Posted on September 25th, 2018
“Look deep into nature, and then you will understand everything better.” (Albert Einstein)
SELALU DI AGENDA. Usia hendaknya tidak menghambat untuk melakukan perjalanan, apalagi perjalanan wisata. Dalam perjalanan baru-baru ini ke Pulau Sumba, setidaknya ada 6 orang berusia di atas enam puluh tahun, bahkan ada seorang 78 tahun.
Tapi entusiasme mereka untuk mendaki dan menuruni bukit, tracking ke lokasi air terjun, bahkan kemampuan berlari cepat agar tidak ketinggalan pesawat di Bali menuju Jakarta (karena pesawat kami menuju Bali terlambat sejam), sungguh memukau. Singkatnya, usia tidak pernah boleh menjadi alasan, namun satu hal yang tidak kalah pentingnya adalah kondisi kesehatan harus tetap prima.
Bahkan sebelum berangkat pun suasana laut seperti ini sudah terbayang.

Postingan yang akan kami tampilkan tentang Sumba akan lebih banyak fotonya daripada teksnya.
One Stop di RBS
Perjalanan kami kali ini bersama teman-teman adalah meng-explore Pulau Sumba dari Barat sampai ke Timur. Namun seminggu tak akan memberikan pemahaman menyeluruh tentang alam dan budaya Sumba. Untung ada RBS, Rumah Budaya Sumba, yang didirikan pada tahun 2010 oleh Pater Robert Ramone, CSSR bersama para donator, di Weetabula Sumba Barat Daya.

Passion beliau adalah untuk menjaga kelestarian budaya Sumba. Tujuannya adalah agar anak cucu kita kelak tetap mengenal budaya Sumba dan semua benda yang ada di RBS ini yang benar-benar ada dan dipakai atau digunakan sejak jaman nenek moyang kita dahulu.
Pesona Pantai Mandorak
Suasana pantai mempunyai daya tarik tersendiri. Begitu bertemu dengan laut serasa muncul kebutuhan untuk berlama-lama mengamati batu karang, dan mendengarkan debur ombak.

…atau sekedar merasakan angin laut di bawah langit yang biru.

Pasir pink menambah warna ceria suasana hari itu.

Hadir Utuh dan Mengapresiasi
Pemandangan alam seputar pantai yang mempesona. Danau Air Asin di Pantai Waekuri.

Momen merekam kebersamaan, sambil mengapresiasi indahnya alam Indonesia.

Budaya yang masih dilestarikan di Kampung Adat Ratenggaro akan menjadi destinasi yang layak dikunjungi.

Pilihan sunset di Tanjung Marinding melengkapi pengalaman yang tak akan terlupakan.

Matahari boleh terbenam hari ini, namun kami percaya bahwa besok dia akan terbit kembali di Timur memberikan kami pengalaman yang berbeda.
“The sun does not shine for a few trees and flowers, but for the wide world’s joy.” (Henry Ward Beecher)
josef:
Terima kasih mba Yana, kita semua sedang belajar asalkan kita membuka mata dan hati kita untuk menyimak semua...
Sriroosyana:
Saya belajar, Saya sedang menjalaninya satu per satu Doakan saya ya, Tata..
josef:
Terima kasih ka Sofia. Senang ada yang bisa dipetik, dibawa pulang. Salam
sofia:
Do you care about me (connection)? Can you help me (competency)? Can I trust you (character)? ini yang akan...
josef:
Terima kasih coach. Kita saling berbagi inspirasi. Di blog ini ada lebih dari 1000 tulisan. Yang baru...