Mengapresiasi dengan Perilaku Positif

Posted on May 3rd, 2019

Willingness to change is a strength, even if it means plunging part of the company into total confusion for a while.” (Jack Welch)

TAK BANYAK GEMBAR-GEMBOR. Mereka terus bekerja untuk membuktikan bahwa Indonesia juga BISA. Bahwa tenaga-tenaga ahli Indonesia, bila diberikan kesempatan juga mampu dan bisa disejajarkan dengan tenaga ahli negara lain. Sambutan gembira masyarakat, manakala MRT (Moda Raya Terpadu) diresmikan penggunaannya. Masyarakatpun antusias menjajaginya, termasuk kami sekeluarga. Berbagai posting beredar di sosmed, termasuk juga untuk mengingatkan kita akan beberapa hal penting, seperti bagaimana caranya antri sebelum naik kereta. Atau bagaimana menjaga agar kereta yang sangat modern itu tetap dijaga kebersihannya.

Tak berapa lama kemudian beritapun beredar tentang adanya fasilitas Feri Eksekutif dari Merak ke Bakaheuni. Kami sekeluarga juga penuh antusias ingin menjajagi berbagai fasilitas kekinian tersebut.

Terminal 6 Yang Memukau

Saya hampir tidak mempercayai mata saya, saat tiba di lantai satu Terminal 6, Terminal Eksekutif Ferry Merak.

Sejak 37 tahun yang lalu, saya dan keluarga sering ke Lampung menggunakan Ferry. Dan menurut saya ini loncatan jauh kedepan, dengan penuh keyakinan bahwa Indonesia BISA disejajarkan dengan negara-negara maju lainnya. Di Gedung terminal ada mall, ada restoran dan juga tempat duduk yang nyaman untuk menunggu.

Penumpang yang tidak membawa mobil, akan langsung dari ruang tunggu lantai satu masuk kekapal dengan menggunakan belalai gajah seperti di bandara. Sementara itu, yang membawa mobil akan menggunakan pintu masuk khusus, sedemikian rupa sehingga sejak masuk, didalam kapal atau waktu keluar, kita tidak terekspos dengan berbagai truk yang juga dimuat di kapal itu, tapi berada di lantai bawah.

Interior Yang Nyaman

Pemandangan menyenangkan lainnya, saat memasuki ruang dalam kapal. Interiornya seperti di dalam pesawat terbang,

Bahkan ada kelebihannya, dimana ada meja dan kursi untuk duduk berhadapan.

Semua life jacket juga masih baru, ada yang diletakan dibawah kursi atau di atas tempat duduk. Foto atas di KMP Batumandi dan foto bawah KMP Sebuku.

Perjalanan yang selama ini harus memakan waktu 3 jam, terutama karena antri untuk bersandar di pelabuhan tujuan, dengan fasilitas baru ini, selain berangkat on time juga tiba tepat waktu dalam satu jam 15 menit. Tentu saja sejam terasa cepat, tapi cukup untuk mendapatkan spot foto.

Apresiasi pada ASDP

Apakah ada lagi yang berbeda didalam kapal? Ada fasilitas Klinik dan Nursery Room. Saat saya berkeliling untuk mencermati berbagai fasilitas, ada suara yang menyapa, ada yang bisa saya bantu pak, suara dari pramugari Ferri ? Rasanya suara ini hanya terdengar di hotel berbintang.

Walaupun ini baru tiga bulan, tapi saya harus mengacungkan jempol untuk keberanian ASDP untuk melakukan disrupsi diri sendiri untuki menjadi lebih baik. Sebagai praktisi Human Resources, saya tidak bisa menahan rasa penasaran dan sempat  berbincang dengan kedua pramugari ini

Dari cerita mereka saya ketahui bahwa mereka direkruit dari luar. Bahkan Destri (kanan) adalah lulusan sekolah penerbangan Jogya. Fokus training awal adalah pada SERVICE dan juga Safety. Dan dengan penuh konfiden mereka menyatakan siap untuk melayani, termasuk menghadapi penumpang yang susah diatur atau emosional. Karena mereka juga sudah diajarkan dan dilatih untuk yang ini.

Fasilitas Terpadu

Kami menuju ke Merak dengan menggunakan jalan tol. Selanjutnya dengan Feri eksekutif menuju Bakaheuni dalam waktu yang sangat singkat. Keluar dari Feri, kami sudah dihadapan jalan tol yang dalam waktu sejam sudah keluar di Bandar Lampung.

