Sama-sama Punya 24 Jam, Bagaimana Menyikapinya?

Posted on May 25th, 2012

KELUHAN “tidak punya waktu”, hampir terdengar setiap hari. Atau persisnya: tidak punya cukup waktu untuk menyelesaikan tugas hari ini. Tapi semua kita diberikan 24 jam yang sama setiap hari.

Saya mencoba melihat 24 jam sehari dari beberapa sudut pandang:

• Ada porsi waktu yang diatur orang lain: jam-jam kantor yang dijadualkan oleh sekretaris.
• Ada porsi waktu kita yang tergantung orang lain, misalnya jadual kerja kita ada yang tergantung pada atau harus disesuaikan dari waktu ke waktu dengan atasan kita.
• Ada waktu yang wajib dijadualkan: jam tidur, jam makan.
• Ada waktu yang bisa kita atur sendiri, atau di bawah kendali kita: di luar jam kerja.

Akan sulit kalau kita secara matematis memutuskan berapa jam masing-masingnya, namun demikian, ada jadual yang harus dijalankan secara DISIPLIN.


Berangkat dari pemikiran tersebut di atas, maka saya mencoba menjabarkan jadual saya sebagai berikut:

• Saya harus memulai bekerja jam 08:00: ini harus dijalankan secara disiplin.
• Selama jam kerja, agenda saya akan diatur oleh sekretaris saya, dan juga tergantung pada agenda bos saya, tapi secara rata-rata saya akan berada di kantor sampai jam 17:30 atau jam 18:00. Ini pun saya usahakan untuk tidak lebih dari itu.
• Perjalanan ke rumah pada jam seperti itu, memerlukan waktu 1.5 sampai 2 jam, dengan demikian saya tiba di rumah antara jam 19:30 dan 20:00.
• Selama tiga jam berikutnya, waktu digunakan untuk mandi, makan malam bersama keluarga dan bercengkerama dengan mereka sampai jam tidur
• Jam 23:00 saya sudah tidur.

Dari jam 23:00 sampai dengan jam 08:00 keesokan harinya, adalah jam-jam yang sepenuhnya di bawah control saya, karena itu saya menjadualkannya sebagai berikut:

• Jam 01:30 saya akan bangun untuk MEDITASI selama 30 menit. Aktivitas ini akan membantu saya untuk mempercepat recovery kondisi yang berkurang akibat kerja sepanjang hari kemarin.
• Tidur kembali jam 02:00 -04:10. Saya perlu mengingatkan agar jangan meniru jumlah jam tidur saya yang pendek seperti ini, kecuali kalau anda juga bisa menjamin recovery tambahan seperti saya lakukan di jam 01:30 tiap hari.
• Bangun tidur jam 04:10 – 05:00: mandi, sarapan. Agar kondisi fisik prima seharian, saya sempatkan untuk sarapan nasi dan lauk pauk, dengan jumlah kalori 350 – 400.
• Jam 05:00 sudah meninggalkan rumah menuju tempat olah-raga dekat kantor
• Jam 06:00 sudah mulai olah-raga.
• Jam 07:45 sudah tiba di kantor.

15 Menit yang Berarti…

Antara 07:45 – 08:00: ditemani secangkir kopi susu, saya mempersiapkan untuk broadcast cerita baru di blogku melalui twitter dan Facebook, setiap Selasa dan Jumat. Sementara itu setiap Kamis pagi saya akan siap-siap menyapa teman-teman dengan rangkaian twits #CurhatSTAF. Dengan jadual seperti itu, saya akan menghindari sedapat mungkin acara meeting sambil sarapan.

Masih ada janji saya yang tidak bisa saya hindari:

• Menulis artikel untuk hadir di blog dua kali seminggu.
• Membaca dan menjawab setiap komentar atas tulisan di blog.
• Mempersiapkan materi #CurhatSTAF.
• Preview Twitter dan Instagram yang belum sempat dilihat dan menjawabnya bila perlu.

Kapan ini dikerjakan??

Perjalanan pulang/pergi kantor, bisa saya gunakan untuk itu; sebagian jam makan siang; dan menggunakan peluang satu atau dua jam selama akhir pekan.

Rencana harian ini, belum mencakup berbagai acara keluarga, termasuk liburan bersama keluarga.

