Posted on February 13th, 2026
“All good leaders are connectors. They relate well and make people feel confident about themselves and their leader.” (John C. Maxwell) LEGACY bukanlah sesuatu yang baru kita pikirkan saat karier mendekati akhir, tetapi keputusan sadar yang seharusnya dibuat sejak awal perjalanan, lalu diteguhkan dan dijalani setiap hari. Setiap pilihan, cara kita memimpin, memperlakukan orang lain, dan mengambil keputusan kecil sekalipun. Semuanya sedang membentuk warisan seperti apa yang kelak tertinggal. Pada akhirnya, orang tidak akan mengingat jabatan apa yang pernah kita sandang, atau berapa lama kita duduk di posisi tertentu. Mereka akan mengingat bagaimana kehadiran kita memengaruhi hidup dan pertumbuhan mereka. Apakah mereka merasa lebih percaya diri? Lebih berani bermimpi? Lebih siap menghadapi tantangan hidup dan karier? Kesaksian Tamu Yang Jeli Kutipan berikut berasal dari postingan di LinkedIn, oleh tamu yang berkunjung ke rumahku: Pagi ini berkesempatan menjemput pembicara di daerah Pamulang – Tangsel untuk kegiatan Komite Budaya. Setiba di
Posted on February 6th, 2026
“If you can’t influence people, then they will not follow you. And if people won’t follow, you are not a leader. That’s the Law of Influence.” (John C. Maxwell) Banyak orang berpikir: “Saya bukan pemimpin karena saya tidak punya jabatan, atau tidak punya anak buah.” Kalimat seperti itu juga sering diucapkan, bahkan dari orang-orang yang setiap hari memengaruhi orang lain. Padahal, kepemimpinan tidak pernah dimulai dari jabatan. Ia selalu dimulai dari sebuah keputusan. Dan keputusan paling awal dan paling mendasar adalah ini: Saya memilih untuk menjadi pemimpin. Bukan ketika promosi datang, bukan ketika kartu nama berubah. Tetapi hari ini, di ruang hidup tempat kita berada sekarang. Karena jika hari ini ada satu orang saja yang terpengaruh oleh sikap, pilihan, atau cara kita bersikap, maka sesungguhnya kita sudah memimpin. Demikian pembuka sesi webinar yang diselenggarakan oleh Maxwell Leadership Indonesia. Sesi yang saya bawakan dari sebuah hotel di Bandung kepada lebih
Posted on January 30th, 2026
“Transformation does not start with someone else changing you; transformation is an inner self reworking of what you are now to what you will be.” (Byron Pulsifer) Saya berkesempatan berbagi di sesi Leadership perusahaan agribisnis dengan tema: Go to the next level. Hari itu saya mengajak sekitar 90 pimpinan perusahaan untuk memikirkan hasil luar biasa: Ketika Kepemimpinan Berubah dari Posisi ke Pengaruh, dari Target ke Dampak. Go to the next level, baik di bisnis maupun organisasi, hampir selalu bukan soal strategi terlebih dahulu, tapi soal kepemimpinan. John C. Maxwell menyatakannya dengan tegas: “Everything rises and falls on leadership.” Next Level Dimulai dari Values Sebelum bicara target, produktivitas, atau kolaborasi, saya mengajak peserta untuk memahami kembali fondasi penting: VALUES. Target bisa membawa kita pada hasil, namun values menjaga arah dan keberlanjutan. Tanpa values, organisasi mungkin tumbuh cepat, tetapi rapuh saat diterpah badai. Beruntung perusahaan ini mempunyai tiga Values yang
Posted on January 23rd, 2026
“Leadership is much more an art, a belief, a condition of the heart, than a set of things to do. The visible signs of artful leadership are expressed, ultimately, in its practice.” (Max Depree) Dalam proses penjurian Indonesia Best Companies in Creating Leaders from Within 2025 yang diselenggarakan oleh Majalah SWA dan NBO, kami kembali diingatkan pada satu hal mendasar: Kepemimpinan hari ini bukan lagi isu HR semata, melainkan agenda bisnis yang menentukan masa depan organisasi. Dunia bergerak semakin cepat dan sering kali tidak terduga. Cara kerja lama, bahkan yang dulu terbukti berhasil, tidak selalu relevan hari ini. Di tengah situasi seperti ini, kemampuan perusahaan untuk menyiapkan pemimpin dari dalam organisasinya sendiri menjadi penentu keberlanjutan. Berikut foto Penerima penghargaan dan dewan juri. Pentingnya Kesiapan Pemimpin Dari berbagai perusahaan yang dinilai, terlihat pola yang cukup konsisten. Banyak organisasi memiliki strategi yang baik, bahkan sangat baik. Namun hanya pemimpin yang
Posted on January 15th, 2026
“Most of the important things in the world have been accomplished by people who have kept on trying when there seemed to be no hope at all.” (Dale Carnegie) Namanya Ellisa Nursabilah. Keluarga memanggilnya Icha. Ia tumbuh di Kampung Cimanggu, Desa Bunihara, Anyer, sebuah kampung sederhana di Banten, tempat jarak sering kali terasa lebih panjang dari angka kilometer di peta. Dari rumahnya, perjalanan ke kampus di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa memakan hampir 46 km. Ke rumah sakit di Serang juga sekitar itu. Bahkan ke RS Harapan Kita di Jakarta, tempat ibunya dirawat, jaraknya mencapai 121 km. Tapi dalam hidup Icha, yang paling jauh bukanlah jarak, melainkan ketabahan yang harus ditempuh hari demi hari. Tahun 2021 Menjadi Titik Ujian Ibunya, Ena, divonis sakit jantung dan harus menjalani operasi besar. Kaget? Tentu. Takut? Pasti. Proses persiapan operasi bahkan sempat mundur dua kali, memaksa mereka mengulang segalanya dari awal selama
MENGAWALI KARIERNYA di PT Unilever Indonesia sebagai Management Trainee, Januari 1980, Josef terus menapaki tangga karier selama 31,5 tahun, termasuk 2.5 tahun sebagai Regional
josef:
Terima kasih Dinda untuk catatan pentingnya. Kita memang dipacu waktu, hanya pemimpin yang terus belajar dan...
Dinda Richfiela:
Sungguh menarik Pak Josef. Tapi saat ini masih banyak Pemimpin yang belum memanfaatkan atau...
josef:
Terima kasih mba Tituk, saya ulangi pernyataanmu yang sangat penting: menyiapkan pemimpin masa depan adalah...
Tituk:
Betul Pak. Legacy organisasi tidak lahir dari kepintaran semata, tetapi dari pemimpin yang mau tumbuh dan...
josef:
Terima kasih sama2 pa BBY, semoga cerita ini membangkitkan semangat banyak yang lain yang membutuhkan dukungan...
Dapatkan update dari Blog Josef Bataona melalui email Anda. Atau Follow Twitter dan Facebooknya.