Ketika kami ingin mengunjungi tempat wisata Air Terjun Anglo, Pesawaran, Lampung, jalan menuju kesanapun sudah sangat bagus. Berikut beberapa foto di air terjun.

Tempat wisata ini merupakan satu dari top 21 destini wisata yang memukau di Lampung (kalau dihitung semua ada 120). Tinggal sentuhan tambahan dari pemerintah daerah berupa perluasan areal parkir, memberdayakan masyarakat setempat untuk menjual makanan/minuman ataupun cenderamata.

Ini baru satu contoh kecil hadirnya berbagai fasilitas kekinian, yang tanpa kita sadari telah menghubungkan berbagai titik penting di berbagai lokasi di tanah air ini.

 

Peran Edukasi

Kembali ke Fasilitas Feri Eksekutif, ASDP sudah memulai. Saya melihat tantangan utamanya ada pada dua pihak:

Penumpang: Bagaimana para penumpang diberikan edukasi untuk mengapresiasi fasilitas bagus ini dengan turut menjaga kebersihan dan mengikuti semua petunjuk yang diberikan petugas. Segala upaya dan jejaring hendaknya digunakan dari sekarang untuk sosialisasi.

Echosystem: Karyawan yang bertugas memang baru dengan tuntutan kompetensi dan perilaku baru, yang utamanya adalah MELAYANI. Semangat dan motivasi mereka juga masih tinggi. Tapi disekitar mereka, terutama yang berada di atas mereka dalam organisasi adalah orang-orang lama, yang sudah terbiasa dengan pelayanan ala ASDP yang kita ketahui selama ini. Maukah mereka berubah, sejalan dengan tuntutan perubahan sekarang ini? Tentu saja jawabannya ada pada Pimpinan Organisasi dan juga rekan di bagian Human Resources. Namun saya mulai dengan asumsi positif: kalau mereka sudah menyetujui hadirnya fasilitas baru ini, tentu mereka juga sudah siap mengubah mindset dan perilaku mereka sesuai dengan tuntutan kekinian. Ini penting saya highlight karena pada perjalanan selanjutnya role model dari para pemimpin sangat menentukan.

Saat peak season seperti mudik Lebaran, berbagai petunjuk mulai pintu masuk tentang lokasi Terminal 6, petunjuk arah ke lantai untuk membeli tiket, apa yang harus disiapkan saat beli tiket (pakai e-money, tunjukan stnk bagi yang bawa mobil, nama dan usia penumpang, dll) dan masih banyak lagi tentang perilaku positif untuk antri dan saat berada didalam kapal.

Bagi para calon penumpang, saya ingin menghimbau, marilah kita memberikan apresiasi pada berbagai fasilitas yang disediakan, dengan berperilaku positif, bila perlu saling mengingatkan dengan santun. Perubahan tersebut diatas baru dimulai, perjalanan masih panjang, tapi saya yakin, langkah pemerintah ini akan berhasil memberikan manfaat besar bagi kita masyarakat Indonesia.

“Learning how to respond to and master the process of change – and even to excel at it – is a critical leadership skill for the twenty-first century. Constant, rapid change will be a fact of life for all of us.” (Jennifer James)

 

Bookmark and Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih sama2 Santi, setelah menyiangi rumput liar, jangan lupa untuk memupuki dan menyirami secara...

Santi Sumiyati:
Terima kasih Bapak…benar sekali seringkali saya membiarkan “rumput liar” memenuhi...

josef:
Terima kasih Santi, tidak ada yang kebetulan. Alam semesta menyediakan banyak kesempatan untuk belajar, dari...

josef:
Terima kasih Santi, banyak tradisi yang kaya pembelajaran yang perlu kita simak sambil bersyukur. Salam

Santi Sumiyati:
Benar Pak, saya pernah melihat di liputan khusus salah satu TV Luar Negeri tentang makna sosial...


Recent Post

  • Benih Positif di Taman Kehidupan
  • Mengenal dan Memotivasi Team
  • Perluas Wawasan
  • Konektivitas Bermakna
  • Lestarikan Tradisi sambil Bersyukur
  • Mengapresiasi dengan Perilaku Positif
  • Menenun Kebersamaan Lintas Negara
  • Let us Play the Game
  • Coaching World Game 2019
  • Akselerasi Pengembangan Valuable Talent