Posted on February 10th, 2012
“Pernahkan anda bertanya, hubungan saya dengan papa dan mama itu solid line atau dotted line ??”
LANGKAH penting akan dilakukan perusahaan: perubahaan menuju Organisasi Regional!
Tim lokal yang selama ini mempunyai atasan di operating country, bisa jadi punya bos yang ngantor di negara lain. Tantangan untuk ini pun tidak mudah, karena bayangkan, saya duduk di Indonesia, bos saya berada di Manila, sementara itu rekan saya tersebar di lima negara berbeda.
Perlu persiapan matang, untuk para manager kita untuk bekerja dengan set-up seperti itu. Belum lagi menghadapi ketidakpastian di benak para manager: multi cultural operation. Cara kerjanya pun tidak selamanya ketemu tatap muka. Sering berhubungan via email, telepon atau teleconference.
Tantangan berikutnya, mereka yang duduk di operation country pun akan mempunyai dua atasan, yang satu di negara di mana manager berada dan lainnya ada di negara lain, atau bahkan kedua-duanya ada di negara lain.
Baik atasan maupun bawahan, sibuk menginterprestasi bagaimana hubungan kerjanya. Kita belajar melalui text-book, apa yang kita kenal dengan solid line versus dotted line relationship.
Artinya ??
Dalam praktek sering dimaknai: boss yang di organisasi itu solid line mesti didahului dibandingkan dengan boss yang dotted line.
Kami menyadari, bahwa kalau interprestasi seperti itu yang diterapkan, maka akan terjadi konflik antar kepala bagian dan akhirnya yang menderita adalah anak buahnya. Untuk itu kami menerapkan konsep yang kami sebut Hubungan Papa-Mama atau Father-Mother Relationship.
Maksudnya?
Pernahkah anda bertanya di rumah, hubungan saya dengan orang tuaku kalau dianalogikan sebagai organisasi itu seperti apa? Siapakah diantara papa dan mama yang mempunyai hubungannya solid line dan siapa yang dotted line dengan saya? Kedengarannya pertanyaan itu tidak relevan, tidak masuk akal!
Tapi kenapa dalam konteks organisasi ada hubungan solid dan dotted line?
Dalam keluarga hanya ada solid line antara anak dan papa atau anak dan mama. Namun kita juga sadar bahwa papa yang jarang ketemu anak, berusaha memanjakan anak berlebihan untuk mendapat perhatiannya, sementara anak yang cerdas tahu kepada siapa dia harus meminta tambahan uang saku.
Konsep Father-Mother Relationship yang diperkenalkan saat itu sangat membantu semua pihak untuk bisa menerima bahwa terkadang mempunyai lebih dari satu boss tidak bisa dihindari, namun demikian keduanya harus dilihat sebagai atasan yang punya kedudukan yang sama.
Sementara itu, para boss juga diedukasi untuk menerima bahwa diantara mereka hanya ada satu macam hubungan dengan bawahan, yakni solid line relationship!!!
josef:
Terima kasih untuk testimoni Randy. Senang dengan progress yang dialami. Perjalananmu masih panjang, banyak...
Randy:
15 years ago, your storytelling inspired me to join HR. Your trust to choose me as a future leader made me...
josef:
Terima kasih sama-sama Diana. Itu adalah cerita perjalanan kita bersama, yang kita temukan dan pelajari...
Diana Wirawan:
Bapak tidak pernah berhenti memberikan rasa “oya ya bener jg”.. tulisan bapak yang...
josef:
Selamat pagi Puji. Terima kasih telah menjadi bagian dari tulisan ini. Kita terus saling belajar dan berbagi....
Sip….setuju Pak.. memang untuk tetap menjaga hubungan sesama atasan dan atasan-bawahan tetap seimbang!
Terima kasih Erlina, dalam matrix organization dewasa ini, sudah tdk bisa dihindari lagi kalau ada beberapa orang mempunyai boss lebih dari satu. Melihat hubungan ini dengan analogi hubungan mama dan papa dengan anaknya, akan bisa mengurangi friksi, walaupun kita juga sadar bahwa ada juga keluarga yg hubungan orang tua dan anak kurang mesrah. Salam
*memang penting…
Dear Pak Josef,
Pak, Mohon masukannya terkait subordinat yang mempunyai dua atasan yang seimbang. jika ada kondisi seperti permohonan cuti, kemanakah subordinat akan meminta persetujuan? bagaimana jika atasan yang satu setuju, sementara atasan yang lainnya tidak setuju. sehingga terjadi kebingungan subordinat. begitu juga dengan masalah-masalah lainnya yang serupa. Mohon pencerahannya Pak Josef, terima kasih…
Terima kasih Henny, juga atas enthusismenya dalam dua sesi saya hari ini. Perlu ada kesepakatan diawal, apakah ada mekanisme sederhana untuk minta cuti. Kalaupun cukup satu yg menyetujui, yang lainnya perlu diberitahu. Hal penting lainnya: cuti perlu direncanakan sebelumnya, dan dibeitahu kedua boss jauh hari sebelumnya, setelah mencemati rencana kerja keduanya.
selamat sore bpk josef, maaf jika yang saya minta di luar topik yang di bahas, Selama ini saya telah mengikuti tulisan bapak yang banyak memberi innspirasi bagi pengembangan di tempat saya bekerja. serta menjadi tempat saya untuk belajar untuk di masa depan agar dapat menjadi HRD yang mengispirasi banyak orang seperti bapak.
Saat ini saya sedang mencoba untuk mendalami bagian dalam fungsi HRD, saya tertarik dengan talent management apakah bapak bisa merekomendasikan buku atau ebook tentang ini untuk saya pelajari terutama yang telah di terjemahkan dalam bahasa indonesia, karena saya dari background ilmu hukum
trimakasih pak atas bantuanya, saya harap bapak tidak berkeberatan, saya jadikan guru melalui tulisan-tulisan bapak.
Semoga tuhan memberkati bapak dan keluarga
Hi Gilang, buku Talent Management yg sdh dlm bahasa Indonesia bisa ditemukan di PPM. Kalau seandainya belum pernah ikut, program Certified Human Resource Professionals Atma Jaya juga saya rekomendasikan. terus ikuti tulisan saya selanjutnya, siapa tahu ada yang membantu… Terima kasih telah mengunjungi blog ini. Saya akan terus hadir setiap selasa dan jumat pagi dengan cerita baru.
Wah bagus sekali sharingnya pa Jos dan yang penting ini sangat berguna terutama bagi generasi muda yang masih dalam tahap perjuangan meniti karir.
Saya akan coba ikuti terus tulisan pa Jos dan bagikan kekawan2 ex quest
anak saya. Thanks pa
Pak Kosim, Selamat datang di blog ini. Senang kalau bisa ada yang mendapat pelajaran dari cerita2 yang saya sajikan. Kisah sebelumnya berjudul “Network dan lembaran kosong” adalah kisah di Quest. Terima kasih mau ikut membagi kepada yg lain