Anakku Mengajarkan Cara Libur yang Benar

Posted on June 19th, 2012

SAAT ITU, putri saya baru berusia 10 tahun. Suatu ketika, ada week-end panjang yang kami manfaatkan untuk berlibur ke Surabaya. Semua rencana sudah kami matangkan. Maksudnya saya dan istri saya. Maka, berangkatlah kami ke Surabaya dan menginap di sebuah hotel.

Rencana hari pertama, kami akan menemani istri untuk pergi ke Tanggulangin (ini sebelum tenggelam oleh lumpur Lapindo). Selesai sarapan kami berangkat dengan sebuah mobil sewaan. Baru sejam perjalanan, anak saya terlihat murung, tidak ceria. Biasanya karena dia mabuk. Kita coba mengajak dia bicara, dan yang dia inginkan adalah kembali ke hotel. Hanya itu saja yang dia inginkan. Merasa tidak berhasil membujuk dia, kami pun memutuskan untuk kembali ke hotel.

Apa yang dia lakukan??

Tiba di kamar, yang pertama dia cari adalah remote TV, dan langsung mencari Cartoon Network. Saat itu, Indovision belum beredar seperti sekarang ini, dan hanya yang punya parabola yang bisa menonton berbagai film, termasuk film anak-anak di Cartoon Network. Bosan dengan Cartoon Network, dia meminta untuk ditemani mandi di kolam renang. Kami pun bersama-sama berenang. Sesekali berhenti untuk menikmati chips dan soft drink. Dan ternyata anakku sangat menikmati hari-harinya seperti itu.

Saya pun berdiskusi dengan istri saya yang semula agak kecewa, dan bertanya, β€œNgapain jauh-jauh ke Surabaya, hanya untuk di kamar, nonton, tidur, berenang dan makan?”

Ternyata kami salah. Dari pengamatan kami selama dua hari, kami berkesimpulan bahwa putri kami Eka yang benar. Sebetulnya dia sedang mengajarkan kami, cara mengisi liburan yang efektif:

  • Cartoon Network adalah film anak-anak yang sangat jarang Eka nonton bila berada di rumah. Di sini dia berkesempatan nonton seharian, walau dia masih membatasi diri.
  • Setiap hari di rumah, Eka selalu diminta untuk bangun pagi untuk pergi ke sekolah. Sekarang dia berkesempatan untuk bangun siang. Kita pun ikut menikmatinya
  • Nonton TV juga dibatasi karena banyak belajar, belum lagi les tambahan. Selama libur ini, dia berkesempatan untuk nonton TV sesukanya.
  • Berenang adalah kegiatan yang tidak berkaitan dengan pelajaran sekolah, sehingga Eka menikmatinya sebagai bagian dari balanced life, yang kami pun juga menyukainya.
  • Agenda liburan ini sebetulnya untuk siapa?? Biasanya untuk kita yang sudah dewasa, dan anak hanya ikut. Walaupun Eka belum bisa diajak untuk berdiskusi tentang liburan, paling tidak kita harus memikirkan apa yang menjadi interest anak seusia Eka. Kami pun merancang liburan tahun berikutnya lebih cermat. Expresi Eka waktu libur di Lombok tahun berikutnya bisa menjelaskan ini.


Secara umum, liburan ini untuk re-freshing. Karena itu perlu dirancang agar tujuan tersebut tercapai, dan re-freshing seharusnya berlaku buat seluruh anggota keluarga. (*)

Bookmark and Share

8 Responses to Anakku Mengajarkan Cara Libur yang Benar

  1. momen berkumpul bersama keluarga merupakan precious moment bagi semua orang. saling berbagi kebahagiaan, indah sekali. bahagia selalu untuk Anda dan keluarga pak πŸ™‚

  2. Desak NS says:

    Thanks, sudah mengingatkan arti liburan

  3. LIsa Christiana says:

    Setuju pak… Kadang saya dan suami udah bikin planning liburan, ternyata anak saya maunya cuma nginap di hotel, berenang, dan makan!!! Begitu setiap hari…. Itulah arti liburan buat si princess yang berumur 8 tahun. Tanpa berenang dan menginap di hotel, liburan menurutnya kurang fun… πŸ™‚

  4. wiwik SW says:

    Bener Banget Pak Joseph,kadang kita sebagai orang tua sering salah memaknai arti “berlibur” bersama anak anak.Harus kita akui selama 5 hari dalam seminggu kita hanya sebagai “tamu” yg singgah dan menginap dirumah kita sendiri.Kita berangkat kerja saat anak2 juga berangkat sekolah dan kita pulang dg sisa2 kelelahan.Sementara anak2 disibukkan dg macam2 les dan saat ada kesempatan bermain,mereka hanya akan ditemani oleh pembantu.Makna berlibur sesungguhnya adalah mengikuti apa yg diinginkan oleh anak anak thd kita,menjadi teman main game,menemani berenang dll,dimana kita bisa hadir fulltime dalam dunia mereka ,menggantikan waktu yg kita ambil dari mereka.Itulah yg saya pelajari dari Billy (11th) dan Rachel (10th) kedua kurchachis saya,…Saya selalu ingin mereka bisa banGGa bercerita ttg pengalaman yg happiness dan fun setiap selesai berlibur.(Wiwik SW)

    • josef josef says:

      Terima kasih Wiwik, anak seusia Billy dan Rachel mendambakan kehadiran kita secara penuh, bukan saja secara fisik tapi seluruh diri kita, hati kita, perhatian kita, demi keutuhan kebahagiaan mereka. Inilah moment yg mereka cari, tapi karena tdk diucapkan, kita lalu hanya memikirkan kepentingan kita orang tuanya. Sekali lagi terima kasih. Salam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih Ratih. Semua kita punya kontribusi untuk menciptakan lingkungan untuk tumbuh kembangnya mindset...

Ratih:
Penutupnya keren Pak, “fokus pada solusi”. Hal ini akan mudah diterapkan jika kita punya mindset...

josef:
Terima kasih Ratih, sungguh cantik, hanya terbatasnya ruang untuk penyajian saya di blog. Salam

Ratih:
Cantik sekali ya Pak pemandangannya..

josef:
Terima kasih Tromol untuk waktunya menyimak kisah ini. Banyak momen hadir dihadapan kita, untuk mengingatkan...


Recent Post

  • Kick-off Coaching Program
  • Suasana Penuh Kedamaian
  • Jadikan Pelajaran Berharga
  • Swedia Negara Ribuan Pulau
  • World’s Happy Countries
  • Indahnya Ciptaan Tuhan
  • Meaning dibalik Aktivitas
  • Optimisme Pekerja Mandiri
  • Positive Organization
  • Benih Positif di Taman Kehidupan