Mempertanggung-jawabkan Sebuah Janji

Posted on February 6th, 2015

“Promise only what you can deliver. Then deliver more than you promise.” (Author Unknown)

BANYAK SEKALI MOMEN di mana kita mengucapkan kata-kata bernuansa janji, baik pada orang lain maupun kepada diri kita sendiri. Dan janji itu punya ragam bentuk: sesederhana mengungkapkan “saya akan…” atau memastikan dengan berucap: “Saya berjanji…” Dan lebih mantab lagi kalau ungkapannya adalah: “Saya bersumpah…” Ini baru bentuk lisan. Masih ada lagi ragam tulisan dalam bentuk wish list, rencana kerja, resolusi, perjanjian ini dan perjanjian itu”

Diskusi panjang ketika saya membangun niat untuk menulis, apalagi menulis di blog sendiri. Bahkan teman-teman yang membantu saya dari awal untuk mempersiapkan blog agak kaget ketika saya mengungkapkan bahwa saya ingin menulis dua artikel seminggu. Dengan halus mereka mempertanyakan: apakah itu tidak terlalu ambisius? Sambil menyodorkan data pengalaman beberapa orang yang mereka kenal, di mana semangat awal sangat tinggi, tapi makin lama makin pudar.

Apa yang kelihatannya sulit di awal, setelah dijalankan, ternyata BISA. Saya janji nulis dua artikel baru setiap minggu di posting Selasa dan Jumat pagi, janji menjawabi semua yang komen di blog. Dan selain memenuhi janji tersebut, saya juga menghadirkan tulisan tersebut dalam bentuk buku.

Berawal dari Pikiran Sendiri

Tentu saja pertanyaan teman-teman di atas membuat saya berpikir keras untuk meyakinkan diri bahwa saya bisa. Dan menggunakan latihan sederhana yang saya lakukan bila menghadapi keadaan demikian, saya berdiri di depan cermin dan memulai dialog dengan diri sendiri:

  • Josef, siapkah anda untuk meraih sukses hari ini, karena sukses berawal dari pikiranmu sendiri, dari dirimu sendiri.
  • Josef, kalau engkau percaya akan gagal, maka engkau akan gagal; sebaliknya kalau engkau percaya akan berhasil, maka engkau akan berhasil.

Dialog ini bisa Anda temukan di halaman 9-10 buku yang barusan diluncurkan: “Kisah Rp 10.000 yang Mengubah Hidupku”:

Buku 10rb blog

Ucapan Selamat, Doa dan Harapan

Begitu pemberitahuan dari saya via Twitter, Instagram, Facebook dan LinkedIn, maka mengalirlah ucapan dari para sahabat, mulai dari ucapan selamat atas peluncuran buku, tapi juga sekaligus doa dan harapan agar manfaat isi buku ini bisa menyebar ke lebih banyak orang.

Saya kutip beberapa diantaranya:

Yang ingin segera menyimak:

Stevy Salindeho: Selamat pak Josef Bataona….. tak sabar mengetahui rahasia 10.000

Veronica Yap: Selamat, Pak.. Semoga semakin sukses… Kami tidak sabar untuk membaca buku ini…

Ada juga tekad untuk membagi inspirasinya kepada yang lain lagi:

Firdanianty: Selamat Pak Josef Bataona. Turut berbahagia atas penerbitan bukunya. Semoga kehadiran buku ini dapat memberi pencerahan dan menginspirasi banyak orang Indonesia sehingga hidupnya menjadi lebih baik setelah membaca buku Pak Josef.

Emmi Gandasasmita: Alhamdulillah .. jadi sekarang meski jarang banget ketemu Pak  Josef Bataona .. tapi tetep bisa dapet inspirasinya … malah bisa disebarin ke semakin banyak orang .. even yg belum pernah ketemu … nanti saya minta tandatangannya ya Pak.