Demikian secara garis besar bagaimana saya membagi waktu untuk berbagai kegiatan selama 24 jam setiap hari. Dan ini saya upayakan untuk menjalankannya secara disiplin. (*)

Bookmark and Share

24 Responses to Sama-sama Punya 24 Jam, Bagaimana Menyikapinya?

  1. Octavianus Budi Hartono says:

    Kagum dengan jadwal Pak Josef yang benar-benar menyikapi 24 jam yang setiap hari kita miliki. Waktu adalah aset paling penting yang kita miliki. Kita harus menyikapi dengan sebaik mungkin karena waktu tidak akan menunggu kita. Waktu pasti berlalu tapi bagaimana kita mengisi/mengoptimalkan waktu tersebut yang penting. Waktu perlu diatur agar seimbang untuk kebutuhan fisik (olahraga,istirahat,makan dll), rohani (berdoa/meditasi dll), sosial (keluarga/teman), kerja (akan menghabiskan waktu yang cukup banyak tapi pastikan tidak mengorbankan untuk yang lainnya). Thanks atas artikelnya. Very inspiring. Jadi rutin membaca artikel Pak Josef setiap Selasa dan Jumat sebelum memulai aktivitas sehari-hari. hahahha.

  2. Octavianus Budi Hartono says:

    Kagum dengan jadwal Pak Josef yang benar-benar menyikapi 24 jam yang setiap hari kita miliki. Waktu adalah aset paling penting yang kita miliki. Kita harus menyikapi dengan sebaik mungkin karena waktu tidak akan menunggu kita. Waktu pasti berlalu tapi bagaimana kita mengisi/mengoptimalkan waktu tersebut yang penting. Waktu perlu diatur agar seimbang untuk kebutuhan fisik (olahraga,istirahat,makan dll), rohani (berdoa/meditasi dll), sosial (keluarga/teman), kerja (akan menghabiskan waktu yang cukup banyak tapi pastikan tidak mengorbankan untuk yang lainnya). Thanks atas artikelnya. Very inspiring. Sekarang jadi rutin membaca artikel Pak Josef setiap Selasa dan Jumat sebelum memulai aktivitas sehari-hari. hahahha.

    • josef josef says:

      Terima kasih Octavianus, kita mungkin punya cara sendiri2 untuk memanfaatkan 24 jam kita, namun belajar dari praktek orang lain, juga sangat membantu. Salam dari pulau Sumba

  3. ali hanafiah says:

    Bravo! Blog Anda simple dan inspiratif Keep moving forward..
    Terinspirasi presentation Anda di HR gathering 23 Maret 2011, saya ingin ajukan permohonan study kasus sales & marketing dalam film Pearl Harbour, Normandia & Falkland island. Would you please tell me on how to realize it? menghubungi siapa. Atau paper yang berkait dengan hal tsb? (Fyi sy sedang bergabung dengan meat proccess company Many thanks. AHN

    • josef josef says:

      Dear Ali, cerita tadi adalah yg dikerjakan di perusahaan terdahulu. Call saya untuk klarifikasi sebelum saya berikan referensi atau materi. Salam – Josef

  4. Octavianus Budi Hartono says:

    Thanks Pak. Very Inspiring. Salah satu agenda rutin tiap selasa jumat pagi sebelum memulai kerja adalah membaca artikel disini. Benar waktu adalah aset paling berharga. Oleh karena itu kita harus memanfaatkan sebaik mungkin. Harus bisa berusaha balance antara kebutuhan fisik (istirahat/tidur/olahraga dll), rohani (ibadah/meditasi,dll), kerja, sosial (teman/saudara/orang-orang terkasih, dll).

    • josef josef says:

      Dear Octavianus, Balance adalah kata yang sangat penting dalam membagi waktu. Kalau kita cermati, mungkin setiap hari ada beberapa menit atau jam yang tidak kita gunakan secara optimal. Bayangkan sehari ada 10 menit yang mau kita optimalkan, sebulan ada lima jam. Terima kasih telah mengangkat ini ke permukaan. Salam – Josef

  5. farida says:

    semangaatt pak.
    God with you n Bless you.
    ^_________^

  6. Octavianus Budi Hartono says:

    Wow artikel yang inspiring. Betul waktu adalah aset paling penting yang kita miliki. Kita harus memanage waktu dengan sebaik mungkin. Porsi untuk rohani, fisik, keluarga, teman/sahabat, kerja. thanks Pak for sharing.

