Pentingnya Pengembangan SDM

Posted on December 17th, 2013

“You can teach a student a lesson for a day; but if you can teach him to learn by creating curiosity, he will continue the learning process as long as he lives.” (Clay P. Bedford)

DI BERBAGAI KESEMPATAN, mereka yang peduli pada pengembangan Sumber Daya Manusia terus menyuarakan pentingnya Pengembangan Sumber Daya Manusia. Saya sendiripun tidak hanya sekali melontarkan kepada para peserta seminar di beberapa forum yang lalu, bahwa kalau saja di setiap Perusahaan, kepedulian akan Pengembangan Sumber Daya Manusia mendapatkan perhatian penting, maka “Talent War” yang sekarang sedang terjadi, perlahan-lahan akan redah, walaupun tidak hilang.

Betapa tidak, masih banyak perusahaan yang mempunyai pendekatan untuk lebih baik mengambil Talent yang sudah siap di Pasar, daripada mengembangkannya sendiri secara internal.

Alasanmu Tersenyum Pagi Ini

Siang itu, ada kunjungan mahasiswa UNJ, Fakultas Ilmu Pendidikan, Jurusan Teknologi Pendidikan, konsentrasi Teknologi Kinerja Manusia dengan Mata Kuliah Pengembangan Sumber Daya Manusia. Mereka ingin menimba pengalaman praktis tentang Pengembangan Sumber Daya Manusia, khususnya mengenai Knowledge Management, Training, Coaching.

Usai berkenalan, saya meminta mereka untuk mengambil sepotong kertas dan menuliskan: “Apa alasan kamu tersenyum pagi ini?” Mereka saling memandang, seakan bertanya: “Loh kaya di kampus aja, belum-belum sudah ada quiz, ujian lisan. Bukankah kami datang ini untuk belajar??”

Mereka tidak menyadari bahwa saya sedang menunjukkan kepada mereka proses ice breaking sebelum sharing yang saya lakukan. Kita intip beberapa dari tulisan itu, alasan mereka tersenyum pagi ini:

“Saya akan bertemu pak Josef, di mana itu merupakan impian saya menjadi seorang direktur HRD pada suatu perusahaan.”

“Karena menerima tilpon dari nenek yang bilang: aku kangen cucuku.”

“Karena bahagia melihat ibu saya yang sedang di dapur memasak untuk bekal saya ke kampus.”

“Pagi tadi mendengar kabar ibu saya sudah sehat kembali dari sakitnya.”

Melalui sesi sederhana itu, mereka belajar bahwa ternyata ada hal yang menurut saya kecil, ternyata sangat berarti bagi orang lain. Mereka juga dibuat sadar bahwa kalau kita memulai hari dengan senyum, dengan pikiran positif, maka sepanjang hari kita akan berada dalam lingkungan yang penuh energi positif karena dikelilingi oleh mereka yang juga memulai harinya dengan pikiran positif.

Sesi awal ini juga untuk menyampaikan bahwa alasan yang disampaikan oleh masing-masingnya adalah unik, dan kita bisa belajar dari yang lain. Di sinilah cikal bakal knowledge management: kesediaan berbagi dan kemauan belajar. Dari sini pula dibangun budaya “Learning and Sharing.”

Apalagi dengan hadirnya para pimpinan dengan pengetahuan dan pengalaman di berbagai bidang di perusahaan, akan menjadi sumber pembelajaran yang sangat kaya, bila dikelola secara benar dalam konteks knowledge management.

Proses Belajar Secara Bertingkat

Sebagai pemula di perusahaan, karyawan baru akan mendapatkan berbagai training sebagai bekal untuk bisa melakukan pekerjaan dengan baik. Selanjutnya mereka akan mendapat kesempatan untuk berbagai program pengembangan diri secara berjenjang:

Grow Yourself: Di tahap ini karyawan akan belajar values perusahaan dan belajar mengenali diri sendiri demi meningkatkan self-confidence serta efektivitas diri.

Grow Your Team: Pada tingkat ini, umumnya karyawan sudah punya anak buah sehingga mereka dibekali dengan leadership program dalam memimpin tim untuk mencapai target. Aspek Mentor akan memainkan peran penting.

Grow Your Business: Pada tingkat ini, karyawan sudah mencapai jenjang yang tinggi dan terlibat dalam memikirkan strategi perusahaan dalam mencapai visi dan misi organisasi. Mereka juga dituntut untuk bisa membangun network, membangun tim dan terlibat dalam menyusun strategi perusahaan. Pada tahap ini, aspek Pengembangan SDM sudah pada tingkat korporasi, bukan hanya memikirkan divisi sendiri.

Dalam konteks semua program pembelajaran ini, peran Leader sebagai Coach akan sangat menentukan efektivitas belajar paska training. Belajar di kelas juga perlu, tapi membawa materi ke dalam penerapan di bawah bimbingan atasan, akan memberikan efektivitas yang jauh lebih tinggi.

Semangat Belajar Generasi Muda

Para praktisi sering mengumandangkan pentingnya SDM dalam membangun ambisi untuk mencapai masa depan perusahaan yang lebih baik. Kesadaran ini akan membuat setiap leader belajar untuk menjalankan peran pengembangan SDM di unit masing-masing.

Sementara itu di tingkat Perguruan Tinggi, kesadaran akan pentingnya Pengembangan SDM harus ditunjukkan dalam kurikulum. Selain Ilmu dan Pengetahuan dari teori yang diperoleh, akses ke industry untuk belajar dari praktisi juga merupakan elemen yang penting.

