiners.

Karena itu, tidak berlebihan kalau Jeff Immelt, CEO GE Global berujar:

“We want to be  a Company that is always getting better. A company that understands where it fits in the markets and in society and appreciates its responsibility to both.”

Leaders, Coaching dan Asking Right Question

Ada hal yang tetap konsisten sepanjang waktu, dari peran seorang Leader, setelah mendengar paparan Susan malam itu. Semua leaders yang jadi role model, senantiasa menempatkan dalam agenda kerjanya prioritas tentang Pengembangan Talent. Bahkan pendahulu Jeff Immelt, Jack Welch juga pernah menggaris-bawahi, tentang tugas pokoknya di perusahaan:

“My main job was developing talent. I was a gardener providing water and other nourishment to our top 750 people. Of course, I had to pull some weeds, too.” (Jack Welch)

Dari sini tumbuh kebutuhan untuk membekali para leaders dengan kemampuan sebagai Coach, yang selalu hadir mendampingi timnya untuk membuat mereka sukses. Dalam program benchmark itu, para leaders juga dilatih untuk terus bertanya, ask and challenge. Mengajukan berbagai pertanyaan cerdas, misalnya: “What if……”. Mereka tidak melulu memberikan instruksi. Ini merupakan kompetensi kunci seorang coach: “Asking Right Questions.

Bayangkan kalau perilaku itu bisa konsisten di semua lini dan semua level, maka budaya Coaching seperti itu akan menjadi sebuah “Competitive Advantage” dari perusahaan yang sulit untuk disaingi.

Karena itu, demi menjaga konsistensi di perusahaan dari waktu ke waktu, disarankan untuk selain mempunyai annual performance measure dengan KPI (Key Performance Indicators),  juga perlu dan penting mempunyai KDI (Key Development Indicators). Kedua-duanya, aspek Performance dan Leadership diperlukan untuk Future Growth.

Upaya Berkesinambungan

Kisah di atas memberikan kita insight, bahwa upaya pengembangan Leadership sifatnya berkesinambungan. Terus belajar menjadi leader yang lebih baik dari waktu ke waktu, bahkan saat berada di puncak prestasi sebagai role model sekalipun.

Termasuk di dalamnya adalah terus belajar untuk mendamping timnya dalam peran sebagai Coach, dengan komitmen untuk membuat mereka sukses. Bila ini sungguh menjadi darah daging budaya di organisasi ini, maka kata-kata bijak berikut ini akan bisa menjadi bagian dari panduan hidup di organisasi tersebut.

“An organization’s ability to learn, and translate that learning into action rapidly, is the ultimate competitive advantage.” (Jack Welch)

Bookmark and Share

6 Responses to Leaders yang Terus Belajar

  1. Inspiring article, pak! 🙂

    Oh ya Pak, bisa di share lebih detail mengenai KDI?

    Thank you

    • josef josef says:

      Terima kasih Ewaldo, telah menyempatkan diri untuk menyimak kisah ini. Dalam system yang mapan, tiap leader mempunyai komitmen untuk Develop talent, bisa anak buahnya sendiri atau dari divisi lain. Komitmen ini dijadikan performance indicator, dan dimonitor secara terus menerus.

  2. nugrawan says:

    sharing yang baik dan luar biasa, apa yang dipaparkan oleh jack well, memang benar-benar dilakukan di GE, kemarin di Community Human Capital CEO GE Indonesia memaparkan apa yang dilakukannya benar2x seperti apa yang di sampaikan oleh Jack Well, sekali lagi luar biasa sharingnya, thanks pak Josef

  3. Ratih says:

    Terus belajar dan belajar, karena pengetahuan tdk akan pernah habis.. Jika leader punya kemauan utk terus belajar maka pasti hal tersebut akan menjadi “virus” positif bagi lingkungan termasuk anak buahnya, dan akhirnya semua akan maju dan berkembang bersama.

    • josef josef says:

      Terima kasih Ratih, Belajar untuk terus berkembang, menjadi pribadi yang lebih baik dari waktu ke waktu, dan pada gilirannya akan membuat lingkungannya lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Most welcome coach Wiwin, Be ready for our next exciting project. Thank you for your meaningful contribution.

Herry Windawaty:
Always Inpiring Coach JB. Thank you for the opportunity for us to contribute

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...


Recent Post

  • Buku “LEADER as MEANING MAKER” oleh Josef Bataona
  • Coaching and Inner Guidance
  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET