Saya Bukan Siapa Siapa Tanpa Kalian

Posted on May 8th, 2026

Saya Bukan Siapa Siapa Tanpa Kalian

“Either write something worth reading or do something worth writing.” (Benjamin Franklin) KALIMAT PERTAMA yang kutulis di blog, masih penuh ketidak-pastian tentang seberapa menarik tulisan ini di hadapan pembaca. Tanpa pengalaman, tanpa bekal pengetahuan memadai. Satu-satunya yang membuat saya penuh percaya diri untuk memulai adalah, saya punya banyak pengetahuan dan pengalaman, yang masih tersimpan rapih di kepalaku (tacit knowledge). Saat itu, lebih dari 30 tahun berkecimpung di bidang Sumber Daya Manusia merupakan modal penting. Pengalaman sebagai leader dan mengembangkan leadership bisa menjadi daya tarik. Pengalaman memimpin transformasi dan membangun budaya, juga bisa menjadi topik menarik. Dan tentu saja perjalanan karier secara umum dan perjalanan hidup juga unik.   Pengingat Agar Selalu Bersyukur Bagi yang pernah mengikuti atau mendengarkan presentasi saya, mungkin sudah cukup familiar dengan gambar di bawah ini, yang selalu saya gunakan sebagai penutup semua presentasi saya. Mengapa? Gambar yang terlihat sederhana memiliki MAKNA yang mendalam untuk saya. Persisnya,

Berdampak dan Menciptakan Perubahan

Posted on April 30th, 2026

Berdampak dan Menciptakan Perubahan

“We must never become too busy sawing to take time to sharpen the saw.” (Stephen R. Covey) RUTIN MENGASAH GERGAJI. Ada satu prinsip sederhana namun sangat mendasar dalam pengembangan diri yang sering kita dengar dari Stephen R. Covey: Sharpen the Saw, kebiasaan ke-7 dari The 7 Habits of Highly Effective People. Intinya adalah komitmen untuk terus memperbarui diri secara utuh: fisik, mental, emosional, dan spiritual. Tanpa pembaruan ini, efektivitas kita akan menurun, bahkan tanpa kita sadari. Bagi saya, prinsip ini bukan sekadar konsep, tetapi sebuah disiplin. Itulah sebabnya kami secara rutin meluangkan waktu untuk belajar bersama. Bukan hanya untuk menambah pengetahuan, tetapi untuk menjaga ketajaman diri agar tetap relevan, berdampak, dan bertumbuh. Sabtu 18 April lalu, dalam sesi pembelajaran di MLCT (Maxwell Leadership Certified Team), kami mendalami satu topik yang sederhana namun sangat kuat: Movement of Impact.   Lebih dari Sekadar Hadir: Meninggalkan Jejak Pembelajaran hari itu mengingatkan saya

Upward Bullying Terhadap Toxic Leader

Posted on April 24th, 2026

Upward Bullying Terhadap Toxic Leader

“Make the most of the difficult situation of working for a bad boss: learn to think like a leader yourself. Think people, think progress, and think intangibles.” (John C. Maxwell) Pertanyaan dari peserta berkaitan dengan leader yang cenderung toxic di webinar yang diselenggarakan GNIK (Gerakan Nasional Indonesia Kompeten) bersama Maxwell Leadership Indonesia baru-baru ini.  Pertanyaan ini menjadi semakin menarik, saat saya dimintai pendapat oleh seorang leader yang cukup berpengalaman beberapa hari sesudahnya. Dalam percakapan santai itu, ia berkata pelan, “Saya tidak tahu sejak kapan, tapi rasanya tim saya tidak lagi bersama saya… mereka seperti bekerja di sekitar saya, bukan dengan saya.” Di sisi lain, saya juga sering mendengar cerita yang berbeda. Tentang atasan yang sulit diajak bicara, keputusan yang berubah-ubah, atau gaya memimpin yang membuat tim lelah secara emosional. Dua cerita ini, ternyata tidak berdiri sendiri. Mereka saling terhubung dan sering kali terjadi dalam organisasi yang sama. Berikut flier

Menemukan WHY dari Laut Lamalera: Belajar dari LAMAURI

Posted on April 17th, 2026

Menemukan WHY dari Laut Lamalera: Belajar dari LAMAURI

“Once you understand your WHY, you’ll be able to clearly articulate what makes you feel fulfilled and to better understand what drives your behavior when you’re at your natural best.” (Simon Sinek) LAMAURI, Novel yang ditulis Fince Bataona, bukan sekadar cerita tentang kehidupan masyarakat nelayan di Lamalera, Pulau Lembata. Ia adalah cermin nilai hidup, tentang makna bekerja, refleksi diri, fokus, dan kebahagiaan yang lahir dari hati yang selaras. Di balik kisah sederhana tentang perahu, laut, dan peran seorang perempuan yang disimbolkan dengan Lamauri (jurumudi), tersimpan pelajaran yang sangat relevan bagi kehidupan modern, bahkan bagi dunia kepemimpinan hari ini. WHY: Mengapa Engkau Bekerja? Salah satu pertanyaan paling kuat dalam buku ini muncul dari dialog sederhana: “Mengapa kau harus bekerja? Apa alasanmu bekerja?” Pertanyaan ini mengingatkan kita pada konsep Simon Sinek dalam bukunya FIND YOUR WHY, yang menekankan bahwa orang yang mengetahui “WHY”-nya tidak hanya bekerja untuk hasil, tetapi untuk makna.

Bijak Memimpin Lintas Generasi

Posted on April 10th, 2026

Bijak Memimpin Lintas Generasi

“Between stimulus and response there is a space. In that space lies our freedom and our power to choose our response.” (Stephen Covey) Dalam sebuah sesi sharing tentang “Leading Across Generation”, saya menerima cukup banyak pertanyaan dari para peserta. Awalnya saya mengira sebagian besar pertanyaan akan berkisar pada perbedaan karakter antara Boomer, Gen X, Milenial, dan Gen Z. Namun setelah menyimak dengan lebih tenang, saya menemukan bahwa sebagian besar pertanyaan itu tentang sesuatu yang jauh lebih mendasar: bagaimana kita memimpin manusia. Berikut flier sharing di komunitas IKIGAI. Memimpin Melalui Pengaruh Banyak peserta bertanya tentang situasi yang sebenarnya sangat klasik dalam kepemimpinan: Bagaimana memotivasi tim? Bagaimana menegur orang yang lebih senior? Bagaimana tetap tegas tanpa merusak hubungan? Pertanyaan seperti ini menunjukkan bahwa tantangan utama seorang pemimpin bukanlah soal generasi, tetapi soal pengaruh. Jabatan mungkin memberi kita wewenang formal, tetapi pengaruhlah yang membuat orang benar-benar MAU mengikuti kita. Dalam tim lintas

Profile

Profile MENGAWALI KARIERNYA di PT Unilever Indonesia sebagai Management Trainee,  Januari 1980, Josef terus menapaki tangga karier selama 31,5 tahun, termasuk 2.5 tahun sebagai Regional

Read more
Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih Cita. Satu dua menit waktumu untuk mengunjungi blog dan menyimak tulisan disana sangat berarti....

Tresita:
Terus menebar kebaikan om… Terus menulis cerita-cerita kehidupan Setiap hadirnya blog memberikan...

josef:
Terima kasih mba Meisia. Kontribusimu dalam mengawal blog ini sangat saya hargai. Ini adalah perjalanan kita...

Meisia:
Masih segar dalam ingatan. Blog ini diluncurkan tanggal 11-11-2011. Di tengah emerging e-commerce yang...

josef:
Terima kasih Lukas, bergerak ke segala arah dan disetiap momen. Tak henti menularkan kebaikan, termasuk...


Subcribe Newsletter

Dapatkan update dari Blog Josef Bataona melalui email Anda. Atau Follow Twitter dan Facebooknya.

Enter your email address: