Posted on July 10th, 2026
“Coaching is a profession of love. You can’t coach people unless you love them.” (Eddie Robinson) Bahagia mendapat kehormatan menjadi keynote speaker, sepanggung dengan pa Salman Subakat dan ibu Febrina Orsidisa dalam Indonesia Coaching Conference (ICC) 2026 yang mengangkat tema besar “Coaching: The Next Human Transformation.” Tema ini sangat relevan dengan kondisi saat ini. Di tengah pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI), perubahan model bisnis, dan tuntutan organisasi yang semakin dinamis, muncul satu pertanyaan penting: apakah manusianya sudah siap? Transformasi manusia adalah fondasi semua transformasi Banyak organisasi berinvestasi besar dalam strategi dan teknologi, tetapi hasil transformasinya tidak selalu sesuai harapan. Sering kali masalahnya bukan terletak pada strategi, melainkan pada kesiapan manusia yang menjalankannya. Di sinilah coaching menjadi penting. Coaching membantu menjembatani perubahan organisasi dengan perubahan manusia. Karena pada akhirnya, transformasi yang berkelanjutan selalu dimulai dari dalam diri. Saya menyimak kembali moto yang selama ini saya pegang: “Be Yourself, but Better
Posted on July 3rd, 2026
“Laughter is what makes a home warm, and what makes a work place human.” (Catherine Pulsifer) RAGAM GENERASI senantiasa hadir di organisasi, dulu sekarang dan dimasa mendatang. Label generasinya yang senantiasa berbeda dari waktu ke waktu. Yang pasti ada generasi yang lebih senior, ada yang lebih muda. Tantangannya senantiasa adalah bagaimana menciptakan lingkungan dimana mereka bisa leluasa berinteraksi satu sama lain, baik secara formal maupun informal. Kita berusaha untuk saling memahami perbedaan dan membuat perbedaan sebagai kekuatan yang bermanfaat bagi kemajuan tim. (Image by Darwis Corporation) Tantangan yang sama di Tengah Keluarga Kebersamaan dalam banyak keluarga, sering diartikan sebagai kehadiran. Namun, ada satu hal yang sering terlewat: apakah setiap orang benar-benar diberi ruang? Lia Catri (Catur Arifiani Amalia) mengingatkan dengan sangat tajam: “Kita lupa bahwa di tengah keluarga ada juga generasi muda yang memerlukan ruang berekspresi serta perhatian dan perlakuan yang berbeda.” Kita berkumpul, kita berbicara, tetapi belum tentu
Posted on June 26th, 2026
(Blog Seribu Tulisan) “If you want to win, do the ordinary things better than anyone else.” (Chuck Noll) ADA TULISAN yang dibaca, lalu selesai. Tapi ada juga tulisan yang dibaca, lalu terasa membekas. Salah satu pembaca menuliskan kesannya dengan sangat jujur, setelah membaca tulisan di blog: “ … rasanya seperti diajak duduk bersama di ruang keluarga besar yang hangat, sambil berbagi cerita, canda, dan tawa.” (Rully Dwitra) Barangkali di situlah makna terdalam dari keluarga. Bukan sekadar tempat berkumpul, tetapi ruang di mana kita merasa hidup. Berimbang Hidup Profesional dan Keluarga Dalam perjalanan hidup profesional, kita sering berbicara tentang target, pencapaian, dan pertumbuhan karier. Namun, Eka Yuniarti mengingatkan: ”…bahwa pencapaian karier seseorang tidak terlepas dari dukungan dan relasi yang dekat dengan keluarga. Banyak pengalaman bersama keluarga yang dituangkan di beberapa artikel di blog, mengandung nilai-nilai yang dapat dipelajari dan di aplikasikan untuk pengembangan diri maupun relasi dengan
Posted on June 19th, 2026
(Blog Seribu Tulisan) “Your story is the greatest legacy that you will leave to your friends. It’s the longest-lasting legacy you will leave to your heirs.” (Steve Saint) HIDUP INI SINGKAT. Sesaat lagi kita akan melangkah pergi, meninggalkan lingkungan dimana kita melayani, meninggalkan orang-orang yang membersamai kita dalam perjalanan sejauh ini. Di titik ini, setiap kita akan mengajukan pertanyaan yang sama: apa yang benar-benar kita tinggalkan? Diniatkan Apa yang akan kita tinggalkan di akhir perjalanan kita, bukan sesuatu yang muncul kebetulan. Sesuatu yang diniatkan, dalam bentuk apa yang ingin dicapai dalam kehidupan ini. Selanjutnya dibangun kebiasaan dan langkah secara konsisten untuk mencapainya. Dalam perjalanan itu orang bisa memperoleh jabatan mentereng, pencapaian yang bagus. Tapi yang paling penting dari semua itu adalah MAKNA. Apa dampak positif yang kita ciptakan untuk kehidupan banyak orang. Berapa banyak leader yang kita ciptakan. Berapa banyak orang yang membersamai kita menuju ke puncak karier,
Posted on June 19th, 2026
(Blog Seribu Tulisan) “Your story is the greatest legacy that you will leave to your friends. It’s the longest-lasting legacy you will leave to your heirs.” (Steve Saint) HIDUP INI SINGKAT. Sesaat lagi kita akan melangkah pergi, meninggalkan lingkungan dimana kita melayani, meninggalkan orang-orang yang membersamai kita dalam perjalanan sejauh ini. Di titik ini, setiap kita akan mengajukan pertanyaan yang sama: apa yang benar-benar kita tinggalkan? Diniatkan Apa yang akan kita tinggalkan di akhir perjalanan kita, bukan sesuatu yang muncul kebetulan. Sesuatu yang diniatkan, dalam bentuk apa yang ingin dicapai dalam kehidupan ini. Selanjutnya dibangun kebiasaan dan langkah secara konsisten untuk mencapainya. Dalam perjalanan itu orang bisa memperoleh jabatan mentereng, pencapaian yang bagus. Tapi yang paling penting dari semua itu adalah MAKNA. Apa dampak positif yang kita ciptakan untuk kehidupan banyak orang. Berapa banyak leader yang kita ciptakan. Berapa banyak orang yang membersamai kita menuju ke puncak karier, bukan sebagai
MENGAWALI KARIERNYA di PT Unilever Indonesia sebagai Management Trainee, Januari 1980, Josef terus menapaki tangga karier selama 31,5 tahun, termasuk 2.5 tahun sebagai Regional
josef:
Terima kasih ka Sofia. Senang ada yang bisa dipetik, dibawa pulang. Salam
sofia:
Do you care about me (connection)? Can you help me (competency)? Can I trust you (character)? ini yang akan...
josef:
Terima kasih coach. Kita saling berbagi inspirasi. Di blog ini ada lebih dari 1000 tulisan. Yang baru...
Mariani ng:
Terima kasih atas tulisan ini, Pak Josef. Menginspirasi untuk selalu menjadi atap bagi keluarga dan orang...
josef:
Terima kasih untuk testimoni Randy. Senang dengan progress yang dialami. Perjalananmu masih panjang, banyak...
Dapatkan update dari Blog Josef Bataona melalui email Anda. Atau Follow Twitter dan Facebooknya.