Siap Menjadi Young Executive

Posted on June 7th, 2016

“I believe that everyone chooses how to approach life. If you’re proactive, you focus on preparing. If you’re reactive, you end up focusing on repairing.” (John C. Maxwell)

LAYAK DIPERCAYA. Ungkapan ini barangkali yang lebih mengemuka di tengah paparan saya tentang pentingnya Leadership dalam mempersiapkan diri menjadi Executive Muda. Hari Minggu bukan menjadi halangan buat generasi muda ini untuk mau menggali pengetahuan dan pengalaman dari para praktisi. Mereka percaya bahwa materi kuliah yang didapat sesuai dengan bidang studi akan menjadi pegangan untuk memasuki dunia kerja.

Tapi mereka juga yakin bahwa mereka perlu mempersiapkan diri sedini mungkin, karena kompetisi yang sangat ketat. Mahasiswa-mahasiswi IPB ini rela menyisihkan waktu di hari Minggu untuk hadir di Andi Hakim Auditorium untuk belajar.

Berikut foto bersama penggiat acara.

Siap Menjadi Young Executive1

Faktor Diferensiasi

MEA sudah hadir. Apa yang sudah dipersiapkan untuk memasuki dunia kerja? Sudahkah Anda mempersiapkan diri untuk meraih peluang ini? Coba simak pesan berikut ini yang saya terima di social media, sapaan dari seseorang:

“Hallo Mr Josef, let me introduce, my name RIN, glad to know you sir, if I get you to meet and say “hai” with my big eyes, so what a proud of me to take and join our coffee. thanks sir”

Pertanyaan saya lanjutkan kepada peserta: “Apakah kalian mengerti kata-kata bahasa asing di atas?” Yang pasti saya tidak mengerti. Yang bersangkutan tahu saya orang Indonesia, dia ingin menyapa saya dengan bahasa keren seperti di atas, tapi malah membingungkan. Lalu pertanyaannya, apakah dia juga sudah siap untuk memasuki dunia industri di era MEA ini?

Semua akan berlomba-lomba mempersiapkan diri. Yang akan lulus pun sangat banyak. Bahkan yang lulus dengan predikat sangat bagus pun juga banyak. Lalu pertanyaan saya terakhir kepada peserta: “Apa faktor yang membedakanmu dari yang lain, faktor diferensiasi?” Saya mengajak peserta untuk merenungkan dan menemukan jawabannya, tidak sekali tapi berkali-kali.

Membangun Trust

Walaupun materi utama berkaitan dengan leadership, saya mengajak mereka untuk mundur selangkah untuk memotret diri dengan bertanya:

“Apakah saya ini adalah pribadi yang layak dipercaya?”

Layak dipercaya, Trustworthiness, menjadi landasan utama sebelum terjadi interaksi dengan yang lain. Trustworthiness juga yang akan terpancar keluar dari diri dan ditangkap oleh indra orang lain sehingga mereka merasa nyaman untuk menjalin hubungan. Dan pada tingkat yang lebih dalam lagi, seseorang akan layak dipercaya untuk menjadi pimpinan, bukan saja karena kemampuan dia, tetapi juga karena mereka percaya orang ini adalah seorang pemimpin yang layak dipercaya karena mempunyai pribadi yang layak dipercaya.

Ketika ditanya tentang bagaimana tips membangun TRUST dalam tim, tanggapanku:

Harus mulai dari diri sendiri, mendemonstrasikan bahwa kita layak dipercaya, sesederhana berusaha menepati janji. Termasuk di dalamnya: janji bahwa anggota tim mereka akan diperlakukan secara professional, mereka akan berkesempatan untuk mengedepankan ide-ide kreatifnya dan kesempatan untuk maju dan tumbuh bersama.

Sebagai pemimpin, mulailah dengan mempercayai orang lain, sampai mereka membuktikan sebaliknya.

Jadilah role model, model untuk timnya belajar, menginspirasi mereka untuk mencontoh dalam kehidupan setiap hari.