Mereka melihat bahwa pengalaman yang dituturkan adalah hal-hal sederhana dalam keseharian:

Deby Sadrach: Pak Josef selamat ya atas peluncuran bukunya. Buku yang sangat menginspirasi. Hal-hal sederhana yang dikedepankan sebagai pembelajaran kehidupan yang besar manfaatnya. Senang juga ada nama saya dan Bobos di dalam buku itu. Sukses ya pak.

Asri Tjardiana: Selamat Pak Josef Bataona. Kami ter inspirasi untuk mencermati hal2 kecil sehari hari yang justru merupakan proses pembelajaran dan manfaat. Selamat.

Tumpengan dan Penanda-tanganan Buku

Diam-diam Tim telah mempersiapkan acara kejutan dengan tumpeng datar dihiasi lembaran uang 10 x Rp1.000.

Book Signing Buku 10rb

Bersama kami memohon semoga semuanya berjalan lancar, bukan saja peluncuran bukunya, tapi semoga mereka yang mendapatkan buku ini bisa terus membagi manfaat isi buku ini kepada lebih banyak orang lagi, seperti harapan yang disampaikan melalui timeline-ku di Facebook:

“Wah, Congratz, ya, pak Yosef, atas peluncuran bukunya. Semoga semakin banyak lagi orang yg bisa dan mau mengamalkan damai, amal dan karya dalam kehidupan se hari2…” (Bambang Setiawan Soedharto)

Sebagai penulis, harapan saya adalah: Setelah membaca dan menyimak isinya, juga membagi manfaat yang diperoleh dari buku ini kepada orang lain lagi.

“Commitment creates a powerful radiant energy that activates all sorts of miracle within and around you.” (Susan Jeffers)

Bookmark and Share

6 Responses to Mempertanggung-jawabkan Sebuah Janji

  1. Robert Affero says:

    Janji adalah wujud komitmen yang harus dipertanggung jawabkan kepada diri sendiri, sejak saya mengunjungi blog Bapak Josef saya juga berjanji untuk selalu menyimak dan comment terhadap postingan yang bermanfaat bagi pribadi, dan akan saya bagi juga dalam lingkungan kerja maupun lingkungan keluarga. Terima kasih pak dengan blog ini sudah melatih saya untuk mempertanggung jawabkan sebuah janji. Salam sukses dan bahagia Pak Josef.

    • josef josef says:

      Terima kasih Robert, hal2 kecil sering terlupakan karena alasan kesibukan, termasuk memenuhi janji. Saling mengingatkan juga merupakan langkah kecil untuk membantu yang lain memenuhi janjinya.

  2. jafis says:

    selamat atas bukunya pak… saya janatul firdaus peserta Indonesian Future HR Leader 2014 majalah SWA … blognya inspiratif sekali..

    • josef josef says:

      Terima kasih Jafis, senang bertemu kembali di social media. Semoga kisah2 lainnya di blog atau dibuku juga menginspirasimu. Salam

  3. Erlina says:

    Jika Saya MAU, maka Saya BISA!! Tetap semangatt Pak..

Leave a Reply to Robert Affero Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...

Agnes Keraf:
Selamat siang dan terima kasih Besa untuk berbagi berkat yg menginspirasi. Mendengar dgn hati tidak...

josef:
Terima kasih sama-sama Riski, semoga bermanfaat untuk dijadikan pedoman hidup sehari-hari. Salam

josef:
Terima kasih Tromol, belajar hendaknya menjadi menu harian kita, termasuk belajar menjadi Leader yang handal....

Riski Saputra:
wahhh terimakasih pak atas sharingnya 🙂


Recent Post

  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET
  • A New Horizon Beyond Corporate Life
  • Berpikir Positif Percepat Kesembuhan
  • Peluang ke Jenjang Lebih Tinggi
  • Bermanfaat Bagi Orang Lain
  • Komitmen Belajar dan Berbagi