Posted on October 2nd, 2026
“A candle loses nothing by lighting another candle.” (James Keller) PERJALANAN HIDUP memberikan banyak sekali cerita tentang berbagai kebaikan yang kita terima dan dalam berbagai rupa. Dan banyak tangan telah digunakan Tuhan untuk menyalurkan kebaikan yang kita terima. Entah itu berbentuk ilmu, pengetahuan dan pengalaman; atau juga berbagai kesempatan untuk berkarya; persahabatan dan jejaring profesional; tentu tidak lupa menyebutkan kebaikan dalam bentuk rezeki yang diterima dari para pimpinan dan perusahaan tempat kita bekerja. Dan paling sederhana bisa berupa sapaan penuh senyum saat kita lagi down. Coba sesekali berdiam diri dan buatkan daftar apa saja kebaikan yang sudah diperoleh selama ini dan dari siapa. Kita akan semakin bersyukur. Cahaya Lilin Kecil Saya barusan menulis paragraph pembuka diatas, ketika sebuah pesan penting muncul di sosmed sebagai berikut: Terpilih menjadi Duta Adaptability, salah satu Core Values dalam Agility Driven dengan dimensi Open Minded, Flexibility, Resilience dan Optimist. Bukan hanya sebuah apresiasi, tetapi
Posted on September 25th, 2026
“Kita bertumbuh karena belajar, dan kita melipat-gandakan DAMPAK dengan membantu orang lain bertumbuh“ (Josef Bataona) IHCBS2026 yang menghadirkan 6.000an peserta, merupakan event yang ditunggu-tunggu. Selain temanya yang menarik: Harnessing Human-Centric AI & Digitalization to Unlock Next Level Productivity, juga hadir pembicara2 kondang, termasuk Prof Dave Ulrich. Membuka rangkaian acara, Menteri Ketenagakerjaan terus menekankan pentingnya Prinsip People-Centric, ditengah maraknya diskusi dan implementasi AI. Saya Bertumbuh Agar Bisa Membantu Yang Lain Bertumbuh Kalau saya melihat kembali perjalanan karier saya, ada satu hal yang menarik. Dulu, saya berkesempatan dikembangkan. Saya belajar dari berbagai penugasan, dari atasan, dari rekan kerja, dari keberhasilan, juga dari kesalahan. Setiap titik penugasan menjadi kesempatan untuk belajar dan bertumbuh. Kemudian, perjalanan membawa saya ke tahap berikutnya. Saya mendapat kesempatan untuk mengembangkan orang lain. Dan semakin lama saya menjalani peran sebagai leader, semakin saya memahami bahwa mungkin inilah salah satu tugas terpenting seorang pemimpin: bukan sekadar menghasilkan sesuatu melalui
Posted on September 18th, 2026
“MEANINGFUL RELATIONSHIPS that drive success and enrich our lives, depend on our deepest human powers, that we already possess, like empathy, listening, vulnerability, and generosity, which come from being present with our minds, our bodies, and our hearts.” (Fredric Steck) Saya berkesempatan untuk berbagi di forum Mastering Industrial Relations, di Matahati BoothCamp, diselenggarakan oleh IRSchool.id. Industrial Relations memang menyimpan banyak permasalahan yang seharusnya bisa ditemukan jalan keluarnya. Bila kita memaknai Industrial Relations ini sebagai Hubungan Antar Manusia di Industri, mungkin akan membantu dalam pendekatan kita. Saya hadir disana membawa cerita, kisah kami bersama partner lainnya yang bernama Pimpinan Unit Kerja, karyawan, atau bahkan dengan para pemimpin di perusahaan. Saling Memahami Di awal kaier, saya ditugaskan di pabrik selama lima tahun, dimana saya belajar banyak tentang manusia, human behaviour, bagaimana berkomunikasi dengan karyawan di berbagai level dan lini. Saya berhadapan langsung dengan dinamika Industrial Relations, yang justru memberikan saya
Posted on September 11th, 2026
“What matters is not what we take from life, but what we leave in the hearts of others.” Perjalanan ke Lampung sebenarnya sudah selesai. Lima mobil kembali menyeberangi Selat Sunda. Rutinitas menunggu di Jakarta. Pekerjaan kembali berjalan seperti biasa. Tetapi ada beberapa hal yang rasanya masih tertinggal. Bukan di hotel. Bukan di Pondok Nelayan Lempasing. Bukan pula di dalam mobil atau kapal ferry. Tetapi di dalam pikiran. Apa sebenarnya yang kita bawa pulang dari sebuah perjalanan bersama keluarga? Berikut foto bersama di Pondok Nelayan Lempasing. Dari bersenang-senang menjadi belajar Kami meminta setiap peserta menjawab dua pertanyaan sederhana: Apa yang paling menyenangkan dari perjalanan ini? Dan pengalaman apa yang bermanfaat untuk kehidupan ke depan? Jawabannya beragam: Ada yang menyukai hotel. Ada yang senang kulineran. Ada yang senang berenang. Ada yang menikmati naik kapal. Tetapi di balik jawaban sederhana itu muncul sesuatu yang lebih dalam. Bahagia kumpul dengan keluarga. Bahagia ternyata
Posted on September 4th, 2026
“Cherish every moment spent with your family; they are the moments you’ll look back on with joy.” (Rachel White) Kapal ferry express perlahan meninggalkan Merak. Lima mobil membawa 22 anggota keluarga menuju Bakauheni. Di Lampung, sepuluh anggota keluarga lainnya sudah menunggu. Di atas kapal, kami sempat berfoto bersama. Sederhana saja. Tetapi kemudian saya berpikir, bukankah sebenarnya momen seperti inilah yang perlu kita ciptakan lebih sering dalam keluarga? Kita sering mendengar ungkapan be there, be present dalam dunia pelayanan. Seorang customer service harus hadir untuk pelanggan. Seorang leader harus hadir untuk timnya. Tetapi bagaimana dengan keluarga? Apakah kita juga sudah being there and being present untuk mereka? Bukan hanya hadir secara fisik. Tetapi benar-benar hadir: ngobrol, mendengarkan, bercanda, makan bersama, menikmati perjalanan, dan sesekali meletakkan kesibukan kita di luar pintu. Arisan sebagai alasan untuk bertemu Di permukaan, perjalanan ini hanyalah arisan keluarga. Tetapi kami tahu, arisan hanyalah alasan. Yang
MENGAWALI KARIERNYA di PT Unilever Indonesia sebagai Management Trainee, Januari 1980, Josef terus menapaki tangga karier selama 31,5 tahun, termasuk 2.5 tahun sebagai Regional
josef:
Terima kasih sama2 Lia, ditengah kesibukanmu dalam perjalanan baru, masih sempat menyimak tulisan ini dan...
lia catri:
Mungkin inilah makna Develop yang semakin diperkaya dewasa ini. Bukan hanya: How do I become better?...
josef:
Terima kasih mba Rani, untuk memberikan ulasan tambahan tentang apa yang dihayati saat menyimak paparanku....
Rani Wijaya:
Pak Josef, saya salah satu peserta di purna bakti ini dan senang sekali sudah mengulik AHA saya :...
josef:
Terima kasih Rina. Bisa juga refleksinya dibuat bertahap. Sepuluh tahun dari sekarang Rina mau jadi apa? Untuk...
Dapatkan update dari Blog Josef Bataona melalui email Anda. Atau Follow Twitter dan Facebooknya.