Posted on September 25th, 2026
“Kita bertumbuh karena belajar, dan kita melipat-gandakan DAMPAK dengan membantu orang lain bertumbuh“ (Josef Bataona) IHCBS2026 yang menghadirkan 6.000an peserta, merupakan event yang ditunggu-tunggu. Selain temanya yang menarik: Harnessing Human-Centric AI & Digitalization to Unlock Next Level Productivity, juga hadir pembicara2 kondang, termasuk Prof Dave Ulrich. Membuka rangkaian acara, Menteri Ketenagakerjaan terus menekankan pentingnya Prinsip People-Centric, ditengah maraknya diskusi dan implementasi AI. Saya Bertumbuh Agar Bisa Membantu Yang Lain Bertumbuh Kalau saya melihat kembali perjalanan karier saya, ada satu hal yang menarik. Dulu, saya berkesempatan dikembangkan. Saya belajar dari berbagai penugasan, dari atasan, dari rekan kerja, dari keberhasilan, juga dari kesalahan. Setiap titik penugasan menjadi kesempatan untuk belajar dan bertumbuh. Kemudian, perjalanan membawa saya ke tahap berikutnya. Saya mendapat kesempatan untuk mengembangkan orang lain. Dan semakin lama saya menjalani peran sebagai leader, semakin saya memahami bahwa mungkin inilah salah satu tugas terpenting seorang pemimpin: bukan sekadar menghasilkan sesuatu melalui
Posted on September 18th, 2026
“MEANINGFUL RELATIONSHIPS that drive success and enrich our lives, depend on our deepest human powers, that we already possess, like empathy, listening, vulnerability, and generosity, which come from being present with our minds, our bodies, and our hearts.” (Fredric Steck) Saya berkesempatan untuk berbagi di forum Mastering Industrial Relations, di Matahati BoothCamp, diselenggarakan oleh IRSchool.id. Industrial Relations memang menyimpan banyak permasalahan yang seharusnya bisa ditemukan jalan keluarnya. Bila kita memaknai Industrial Relations ini sebagai Hubungan Antar Manusia di Industri, mungkin akan membantu dalam pendekatan kita. Saya hadir disana membawa cerita, kisah kami bersama partner lainnya yang bernama Pimpinan Unit Kerja, karyawan, atau bahkan dengan para pemimpin di perusahaan. Saling Memahami Di awal kaier, saya ditugaskan di pabrik selama lima tahun, dimana saya belajar banyak tentang manusia, human behaviour, bagaimana berkomunikasi dengan karyawan di berbagai level dan lini. Saya berhadapan langsung dengan dinamika Industrial Relations, yang justru memberikan saya
Posted on September 11th, 2026
“What matters is not what we take from life, but what we leave in the hearts of others.” Perjalanan ke Lampung sebenarnya sudah selesai. Lima mobil kembali menyeberangi Selat Sunda. Rutinitas menunggu di Jakarta. Pekerjaan kembali berjalan seperti biasa. Tetapi ada beberapa hal yang rasanya masih tertinggal. Bukan di hotel. Bukan di Pondok Nelayan Lempasing. Bukan pula di dalam mobil atau kapal ferry. Tetapi di dalam pikiran. Apa sebenarnya yang kita bawa pulang dari sebuah perjalanan bersama keluarga? Berikut foto bersama di Pondok Nelayan Lempasing. Dari bersenang-senang menjadi belajar Kami meminta setiap peserta menjawab dua pertanyaan sederhana: Apa yang paling menyenangkan dari perjalanan ini? Dan pengalaman apa yang bermanfaat untuk kehidupan ke depan? Jawabannya beragam: Ada yang menyukai hotel. Ada yang senang kulineran. Ada yang senang berenang. Ada yang menikmati naik kapal. Tetapi di balik jawaban sederhana itu muncul sesuatu yang lebih dalam. Bahagia kumpul dengan keluarga. Bahagia ternyata
Posted on September 4th, 2026
“Cherish every moment spent with your family; they are the moments you’ll look back on with joy.” (Rachel White) Kapal ferry express perlahan meninggalkan Merak. Lima mobil membawa 22 anggota keluarga menuju Bakauheni. Di Lampung, sepuluh anggota keluarga lainnya sudah menunggu. Di atas kapal, kami sempat berfoto bersama. Sederhana saja. Tetapi kemudian saya berpikir, bukankah sebenarnya momen seperti inilah yang perlu kita ciptakan lebih sering dalam keluarga? Kita sering mendengar ungkapan be there, be present dalam dunia pelayanan. Seorang customer service harus hadir untuk pelanggan. Seorang leader harus hadir untuk timnya. Tetapi bagaimana dengan keluarga? Apakah kita juga sudah being there and being present untuk mereka? Bukan hanya hadir secara fisik. Tetapi benar-benar hadir: ngobrol, mendengarkan, bercanda, makan bersama, menikmati perjalanan, dan sesekali meletakkan kesibukan kita di luar pintu. Arisan sebagai alasan untuk bertemu Di permukaan, perjalanan ini hanyalah arisan keluarga. Tetapi kami tahu, arisan hanyalah alasan. Yang
Posted on August 28th, 2026
“The future depends on what you do today.” (Mahatma Gandhi) Beberapa waktu lalu saya kembali mendapat kesempatan berbagi pengalaman dengan karyawan sebuah perusahaan tentang bagaimana merencanakan dan menjalankan masa purna bakti bersama keluarga. Saya datang dengan niat berbagi pengalaman. Tetapi setelah membaca kembali AHA yang dituliskan peserta, saya justru merasa mendapatkan pelajaran baru. Ada satu kalimat yang sengaja saya kedepankan: “Banyak orang siap finansial, tapi tidak siap mental dan tujuan. Tantangan terbesar pensiun: kehilangan arah dan peran.” Mungkin inilah salah satu hal yang sering luput ketika kita berbicara tentang pensiun. Kita sibuk menghitung berapa tabungan yang diperlukan, berapa penghasilan setelah pensiun, apakah investasi cukup, dan bagaimana menyesuaikan pengeluaran. Semua itu penting. Tetapi ada pertanyaan lain yang tidak kalah penting: Setelah tidak lagi bekerja, saya akan menjadi siapa? Dan untuk apa saya bangun setiap pagi? Ketika Kalender Tiba-Tiba Kosong Selama puluhan tahun bekerja, kehidupan kita sebenarnya sudah memiliki struktur yang
MENGAWALI KARIERNYA di PT Unilever Indonesia sebagai Management Trainee, Januari 1980, Josef terus menapaki tangga karier selama 31,5 tahun, termasuk 2.5 tahun sebagai Regional
josef:
Terima kasih mba Rani, untuk memberikan ulasan tambahan tentang apa yang dihayati saat menyimak paparanku....
Rani Wijaya:
Pak Josef, saya salah satu peserta di purna bakti ini dan senang sekali sudah mengulik AHA saya :...
josef:
Terima kasih Rina. Bisa juga refleksinya dibuat bertahap. Sepuluh tahun dari sekarang Rina mau jadi apa? Untuk...
Rina Ismariati:
Pertanyaan tentang, “Kalau hidup ini diibaratkan sebuah buku, apa judul bab berikutnya?” jujur bikin...
josef:
Terima kasih mba Malla, setiap kita punya keunikan yang bisa dibagi kepada orang lain. Terkadang kita gunakan...
Dapatkan update dari Blog Josef Bataona melalui email Anda. Atau Follow Twitter dan Facebooknya.