Posted on November 6th, 2026
“Connection is the energy that exists between people when they feel seen, heard, and valued.” (John C. Maxwell)
INFLUENCE adalah kata yang sangat sering kita dengar ketika berbicara tentang leadership. Kita sering langsung berpikir tentang lingkungan organisasi dan dunia kerja. Namun, perlu kita sadari bahwa sebelum dianggap mampu memimpin orang lain, kita hendaknya terlebih dahulu mampu memimpin diri sendiri.
Kemampuan memimpin diri sendiri antara lain terlihat dari bagaimana kita membangun hubungan, berkomunikasi, dan memperlakukan orang-orang di sekitar kita. Sebab, pengaruh tidak selalu lahir dari jabatan atau kewenangan. Pengaruh justru sering tumbuh dari hubungan yang kita bangun dan kepercayaan yang kita rawat. Berikut foto saat Maxwell Mentorship, bertemu teman2 dari berbagai profesi, saling belajar untuk terus bertumbuh. Kali ini belajar dari pengalaman kak Herman Widjaja.

Pesan Singkat di WhatsApp
“Sudah boarding!” Demikian pesan yang kuterima melalui WhatsApp dari putriku yang sedang dalam perjalanan ke luar kota. Beberapa saat kemudian, pesan kembali muncul: “Sudah mendarat.”
Sederhana? Sepele? Perlu banget? Masing-masing bisa menjawabnya sendiri. Namun, di keluarga kami, sudah menjadi kebiasaan untuk saling memberikan kabar, entah ketika sedang melakukan perjalanan ke luar kota atau menjalankan aktivitas khusus. Misalnya, ketika saya sedang berada di suatu forum untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan kepada peserta.
Kami merasakan bahwa anggota keluarga yang sedang berada jauh di luar kota tetap terasa dekat. Komunikasi sederhana melalui WhatsApp ternyata mampu menjaga kedekatan tersebut. Lebih dari sekadar bertukar informasi, komunikasi ini membuka ruang untuk percakapan-percakapan lain, saling memberikan perhatian, mempengaruhi, bahkan meyakinkan anggota keluarga untuk melakukan hal-hal positif dan bermakna.
Ternyata, kedekatan tidak selalu ditentukan oleh jarak fisik. Ada komunikasi yang terus dijaga dan dirawat sehingga hubungan tetap terasa dekat.
Terhubung Berkat Komunikasi
Kembali ke pembahasan awal, influence atau pengaruh sangat bergantung pada kemampuan kita untuk terhubung dengan orang lain.
John C. Maxwell juga menegaskan: “Leadership is influence. And influence depends on our ability to connect with people.”
Di lingkungan yang semakin mengandalkan kolaborasi, kita perlu belajar untuk connect with people. Untuk mendapatkan hasil kerja yang lebih baik, komunikasi efektif menjadi sangat penting dalam menghubungkan diri kita dengan berbagai pihak. Mereka bisa saja atasan, bawahan, rekan kerja, pelanggan, maupun mitra lainnya. Bahkan, ketika ingin memperbaiki hubungan persahabatan, kita juga membutuhkan kemampuan berkomunikasi dan membangun koneksi.
Kita tidak hidup dan bekerja sendirian. Ada banyak hal yang hanya bisa diselesaikan melalui keterlibatan dan dukungan orang lain. Karena itu, kemampuan membangun hubungan dan mepengaruhi orang lain menjadi bagian penting dari keberhasilan kita. Tidak jarang, persoalan yang muncul dalam keseharian sebenarnya berakar pada tiga hal yang saling berkaitan: leadership, connecting, and influence.
Komunikasi: Keterampilan yang Sangat Penting
Ada dua kutipan menarik yang memperkuat pentingnya kemampuan berkomunikasi dalam kehidupan maupun perjalanan profesional seseorang.
Pertama, Gerald R. Ford, mantan Presiden Amerika Serikat, pernah menyampaikan:
“If I went back to college, I’d concentrate on two areas: Learning to write and to speak before an audience. Nothing in life is more important than the ability to communicate effectively.”
Menarik bahwa seorang mantan presiden, justru memilih dua kemampuan yang ingin lebih diperdalam: menulis dan berbicara di hadapan audiens.