  7. FitriRidha says:

    Syemangad pagi, luar biasa… setelah membaca artikel Bapak, saya jadi tahu dimana hilangnya waktu waktu saya 🙂 🙂 terimakasih Pak

  8. Janet Poluan says:

    Iya Pak Jos, yang lembur itu belum tentu lebih banyak pekerjaan daripada yang tidak. It’s a matter of what pace you are using to finalise something. And it’s also about choice … As always, interesting write-up Pak Jos.

  9. Bang says:

    luar biasa, selama ini saya orang yang pernah membuat schedule harian. Harus di mulai pola pengaturan waktu seperti ini. Makasih pencerahannya, sukses selalu buat Bang Josef…

  10. Mike Keraf says:

    Terimakasih Tata Jos atas “WAKTU” untuk berbagi.Saya jadi teringat akan ungkapan Latin: “Nihil difficile per amanti!” Bisa diterjemahkan demikian: “Tidak ada hal yang sulit bagi yang mampu mencintai!”.
    Dalam konteks sharing Tata Jos saya menakar filosofi waktu berkorelasi sangat akrab dengan tiap-tiap kita: “Saya me-waktu dan saya me-ruang”. Maka SAYA adalah WAKTU itu sendiri. Dan WAKTU itu sendiri adalah SAYA. Maka orang-orang yang mampu me-ruang dan me-waktu secara cerdas akan mampu juga melampaui waktu-waktu matematis dan mekanik yang banyak terjebak dalam rutinitas hari demi hari. Meditasi 30 menit dini hari dari Tata Jos adalah jalan cerdas untuk melampaui “kurungan” waktu matematis dan merebut WAKTU EKSISTENSIAL. Dalam ranah ini orang didorong oleh energi eksistensialnya untuk merebut hari-harinya secara mengagumkan. Energi itu adalah CINTA. Oleh karena itu orang yang mampu mencintai jadi abadi. SAYA jadi abadi karena mampu mencintai. WAKTU juga jadi abadi dalam eksistesiku karena mencintai.Dalam lajur yang sama, kita bisa menerobos WAKTU TUHAN yang adalah ABADI.

    • josef josef says:

      Wao.. Sebuah ulasan yang sangat comprehensif, menarik untuk dicernah. Terima kasih untuk memberikan warna lain dari perjalanan hidup harian. Salam

  11. mudji says:

    MANY THAAAA..NKS untuk sharing-nya..Pak JOS.;)
    Ternyataaa…. selama ini bukan “time management”-ku yang salah, tapi yang paling penting adalah faktor “KEDISIPLINAN” yang kurang, sehingga membuat “GOAL2” tidak tercapai sesuai harapan..;(
    Terima kasih Pak & mulai sekarang saya akan menguatkan tekad untuk jauh lebih disiplin..;)

  12. sonia marcellina says:

    Hai lagi pak Josef.
    Pak, bolehkah saya tahu bagaimana bapak melakukan meditasi yang biasa bapak lakukan?
    Thanks pak. 🙂

    • josef josef says:

      Terima kasih Sonia telah menyimak kisah di blog ini. Saya akan dengan senang hati sharing bila bertemu. Karena harus diberi contoh, tdk hanya bercerita. Salam

Leave a Reply to Bang Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih sama2 Ratih, tidak perlu malu pada diri sendiri. Sebaliknya bersyukur bahwa kita masih bisa...

josef:
Terima kasih sama2 Santi, kita semua belajar dari semangat pantang menyerah. Cermin yang dihadirkan melalui...

Ratih:
Hebat Pak Joyo, punya optimisme dan semangat yang tinggi … Saya jadi malu pada diri saya sendiri 🙂

Santi Sumiyati:
Luar biasa pelajaran dari Joyo, yang Bapak paparkan kepada kami. Semangatnya mengingtkan saya untuk...

josef:
Terima kasih bu Santya, telah mengunjungi blog ini yang berisi lebih dari 660 artikel dengan berbagai...


Recent Post

  • Optimisme Pekerja Mandiri
  • Positive Organization
  • Benih Positif di Taman Kehidupan
  • Mengenal dan Memotivasi Team
  • Perluas Wawasan
  • Konektivitas Bermakna
  • Lestarikan Tradisi sambil Bersyukur
  • Mengapresiasi dengan Perilaku Positif
  • Menenun Kebersamaan Lintas Negara
  • Let us Play the Game