Dengan cara seperti itu, bukan saja anggota tim yang belajar tapi, sang pemimpin juga belajar, menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari.

Siap Menjadi Young Executive2

Leadership Differentiator

Dalam bukunya yang berjudul:  “Your First Leadership Job”, Tacy M. Byham dan Richard S. Wellins memaparkan 3 (tiga) elemen penting yang membedakan seorang Leader yang keren dari yang lain. Mereka menyebutnya: Leadership Differentiator

Tiga aspek yang bisa membedakan tersebut adalah:

  1. Be Authentic
  2. Bring out the best in people
  3. Be respective to feedback

Satu saja ingin saya potret: Autenticity, yang  didemonstrasikan melalui:

  • Do what’s right, even in difficult situation
  • Treat people with respect
  • Promote trust among others
  • Keep promises and commitments
  • Admit mistakes
  • Give credit when it’s due
  • Disclose by sharing your thoughts, feelings, and rationale, when appropriate
  • Display confidence but avoid arrogance

Jadilah diri sendiri, jadilah pribadi yang yang layak dipercaya dan juga mempromosikan integritas di lingkungannya. Dan tidak kalah pentingnya, memperlakukan manusia sebagai manusia, yang punya harkat, punya harga diri, apapun jabatan atau pangkatnya.

“Do what today others won’t, so tomorrow, you can do what others can’t.” (Brian Rogers Loop)

Bookmark and Share

6 Responses to Siap Menjadi Young Executive

  1. Ryan Perdana says:

    Di timeline saya, tak sengaja terlihat share tulisan blog terbaru Pak Josef setelah saya sebelumnya membagi tulisan dengan Bapak..

    Setelah saya klik ternyata ada foto yang menampilkan tulisan Auditorium Andi Hakim, sebuah ruangan besar di rektorat yang tentu tidak asing bagi saya yang merupakan alumnus IPB.. 🙂

    Tulisan yang menggugah dan segera bergerak untuk mampu menjadi pemimpin yang autentik dan mampu memaksimalkan potensi orang lain..

    Terima kasih, Pak Josef..

    • josef josef says:

      Terima kasih Ryan, telah meluangkan waktu mengunjungi blog ini. Saya sendiri sungguh bersemangat untuk berbagi pada generasi calon pimpinan masa depan. Salam

  2. Ryan Perdana says:

    Setelah saya membagi tulisan saya dengan Pak Josef, tanpa sengaja terlihat share tulisan di atas di timeline saya..

    Saat saya klik link-nya, langsung tertampil foto dengan tulisan Andi Hakim Auditorium, sebuah aula besar di dekat rektorat kampus dimana saya antara 2006 – 2010 saya mencari ilmu di sana.. 🙂

    Tulisan yang menggugah dan memberi semangat agar menjadi pemimpin yang orisinal sekaligus mampu memaksimalkan potensi orang lain..

    Terima kasih, Pak Josef..

    • josef josef says:

      Terima kasih, Ryan tentu bangga dengan almamaternya, dan akan mau berbagi ilmunya untuk yang lain. Di blog ini telah hadir > 400 artikel sebagai sumber inspirasi. Sebagian sudah dibukukan dg judul: Kisah Rp 10.000 yang mengubah hidupku, tersedia di Gramedia. Salam

  3. Widya says:

    Minggu pagi yang bermanfaat dan penuh inspirasi bagi jiwa muda yang haus akan ilmu. Terima kasih bapak Josef sudah hadir dan berbagi ilmunya dengan kami 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...

Agnes Keraf:
Selamat siang dan terima kasih Besa untuk berbagi berkat yg menginspirasi. Mendengar dgn hati tidak...

josef:
Terima kasih sama-sama Riski, semoga bermanfaat untuk dijadikan pedoman hidup sehari-hari. Salam


Recent Post

  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET
  • A New Horizon Beyond Corporate Life
  • Berpikir Positif Percepat Kesembuhan