Mengungkap Nilai Kehidupan

Posted on December 9th, 2016

“God gave us the senses to let us feel the love in everyone’s heart, not the illusions brought about by wealth.” (Last words of Steve Jobs)

DI SAAT PERPISAHAAN, kita ingin menyimak  sambutan yang mengetengahkan berbagai kebaikan yang telah dilakukan seseorang selama suatu periode bersama. Yang bersangkutan pun akan menyampaikan berbagai kesan dan pesan, yang merujuk kepada kebersamaan selama itu.

Tidak tertutup kemungkinan juga bahwa yang bersangkutan menyampaikan hal-hal yang seharusnya dia lakukan, namun belum sempat. Ungkapan kesadaran akan sesuatu yang penting, tapi tidak akan sempat dikerjakan, karena dia harus melangkah ke tingkat kehidupan selanjutnya.

Tapi bagaimana kalau, ini merupakan langkah terakhir dari kehidupan ini? Berapa banyak hal yang dipercayai bisa dilakukan, tetapi nyatanya tidak bisa? Atau persisnya tidak menyempatkan waktu untuk itu, karena ada hal lain yang dianggap lebih penting dalam kehidupan ini ?

Menemukan Nilai Terpenting

Kehidupan setiap hari seakan film yang sedang tayang. Dari sekian banyak adegan kita akan terus mencari nilai-nilai kehidupan yang terpenting dalam hidup ini. Dan nilai tersebut yang akan mewarnai seluruh perjalanan hidup kita, dalam berinteraksi dengan orang lain, dengan anak buah, atasan, dan rekan kerja. Juga akan menjadi dasar perilaku di tengah masyarakat.

Namun sering kita disilaukan dengan hal yang juga penting bagi kebahagiaan individu tapi tidak memberikan manfaat bagi banyak orang lain, seperti nama besar, pangkat, jabatan ataupun harta. Foto berikut semoga terus mengingatkanku betapa berharganya nilai cinta kasih dalam keluarga.

mengungkap-nilai-kehidupan

Steve Jobs yang tercatat memiliki kekayayaan bersih USD 1.5 Billion baru menyadari nilai-nilai penting dalam kehidupannya, ketika sedang berada di ruang operasi. Berikut petikan kata-kata terakhir Steve Jobs:

“Dalam dunia bisnis, aku adalah simbol dari kejayaan, seakan-akan harta dan diriku tidak terpisahkan, karana selain kerja, hobiku tak banyak.

Saat ini aku berbaring di rumah sakit, merenungi jalan kehidupanku, kekayaan, nama, dan kedudukan, semuanya itu tidak ada artinya lagi.

Malam yang hening, cahaya dan suara mesin di sekitar ranjangku, bagaikan nafasnya maut yang menghampiri diriku.”

Steve kemudian melanjutkan (saya petik dalam Bahasa asli):

“Now I know, when we have accumulated sufficient wealth to last our lifetime, we should pursue other matters that are unrelated to wealth…

Should be something that is more important: Perhaps relationships, perhaps art, perhaps a dream from younger days

God gave us the senses to let us feel the love in everyone’s heart, not the illusions brought about by wealth.

The wealth I have won in my life I cannot bring with me. What I can bring is only the memories precipitated by love.

That’s the true riches which will follow you, accompany you, giving you strength and light to go on.”

Dengan nada bertanya, Steve meneruskan ungkapan isi hatinya:

“Ranjang apa yang termahal di dunia ini? Ranjang orang sakit. Anda boleh menggaji orang untuk menjadi supirmu, orang lain boleh kerja untukmu, tapi tidak ada orang yang bisa menggantikan sakitmu.

Barang yang hilang bisa didapatkan kembali, tapi nyawa hilang tak bisa kembali lagi.

Saat kamu masuk ke ruang bedah, baru kamu sadari betapa berharganya kesehatan itu

Di tahapan kehidupan manapun kita berada saat ini, dengan berjalannya waktu kita akan sampai di titik dimana tirai panggung kehidupan ini akan ditutup.”

Dan semua kita tentu akan mengiyakan dan akan mengupayakan dalam kehidupan ini, untuk memperbanyak harta yang akan dikenang semua orang, LOVE, seperti yang disampaikan dalam kalimat terakhir Steve Jobs, berikut ini.

“Treasure Love for your family, love for your spouse, love for your friends. Treat yourself well. Cherish others. (Last words of Steve Jobs)

Bookmark and Share

9 Responses to Mengungkap Nilai Kehidupan

  1. Zarnelis Kotto says:

    Ahhh.., bagus sekali sharingnya pak.., terimakasih pak menginsporasi utk terus berusaha hidup sehat.., walaupun pd kenyataannya sulit sekali berkomitmwn utk hidup sehat pak.., tp saya akan yerus memcoba..

    • josef josef says:

      Terima kasih Imel untuk komennya. Banyak orang terkenal yang sukses karena, setelah tidak berhasil mereka mencoba lagi dan lagi sampai berhasil. Sukses mereka bukan karena mereka tidak pernah gagal, tapi setiap kali mereka jatuh, mereka bisa bangkit lagi. Jadi masih banyak kesempatan untuk Imel mencoba lagi. Semoga berhasil,

  2. Diana siregar says:

    Pak Josef..kereeen banget articlenya. Membaca samabil melihat ke dalam diri untuk perbaikan. Terima kasih ya pak telah berbagi ilmu yg bermanfaat.

  3. Imelda Septiana says:

    Terima kasih utk sharingnya pak…. sangat menginspirasi dan membuat saya menjadi lebih semangat dalam berkarya…saya juga merasakan bahwa sehat dan keluarga adalah yg utama dalam hidup ini dan oleh karenanya skrg saya lbh banyak menyisihkan waktu utk keluarga dan sharing mengenai kesehatan dengan mereka yg membutuhkan… GBU, pak

  4. Tini Moeis says:

    Dear Pak Josef,
    thank you for sharing about Steve Jobs’ last words who reminds us the treasure of love and care of others while its the nature of the great Creator who creates human. We should replicate Creator’s nature. I always believe such value of love and care for others are the most ones which can give us sense of meaning of our life and existence on earth.
    Shall we continue to share love and care.
    Kind regards

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Most welcome coach Wiwin, Be ready for our next exciting project. Thank you for your meaningful contribution.

Herry Windawaty:
Always Inpiring Coach JB. Thank you for the opportunity for us to contribute

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...


Recent Post

  • Buku “LEADER as MEANING MAKER” oleh Josef Bataona
  • Coaching and Inner Guidance
  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET