Pelajaran Hidup Sang Ayah

Posted on December 6th, 2013

“Ayah adalah sumber inspirasi dan contoh untuk Perjuangan Hidup, pantang menyerah dalam situasi sesulit apapun.”  (Joseph Bataona)

BULAN NOVEMBER mengkhususkan sebuah tanggal untuk mengenang semua “Ayah.” Kita diharapkan untuk melakukan refleksi tentang peran ayah kita masing-masing dalam perjalanan awal hidup kita.

Banyak kisah yang kita sudah dengar, dan masih banyak lagi yang akan kita dengar. Semua kisah sangat menginspirasi, sangat hidup, sangat familier di telinga dan memberikan kita berbagai aspek pelajaran tentang “Life Wisdom” dengan aneka ragam sudut pandang.

Untuk memperkaya pembelajaran, sekaligus mendorong kami semua untuk merenungkan perjalanan hidup masing-masing serta peran Ayah di dalamnya, maka “Be There” (FISHFun Team yang lagi bertugas) memprakarsai acara untuk mengenang Ayah.

Kita Melakukan Kesalahan, Sadari dan Perbaiki

Dalam pertemuan FISHFun sebelumnya, rupanya tim sudah mempersiapkan kita menuju acara “Hari Ayah.” Selama 4 menit semua mata tertuju ke video yang diunduh dari YouTube berjudul: “A Touching Story about An Old Father, Son and  a Sparrow.” Di taman depan rumah, sang ayah duduk di samping anaknya yang sedang membaca koran. Begitu ada seekor burung bermain di semak di depannya, dia bertanya kepada anaknya:

“Burung apa itu?”

Dijawab oleh anaknya:

“Itu burung Pipit.”

Selang berapa lama Sang Ayah bertanya lagi:

“Burung apa itu?”

dan dijawab oleh anaknya, dengan nada lebih  tinggi:

“Itu burung Pipit.”

Pertanyaan itu diulang ketiga kalinya, dan begitu pertanyaan diulang untuk kali keempat, anaknya membentak ayahnya dengan kasar sambil berujar:

“Sudah saya katakan berkali-kali, itu Burung Pipit!”

Mendengar itu, sang ayah meninggalkan tempat duduknya, berjalan menuju rumah. Hanya sebentar saja, dia sudah kembali membawa sebuah buku catatan, dan duduk kembali di samping anaknya. Dia membuka buku catatan itu, menunjuk halaman tertentu dan meminta anaknya untuk membacanya: “Baca dengan suara lantang!”

“Beberapa waktu lalu anakku merayakan ulang tahun yang ketiga. Ketika bersamaku duduk di halaman rumah, ada burung yang terbang mendekat. Dia bertanya: “Apa itu?” dan saya menjawab: “Itu Burung Pipit.” Dia mengulangi pertanyaan itu sampai 21 kali dan untuk  setiap pertanyaan itu saya selalu menjawabnya: “Itu Burung Pipit.” Saya menjawab sambil memeluk dia penuh kasih sayang, tidak sedikit pun kekesalan atas pertanyaan yang sama berkali-kali seperti itu.”

Anak itu terdiam, dia mengarahkan pandangan ke arah wajah ayahnya yang sudah penuh dengan guratan ketuaan, dan dia menangis sambil memeluk ayahnya dengan penuh rasa penyesalan.

“Maafkan saya, Ayah!”

Kata anaknya, masih bersandar di bahu ayahnya.

Sang ayah tidak memberikan nasehat tapi menunjukkan teladan, tentang bagaimana seharusnya berperilaku. Dia menyampaikan pesan moral melalui perbuatannya. Dan ini merupakan pelajaran yang akan sulit dilupakan.

Siapa Ayah Bagimu??