Keduanya merupakan keterampilan dasar untuk menyampaikan gagasan, membagikan pemikiran, dan membangun pemahaman dengan orang lain. Kita mungkin memiliki banyak pengetahuan, pengalaman, dan ide cemerlang. Namun, semua itu akan sulit memberikan dampak apabila kita tidak mampu mengkomunikasikannya dengan baik. Kemampuan menulis membantu kita merumuskan dan menyampaikan pemikiran secara terstruktur, sementara kemampuan berbicara memungkinkan kita membangun koneksi secara langsung dengan orang lain.
Kedua, Harvard Business Review menyampaikan sebuah pernyataan yang sangat relevan dengan perjalanan profesional seseorang:
“The number 1 criteria for advancement & promotion for professionals is the ability to communicate effectively.”
Pesan ini mengingatkan kita bahwa kemampuan profesional saja tidak selalu cukup untuk membawa seseorang ke jenjang karier yang lebih tinggi. Kemampuan mengkomunikasikan gagasan, mendengarkan orang lain, membangun pemahaman, dan mempengaruhi pihak-pihak terkait merupakan bagian penting dari efektivitas seseorang di tempat kerja. Semakin tinggi tanggung jawab yang diemban, semakin besar pula kebutuhan untuk menghubungkan berbagai kepentingan, menyatukan pemahaman, dan menggerakkan orang menuju tujuan bersama. Dengan kata lain, komunikasi bukan sekadar keterampilan pendukung pekerjaan, melainkan salah satu modal penting dalam pertumbuhan karier dan kepemimpinan.
Mulai dari Diri Sendiri
Jika kita menyatukan ketiga pemikiran tersebut, ada satu benang merah yang menarik: kepemimpinan membutuhkan pengaruh, pengaruh membutuhkan koneksi, dan koneksi dibangun melalui komunikasi yang efektif.
Karena itu, kemampuan berkomunikasi bukan hanya perlu dikembangkan oleh mereka yang memiliki jabatan atau sedang mengejar jenjang karier tertentu. Setiap orang membutuhkannya, baik dalam keluarga, lingkungan sosial, maupun dunia profesional.
Kita bisa mulai dengan hal-hal sederhana: belajar mendengarkan sebelum merespons, menyampaikan gagasan dengan jelas, menghargai perbedaan pendapat, serta memberikan perhatian kepada orang yang sedang berbicara dengan kita.
Jangan menunggu sampai memiliki jabatan tinggi untuk belajar berkomunikasi. Jangan pula menganggap bahwa karena sudah lama bekerja, otomatis kita sudah mampu membangun koneksi yang baik.
Mungkin ada baiknya kita sesekali bertanya kepada diri sendiri: Apakah kehadiran dan komunikasi kita membuat orang lain merasa dihargai, dipahami, dan terhubung? Apakah pemikiran yang kita sampaikan mampu memberikan pengaruh positif bagi orang lain?
Penting diingat bahwa, komunikasi bukan sekadar menyampaikan pesan. Komunikasi adalah upaya membangun hubungan, menumbuhkan kepercayaan, dan membuka kesempatan untuk saling mempengaruhi ke arah yang lebih baik.
Mari terus belajar berkomunikasi, karena setiap percakapan bisa menjadi kesempatan untuk membangun hubungan dan memberikan makna bagi orang lain.
“People may hear your words, but they feel your attitude.” (John C. Maxwell)
josef:
Terima kasih Diva. Banyak kesempatan disekitar kita untuk memberikan makna pada kehidupan orang, baik itu...
Dian Eva Agustina:
Terima kasih Bapak, telah memberikan nyala lilin Bapak ke banyak orang, bersyukur dan beruntung...
josef:
Terima kasih coach Helda, merupakan panggilan hidup kita untuk menjadi terang bagi yang lain, diminta atau...
HeldaTan:
I agree with your message. Saat kita menggunakan api dari lilin kita untuk menyalakan lilin-lilin di...
josef:
Terima kasih Ajeng, senang bisa terus menyemangati Ajeng tanpa kusadari, apalagi untuk memberikan konfiden...