Posted on July 10th, 2026
“Coaching is a profession of love. You can’t coach people unless you love them.” (Eddie Robinson)
Bahagia mendapat kehormatan menjadi keynote speaker, sepanggung dengan pa Salman Subakat dan ibu Febrina Orsidisa dalam Indonesia Coaching Conference (ICC) 2026 yang mengangkat tema besar “Coaching: The Next Human Transformation.”
Tema ini sangat relevan dengan kondisi saat ini. Di tengah pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI), perubahan model bisnis, dan tuntutan organisasi yang semakin dinamis, muncul satu pertanyaan penting: apakah manusianya sudah siap?

Transformasi manusia adalah fondasi semua transformasi
Banyak organisasi berinvestasi besar dalam strategi dan teknologi, tetapi hasil transformasinya tidak selalu sesuai harapan. Sering kali masalahnya bukan terletak pada strategi, melainkan pada kesiapan manusia yang menjalankannya.
Di sinilah coaching menjadi penting. Coaching membantu menjembatani perubahan organisasi dengan perubahan manusia. Karena pada akhirnya, transformasi yang berkelanjutan selalu dimulai dari dalam diri.
Saya menyimak kembali moto yang selama ini saya pegang: “Be Yourself, but Better Everyday.” Menjadi diri sendiri itu penting, tetapi yang lebih penting adalah terus membuka diri untuk belajar dan bertumbuh setiap hari.
Dalam proses coaching, saya sering bertanya kepada klien:
“Ini kemauan Anda sendiri, atau kemauan atasan Anda?”
Pertanyaan sederhana ini sering membuka kesadaran baru. Sebab transformasi yang sejati tidak bisa dipaksakan. Ia lahir dari kesediaan seseorang untuk berubah.
Trust, Connection dan Coaching menuju Transformasi
Transformasi pribadi kemudian menjadi fondasi bagi transformasi kepemimpinan. Pemimpin masa depan tidak cukup hanya mengelola orang, tetapi harus mampu menumbuhkan orang. Mereka tidak lagi mengandalkan jabatan semata, melainkan membangun pengaruh (influence).
Saya sering mengingatkan para leader bahwa setiap anggota tim sesungguhnya membawa tiga pertanyaan yang sama:
Ketika seorang pemimpin mampu menjawab ketiga pertanyaan tersebut melalui tindakan sehari-hari, fondasi kepercayaan dan pertumbuhan mulai terbentuk.
Coaching bukan sekadar alat pengembangan individu. Coaching adalah cara membangun budaya organisasi yang mendorong ownership, kolaborasi, dan kinerja yang berkelanjutan. Dalam banyak transformasi yang saya dampingi, perubahan organisasi hampir selalu dimulai dari perubahan para pemimpinnya.
Peran Pemimpin Menumbuhkan Manusia melalui Pengaruh, bukan Jabatan.
Di era AI, relevansi coaching justru semakin meningkat. Ketika teknologi semakin pintar, keunggulan manusia akan semakin terletak pada hal-hal yang tidak dapat digantikan mesin: empati, kepedulian, karakter, kemampuan mendengarkan, serta kemampuan membantu orang lain bertumbuh.
Pada akhirnya, transformasi selalu dimulai dari percakapan. Percakapan yang membangun kesadaran. Percakapan yang menumbuhkan kepercayaan. Percakapan yang membantu seseorang menemukan potensi terbaiknya.
Sambil mengacungkan jempol untuk Asia Coach Indonesia yang sukses menyelenggarakan Indonesia Coaching Conference 2026 ini, salut juga untuk lebih dari 200 peserta yang bahkan melahirkan komitmen untuk terus bertumbuh melalui 667 Aksi Transformasi.
Sebagai pemimpin, andalan utama kita bukanlah jabatan, melainkan pengaruh. Usai Conference ini: di kantor, di rumah, maupun di komunitas, ada orang-orang yang menunggu jawabanmu atas tiga pertanyaan sederhana ini:
Cara kita menjawab ketiga pertanyaan tersebut akan menentukan apakah kita hanya memimpin orang, atau sungguh-sungguh membantu mereka bertumbuh.
Karena pada akhirnya, tujuan COACHING bukan sekadar menghasilkan kinerja yang lebih baik. Tujuannya adalah melahirkan lebih banyak pemimpin yang mampu memberdayakan orang lain. Dan itulah esensi dari Human Transformation.
“The only guarantee that tomorrow will be better than today is that you’re growing right now.” (John C. Maxwell)
josef:
Terima kasih ka Sofia. Senang ada yang bisa dipetik, dibawa pulang. Salam
sofia:
Do you care about me (connection)? Can you help me (competency)? Can I trust you (character)? ini yang akan...
josef:
Terima kasih coach. Kita saling berbagi inspirasi. Di blog ini ada lebih dari 1000 tulisan. Yang baru...
Mariani ng:
Terima kasih atas tulisan ini, Pak Josef. Menginspirasi untuk selalu menjadi atap bagi keluarga dan orang...
josef:
Terima kasih untuk testimoni Randy. Senang dengan progress yang dialami. Perjalananmu masih panjang, banyak...
Do you care about me (connection)?
Can you help me (competency)?
Can I trust you (character)?
ini yang akan saya pegang bener sebagai hadiah dari bacaan pagi ini pak Josef, terimakasih sudah selalu berbagi…
Terima kasih ka Sofia. Senang ada yang bisa dipetik, dibawa pulang. Salam