Menjawab pertanyaan di atas, timku dengan ikhlas berbagi beberapa butir penting bagi kita semua, tentang siapakah Ayah di mata mereka:

Atribut: Beberapa atribut yang disebut untuk menggambarkan peran ayah: Sumber inspirasi, family man, pemimpin, imam dalam keluarga, pelindungku, my bodyguard, role model, teman, guru, my bank account, my consultant, tempat aku bersandar, panutan dalam keluarga.

Dalam suka dan duka: Ayah adalah tokoh yang dirindukan di setiap situasi.

  • Teman untuk berbagi cerita dalam menyelesaikan masalah kecil ataupun besar.
  • Salah satu candaan  yang menggelikan sekaligus mengharukan adalah kami 3 anak-anaknya suka bilang kalau Bapak itu pelit dan penuh perhitungan kalau urusan uang, terkadang khawatir berlebihan. Tapi dengan tenang beliau menjawab, “Kalau tidak begitu, kalian tidak sekolah sampai Perguruan Tinggi.”

Mercu Suar:

  • Figur Ayah sebagai role model, a person we can rely on, teman dan guru juga.
  • Sumber inspirasi dan contoh untuk Perjuangan Hidup, pantang menyerah dalam situasi sesulit apapun.
  • Contoh berjuang mencapai keberhasilan. Selalu berpikiran positif dan mengambil manfaat dari setiap kejadian baik suka maupun duka.
  • Selalu berpikiran positif.
  • Panutan dalam keluarga.

Sempurnakah Dia?:

  • Sosok yang tidak sempurna, tetapi selalu berusaha yang terbaik untuk keluarganya. Bukan manusia terkuat tetapi tidak pernah menunjukkan kelelahan dan kesedihannya demi menjadi pilar bagi keluarganya.
  • Sederhana dan setia.
  • Ayah mengajarkan tentang kebaikan, makna kehidupan, dan mendidik dengan sungguh kasih sayang.

Komitmen untuk Sukses Dunia dan Menuju Surga:

  • Ayah Melindungiku dari neraka, karena beliaulah yang mengajariku mengenai agama; mengajariku mengenai menjaga tali silaturahmi.
  • Melindungiku agar aku selalu mencapai prestasi yang baik, karena itulah beliau mau meluangkan waktunya untuk menemaniku belajar; membelikan buku-buku pelajaran; mengadiri acara-acara sekolah.
  • Melindungiku dari segala hal buruk yang mungkin terjadi, karena itulah maka beliau mengajariku mengenai etika dalam kehidupan; mengajariku mengenai sopan santun; mengajariku tentang hal-hal baik lainnya; melarangku untuk melakukan hal-hal buruk dan tercela serta memberikan pemahaman mengenai hal itu.
  • Dan termasuk menjadi pelindung dari mama kalo mama sedang marah.

Acara hari itu pun diisi dengan memilih figur ayah diantara karyawan pria,membaca kisah inspiratif tentang ayah, lomba ketangkasan para ayah dalam mengupas bawang dan ngulek sambel terasi. Ternyata ….. mereka sungguh cekatan, dan paling tidak di lidahku, sambal terasi buatan mereka boleh dibanggakan.

Semangat membuat kompilasi seperti di atas sungguh luar biasa. Sekarang, yang paling penting adalah menggunakannya untuk pembelajaran hidup, menginvestasikannya untuk pengembangan diri demi masa depan.

Karena pada akhirnya kami semua, para pria, sedang atau akan menjadi ayah bagi anak-anak kami semua. Dan suara seorang kawan berikut ini, kiranya mewakili anak-anak yang sungguh mendapatkan kasih sayang ayah:

“My Dad is The Greatest Father in The World pastinya… I Love U Papa…”

Bookmark and Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Most welcome coach Wiwin, Be ready for our next exciting project. Thank you for your meaningful contribution.

Herry Windawaty:
Always Inpiring Coach JB. Thank you for the opportunity for us to contribute

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...


Recent Post

  • Coaching and Inner Guidance
  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET
  • A New Horizon Beyond Corporate Life