Posted on March 28th, 2014
“If you could get up the courage to begin, you have the courage to succeed.” (David Viscott)
MASING-MASING KITA mempunyai jalan hidup berbeda-beda. Terkadang kita tidak mengerti mengapa kita harus menapaki jalan ini, sampai kita berada di titik tertentu dan melihat ke belakang. Mata dan hati kita baru terbuka, mungkin tidak banyak, tapi bisa membantu memahami perjalanan sejauh ini. Dan reaksi kita pun beragam.
Mensyukuri semua yang kita alami, karena telah membuat kita tambah bijak. Ada yang menyesali apa yang seharusnya dilakukan tapi diabaikan, tapi ada juga yang mulai membanding-bandingkan, dan muncullah benih-benih negatif seperti iri hati, cemburu, tidak menerima kenyataan, tidak belajar dari pengalaman. Semoga kita terhindar dari situasi yang disebutkan terakhir ini.
Perhatian Sekaligus Penghargaan
Namanya Hanny Sugiarto, 48 tahun. Mungkin pagi hari ketika berangkat ke kantor, tidak merasa ada tanda-tanda istimewa apa yang bakal terjadi hari itu. Harinya dia lalui dengan serius, melayani banyak orang yang membutuhkan uluran tangannya. Mungkin banyak juga yang tidak memperhatikan, di bagian mana dari kantor dia sedang berada.
Tapi bila diperlukan, dia senantiasa hadir. Makna “Be present” sangat dihayati dalam pelaksanaan tugas, tanpa harus memahami istilah Inggris yang keren itu. Buat dia yang terpenting adalah, kapan saja dibutuhkan dia hadir. Ia pun melayani dengan sepenuh hati.
Sore itu, tanpa dia duga sebelumnya, dia diminta untuk bertemu saya di ruang kerja saya. Tidak berapa lama, teman-teman sudah berkumpul untuk memberikan dia kejutan “Selamat Ulang Tahun”. Office Boy handal yang bernama Hanny ini kaget mendapatkan perhatian seperti itu karena ini untuk pertama kalinya. Dia adalah keluarga HR, jadi sepatutnya mendapatkan perlakuan yang sama, tanpa membeda-bedakan level dan kepangkatan. Hari itu akan sangat berkesan, terutama bahwa dia merasa diperhatikan dan dihargai seperti halnya keluarga HR lainnya.
Anak-anak Saya Harus Bisa Lebih Baik
Walaupun Hanny melihat bahwa secara realistis hanya ini pekerjaan yang bisa dia kerjakan, namun di balik itu ada motivasi besar yang tidak bisa dibendung. Dia ingin anak-anaknya mempunyai pendidikan dan pekerjaan yang lebih baik dari dia. Ini yang mendorong dia untuk bekerja sungguh-sungguh demi membiayai sekolah anak-anaknya. Karena itu, mungkin rasa ‘mensyukuri” akan karunia pekerjaan ini buat dia jauh lebih tinggi dari mereka yang punya pekerjaan yang lebih baik, dengan penghasilan yang lebih memadai, tapi hanya melihat semua ini sebagai hal rutin.
Potensi Tersembunyi
Minggu siang itu, di teras belakang rumah, saya ngopi bareng dua tamu: Sobri Gamur dan Mursid. Bersama kami ngobrol sambil menikmati taman yang asri, apalagi suasananya sangat sejuk sehabis hujan pagi. Dua tamu itu sudah sepuluh tahun hadir di rumah kami setiap hari Senin, untuk membantu istri saya menata taman di rumah.
Apakah mereka tukang taman? Tidak! Mereka adalah tukang batu, yang kerjanya tidak menentu, karena itu penghasilannya juga tidak menentu.
Adalah Mursid yang duluan bekerja. Istri saya punya keyakinan bahwa setiap orang bisa belajar asal diberi kesempatan. Di hari-hari awal bekerja, Mursid pun bertanya pada istri saya yang sudah membeli alat potong rumput dengan listrik.
“Bagaimana kalau hasilnya tidak rata, ada yang botak?”
Dengan santai istri saya menjawab.
“Besok kan rumputnya tumbuh lagi! Tidak usah khawatir, kamu pasti bisa pake alat ini.”
Saya teringat ada orang bijak, entah siapa namanya juga pernah mengungkapkan:
“Every accomplishment starts with the decision to try.”
Mursid kemudian merekomendasikan keponakannya, Sobri, yang masih menganggur, tapi pernah punya pengalaman ikut pedagang kembang, jadi sedikit-sedikit mengerti tanaman dan cara merawatnya. Duet mereka berdua, ditambah dengan panduan dari istri saya yang punya hobby khusus untuk ngurusin tanaman, jadilah kami sekeluarga menikmati paruh-paruh rumah, sepenggal tanah yang ditanami aneka tanaman warna-warni.
Adapun Mursid dan Sobri, mereka berdua juga belajar bahwa penataan taman tidak hanya sekedar memotong rumput dan merapihkan tumbuhan yang sudah tinggi, tapi juga butuh kreativitas dalam menata. Dalam penataan itu, mereka harus bisa memahami dan menterjemahkan berbagai kemauan kami, yang disampaikan secara lisan, tanpa gambar sama sekali.
Lingkungan Kerja dan Harapan ke Depan
Ada hal yang sama dari kedua contoh di atas:
“A positive, motivated person has a particular thought process that manifests itself in the way he feels, which manifests itself in the way he acts.” (Dennis Mannering)
josef:
Terima kasih sama-sama Diana. Itu adalah cerita perjalanan kita bersama, yang kita temukan dan pelajari...
Diana Wirawan:
Bapak tidak pernah berhenti memberikan rasa “oya ya bener jg”.. tulisan bapak yang...
josef:
Selamat pagi Puji. Terima kasih telah menjadi bagian dari tulisan ini. Kita terus saling belajar dan berbagi....
Puji:
Banyak contoh nyata yang jadi pembelajaran seumur hidup, menjadi lebih baik setiap harinya. Terima kasih pak...
josef:
Terima kasih sama2 mba Deva, terima kasih untuk rutin menyimak tulisanku. Semoga membawa manfaat untukmu dan...
Sebuah contoh bahwa suatu pembelajaran bisa didapatkan dari mana saja ataupun dari siapa saja…
Terima kasih Ratih, dan seberapapun kecilnya pembelajaran itu, akan bisa membuat kita menjadi pribadi yang lebih baik hari ini dibandingkan dengan hari kemarin