Pentagon of Peak Performance

Posted on June 11th, 2021

“How you handle a life ambush, how you handle any crisis, is dictated by how well you lead yourself, and how well you lead others.” (Former Navy Seal Jason Redman)

MAMPU MEMIMPIN DIRI SENDIRI. Sering orang bertanya, apakah saya harus mampu sepenuhnya memimpin diri sendiri sebelum mampu memimpin orang lain? Idealnya mungkin demikian. Namun dunia ini tidak menunggu yang ideal sempurna hadir untuk menyodorkan tantangan dalam kehidupan ini. Kita bisa saja membuat sendiri gambar dengan sumbuh X, Memimpin diri dan sumbuh Y memimpin orang lain, dengan skala 1-10 untuk memotret diri kita saat ini. Di titik mana saja dalam kehidupan ini, kita sudah meraih point tertentu untuk kedua sumbuh tersebut, karena semesta telah menghadirkan berbagai pembelajaran hidup, yang kalau kita manfaatkan sepenuhnya maka, kita telah meraih hasil dalam skala itu. Namun demikian, perlu dicatat bahwa angka 10 itu relative, artinya nilai 10 terus berubah dari waktu ke waktu.

Hidup Penuh Tantangan

Ungkapan yang sering keluar dari mulut kita: Hidup ini justru menggairahkan karena penuh dengan tantangan. Apa artinya? Mereka yang mengungkapkan itu, menjadikan setiap momen dalam kehidupan ini sebagai pembelajaran untuk mempersiapkan hari esok. Kita tidak pernah tahu tantangan seperti apa yang akan kita hadapi besok. Karena itu kita perlu sigap belajar untuk mempersiapkan diri.

What do you do when life ambushes you? Tanya Former Navy Seal Jason Redman dalam tulisannya di LeadingBlog  Desember 2020 lalu (lihat tautan ini). Bila kita berhadapan dengan bencana besar, atau rangkaian bencana tak terduga, apa yang dilakukan. Jawaban yang dia berikan terdengar sangat sederhana: Overcome! Hadapi dan atasi! Tapi HOW?

Rumus sederhana yang diberikan adalah REACT, singkatan dari: Recognize your reality, Evaluate your position, Assess possible exit routes, Choose a direction and communicate it, and Take action.

Kuncinya adalah ambil Langkah dan keluar dari situasi sulit tersebut. Tapi HOW?

Lima Aspek (Pentagon) Kehidupan

Redman memberikan sedikit ulasan tentang kelima aspek kehidupan dimana kemampuan memimpin diri sendiri yang menyangkut aspek ini akan sangat membantu dalam mengatasi tantangan sehebat apapun. Berikut Pentagon kelima aspek tersebut.

 

Physical Leadership: Kepedulian pada kesehatan fisik akan membuat kita kuat serta mendapatkan energy yang dibutuhkan untuk memimpin terutama dalam situasi krisis. Ini menjadi fondasi untuk yang lainnya.

Mental Leadership: “Mental Leadership dibangun dengan memperluas perspektif, menambah pengetahuan, dan keluar dari zona nyaman. Rekomendasi menarik dari Brain Center: bisa dengan olahraga yang membutuhkan keseimbangan, seperti dayung, selancar atau bersepeda. Latihan2 yang membutuhkan keseimbangan seperti itu sangat disarankan, karena otakpun akan berpikir secara berimbang.”

Emotional Leadership: “Apa yang dilakukan dengan emosi merupakan pilihan. Terkadang kita terjebak untuk marah atau meledak-ledak. Kita memilih untuk mengekspresikan pemikiran negatif dan frustrasi kita. Mengontrol emosi, dimulai dengan memahami scope dan pola emosi diri kita saat kita bereaksi.”

Social Leadership: “Terkadang dalam momen sulit kita hanya mempunyai kawan dan keluarga. Bila kita tidak luangkan waktu untuk memupuk hubungan baik tersebut, maka akan semakin sulit anda mengatasinya dengan dukungan yang minim.”

Spiritual Leadership: “Perlu disadari bahwa kita merupakan pribadi yang unik dan bagian dari dunia yang lebih besar, karena itu kita perlu luangkan waktu dan berupaya untuk membuat komunitas dan dunia kita lebih baik. Kalau masih kesulitan dengan ini, mulai lakukan hal yang sederhana: bersyukur. Sikap bersyukur akan memaksa kita untuk melihat dunia di luar diri kita sendiri, dan fokus pada sesuatu diluar masalah yang kita hadapi.”

Beliau menambahkan: “If you are not maintaining each of these five areas, you will undermine your ability to lead others.”

Dengan menyadari dan melaksanakan kelima aspek kehidupan tersebut diatas, maka tanpa disadari, kita juga membangun fondasi yang Kokoh dalam membantu kita untuk menghadapi berbagai tantangan hidup, sekaligus menjadi pemimpin yang andal.

“Wisdom equals knowledge plus courage. You have to not only know what to do and when to do it, but you have to also be brave enough to follow through.” (Jarod Kintz)

Bookmark and Share

2 Responses to Pentagon of Peak Performance

  1. sofia assegaff says:

    Thank you sharingnya ya pak Josef..

    • josef josef says:

      Terima kasih mba Sofia, kita mulai dengan membenahi diri disi sendiri, meningkatkan kemampuan memimpin diri sendiri. Salam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih mba Sofia, kita mulai dengan membenahi diri disi sendiri, meningkatkan kemampuan memimpin diri...

sofia assegaff:
Thank you sharingnya ya pak Josef..

josef:
Setuju sekali pa Mul, sulit namun bukan berarti tidak mungkin. Latihan untuk secara sadar memilih kata atau...

Anasis:
Tutur kata dan perilaku yg beretika ini kadang yg sulit jk/krn kita banyak berhadapan dg berbagai orang dan...

josef:
Terima kasih pa Mul, sudah berkunjung dan menyimak tulisan ini. Betul sekali, Personal Branding ini selain...


Recent Post

  • Pentagon of Peak Performance
  • Great Team Player
  • Jurnal Bersyukur
  • Pandemi: Empathy dan Coaching
  • FUN di Tempat Kerja
  • Dosen Yang Tanggap Perubahan
  • Maling Keren
  • Terima Kasih Pintuku Dibuka
  • VALUES Landasan Sukses
  • BERMAKNA Bagi Orang Lain