Di samping niat Perguruan Tinggi untuk memberikan penekanan pentingnya Pengembangan SDM, saya sendiri juga kagum melihat antusias mahasiswa yang berkunjung ke tempat kami. Membaca tulisan Nihaya di KampusUpdate.com pada hari berikutnya (klik di sini), kita bisa ikut merasakan semangat belajar mereka.

Dan saya pun turut tersenyum, ketika saya menyapa dan mention mereka di Twitter sambutan mereka pun menggambarkan semangat belajar dan antusiasme untuk menerapkan beberapa butir yang dipelajari. Misalnya saja, simak beberapa twit berikut ini:

RT @nailestari: Pagi, Pak! Terima kasih telah menjadi alasan kami tersenyum pagi ini, selamat beraktifitas dan tetap “bersyukur” 😉 @Josefbataona

RT @susantiangraeni: @Josefbataona kata-kata bapak kemarin “saya sudah menghapus GALAU dari pikiran saya” menginspirasi saya pagi ini untuk berpikir positif.

RT @annairvanda: siang ini saya tersenyum utk seorang disana yg bilang sebel tp kangen #ReasonToSmile @Josefbataona 🙂

RT @dynaaaay: Pagi ini saya tersenyum karena hari ini papa saya pulaang ke indonesia dari kerja dinasnyaa Pak #ReasonToSmile @Josefbataona.

RT @anggittt: Terimakasih banyak pak @Josefbataona atas waktu dan pelajaran berharga nya utk saya dan teman2 🙂

Semoga kunjungan singkat ini bisa memberikan gambaran kepada mahasiswa yang berkunjung, bahwa sukses di perusahaan bukan saja karena karyawannya mempunyai ilmu dan pengetahuan yang memadai, tetapi mereka akan diberikan kesempatan untuk terus meng-update diri dengan tuntutan terkini, melalui berbagai kesempatan belajar.

“The difference between school and life? In school, you’re taught a lesson and then given a test. In life, you’re given a test that teaches you a lesson.” (Tom Bodett)

Bookmark and Share

6 Responses to Pentingnya Pengembangan SDM

  1. Hirmana says:

    Pak Josef, hanya selang 5 hari setelah kunjungan kami itu, di blog ini Bapak telah menabur lagi benih yang bukan sembarang benih melainkan yang unggul yang telah dikirimkan langsung dari Tuhan. Semoga ini menjadi bukti dan pelajaran bagi kita semua bahwa ketika kita mau memuliakan sesama, maka di saat itulah Tuhan memuliakan kita berlipat ganda. Terima kasih, Tuhan. Terima kasih, Bapak. PS:(Re)creating curiosity (Bedford) bagi saya memang merupakan misi utama kita para pelayan pengembang manusia. #capitalizing human server

    • josef josef says:

      Terima kasih pa Hirmana, I just go with the flow, following my heart. Antusiasme anak2mu yang membuat saya kagum, twitter mereka sdh menginspirasi teman2 lainnya, bahkan sampai jauh ke surabaya, sampai jam 02:00 dinihari kicauan twitternya. Dan inilah sudut lain dari knowledge sharing, saya memberikan satu butir katakanlah kepada 10 orang, dan kalau masing2nya menebar benih itu kepada 10 prang kawannya, kita sdh punya 100 orang yang ikut belajar. Betapa powerfulnya knowledge sharing dipadukan dengan social media. Keep creating dan recreating curiosity !

  2. Kapan ya bisa berguru langsung dengan pak Josef? Saya akan belajar dari hal-hal yang terlihat kecil tapi berdampak besar. Pasti akan lebih mantap bila bisa jumpa langsung dengan bapak.

    Salam SuksesMulia

    • josef josef says:

      Ayo pa Jamil, kita janjian ketemu, kalau bapa tdk sedang ke daerah. Saya DM HP saya. Dan terima kasih sudah mendorong komunitasnya untuk follow saya di twitter dan blog. Kalau saya sdh dpt HPnya nanti saya call untuk kita bertemu, karena saya pasti banyak belajar dari pa Jamil.

  3. Iya pak, sepakat! Pembelajaran yang tak henti menjadi dasar utama dalam pengembangan karir seseorang. Kesempatan untuk 3E (exposure, experience, serta education) harus diberikan kepada orang-orang muda. Tak hanya untuk self develompent, tetapi juga salah satu bentuk investasi perusahaan terhadap pengembangan SDMnya.
    Oh ya, semoga ada waktu untuk bertemu dan discuss dengan bapak. 🙂

    Salam Damai,
    Ewaldo Reis Amaral

    • josef josef says:

      Terima kasih Ewaldo, 3 E itu baru bisa direalisir kalau kesadaran tentang pentingnya Pengembangan SDM ada di agenda para pimpinan. Dan saya setuju, ini merupakan investasi penting demi masa depan, bukan hanya bagi karyawan tapi juga bagi perusahaan.

Leave a Reply to Jamil Azzaini Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...

Agnes Keraf:
Selamat siang dan terima kasih Besa untuk berbagi berkat yg menginspirasi. Mendengar dgn hati tidak...

josef:
Terima kasih sama-sama Riski, semoga bermanfaat untuk dijadikan pedoman hidup sehari-hari. Salam

josef:
Terima kasih Tromol, belajar hendaknya menjadi menu harian kita, termasuk belajar menjadi Leader yang handal....

Riski Saputra:
wahhh terimakasih pak atas sharingnya 🙂


Recent Post

  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET
  • A New Horizon Beyond Corporate Life
  • Berpikir Positif Percepat Kesembuhan
  • Peluang ke Jenjang Lebih Tinggi
  • Bermanfaat Bagi Orang Lain
  • Komitmen Belajar dan Berbagi