Pemimpin di Rumah kaca

Posted on April 6th, 2012

“We are living in the glass house, that every employees can see through”

UNGKAPAN-UNGKAPAN seperti “walk the talk”, suri teladan, sering kita dengar. Akan tetapi, tidak banyak cerita yang tersedia tentang gema dari pelaksanaannya. Karenanya, saya ingin mengangkat kisah pemimpin yang “walk the talk”.

Di tahun 2000, ketika pertama kali perusahaan menggali VALUES dan memasyarakatkannya, timbul pertanyaan:

– Seberapa dalam karyawan sampai tingkat bawah memahami dan hidup sesuai Values tersebut?
– Berapa lamakah Values itu akan menjadi bagian dari kehidupan seluruh karyawan?

Menjawab pertanyaan tersebut, diskusi saya dan Presiden Direktur menyimpulkan bahwa harus ada komitmen di tingkat direksi. Mereka harus memberi contoh dari waktu ke waktu untuk hidup sesuai values tersebut.

Tapi bagaimana memonitor hal ini?

Gambar di atas adalah sebuah Totem asal Irian (sekarang Papua), yang terbuat dari tembaga. Bila kepala Totem dicabut, ditemukan ruang kosong di dalamnya.

Pertama kali memperkenalkan Totem ini, Presiden Direktur membuat sebuah cerita tentang seorang direktur (diantara direksi perusahaan) yang mendemonstrasikan contoh hidup sesuai dengan salah satu Values dari perusahaan. Sebelum Board Meeting, dia membaca cerita tadi, kemudian melipat dan memasukkan kertas tersebut ke dalam Totem. Kemudian, Totem itu diserahkan kepada direktur yang dimaksud.

Selanjutnya, adalah tugas direktur tersebut untuk mengobservasi teman direksi lainnya sampai dia menemukan contoh kongkrit dari seorang direktur lain yang mendemonstrasikan hidup sesuai salah satu values. Kadang-kadang proses ini memerlukan waktu beberapa minggu. Terkadang lebih dari sebulan.

Bila sudah ditemukan, dia menulis skrip kisah tersebut. Membacakan ceritanya di salah satu Board Meeting dan membuka Totem, mengeluarkan kertasnya untuk dia simpan, sementara kertas berisi cerita baru dimasukkan ke dalam Totem dan Totem lantas diserahkan kepada direktur yang punya cerita. Demikian proses ini terus berlangsung.

Adapun Values yang dimaksud adalah:

1) Consumer, Customer and Community Focus.
2) Team Work.
3) Integrity.
4) Making things happen.
5) Sharing of Joy.
6) Excellence.

Mengapa proses ini dilakukan?

Semua di Board perlu menyadari bahwa mereka hidup sehari-hari dalam rumah kaca, dan semua karyawan akan terus memandang ke atas dan melihat. Dalam hati mereka bertanya apakah para direksi sungguh hidup sesuai Values, memberikan contoh (Walk the Talk) atau hanya OMDO, alias omong doang. Dengan menggunakan Totem tersebut, semua anggota direksi akan terus saling mengingatkan tentang pentingnya menjadi suri teladan untuk seluruh karyawan.

Saat saya pensiun dari perusahaan ini di tahun lalu, Totem tersebut sudah berumur 11 tahun. Dan saya sangat bergembira, seperti halnya anggota direksi lainnya, bahwa Totem itu masih ada di sana. Totem tersebut masih terus digilir kepada mereka yang mempunyai contoh sebagai pemimpin yang hidup sesuai Values.

Dan kami semua percaya, bahwa Values ini menjadi perekat hubungan antar manusia, antar karyawan, antara karyawan dan pimpinan di perusahaan ini. Inilah kisah Totem kami yang sarat dengan Values. (*)

Bookmark and Share

4 Responses to Pemimpin di Rumah kaca

  1. erlina says:

    Setuju perlu ada recognition untuk setiap sikap karyawan yang sesuai dengan value perusahaan dan itu perlu dimulai dari level atas sebagai teladan!

  2. FitriRidha says:

    ontoh dari management tingkat atas akan sangat mempengaruhi berhasil tidaknya penerapan sebuah culture dlm perusahaan. Dari beberapa tulisan pak Jos (pemimpin di rumah kaca dan my Jewerly Box) menunjukkan ternyata cara cara simple / seperti jaman dahulu (menulis di kertas, poscard dll) ternyata cukup efektif ya Pak…

    • josef josef says:

      Terima kasih mba Fitri, hal2 yang kecil seperti ini mudah dicontoh, bahkan lebih sering dengan biaya kecil (terkadang tanpa biaya) tapi memberikan dampak yg luar biasa. Inipun tergantung niat untuk melakukannya. Salam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih pak Aktry Sani Husni, kalau saya bisa kalianpun bisa, dimulai dengan hal kecil keseharian. Yang...

Aktry sani Husni:
Bapak luar biasa, banyak ide sederhan yang muncul setelah mendengarkan materi bapak. Salah satu nya...

josef:
Terima kasih sama2 Lia, ditengah kesibukanmu dalam perjalanan baru, masih sempat menyimak tulisan ini dan...

lia catri:
Mungkin inilah makna Develop yang semakin diperkaya dewasa ini. Bukan hanya: How do I become better?...

josef:
Terima kasih mba Rani, untuk memberikan ulasan tambahan tentang apa yang dihayati saat menyimak paparanku....


Recent Post

  • Jangan Hanya Menekan Tombol Lantai
  • Menerima Kebaikan dan Membaginya Kembali
  • Mengembangkan Manusia Ketika AI Semakin Pintar
  • Jaga Harmoni Samakan Sudut Pandang
  • Beyond the Moment
  • Creating Moments
  • Sebelum Pensiun, Sudahkah Kita Menyiapkan Diri?
  • Pertemanan yang Mendorong Pertumbuhan
  • Ketika Hidup Menjadi Sekolah Kepemimpinan
  • Dari Best Practice Menuju Next Practice