Posted on October 16th, 2020
“Sow an act, and you reap a habit; sow a habit, and you reap a character; sow a character, and you reap a destiny.” (George Dana Boardman)
MOMEN apapun bisa dibuat warna warni, penuh motivasi, menggairahkan dan membuat kita akhirnya berucap: nambah lagi, apa lagi, kapan lagi, siapa lagi. Ini merupakan ucapan wajar karena Shani yang sudah dua kali hadir, memang menggugah hal2 seperti itu. Sungguh momen yang menyenangkan.
Meluncur Bersama Shani
Sabtu awal bulan ini adalah momen peluncuran Program dan Logo Shani, singkatan dari Sharing Alumni. Shani adalah forum dimana para alumni Integra Institute dan Holistic Wellness Center belajar dari pengetahuan dan pengalaman alumni sendiri yang memang beragam. Integra Institute adalah Lembaga yang mewadahi kelas-kelas terkait coaching dan pemberdayaan diri. Sementara itu Holistic Wellness Center mewadahi kelas-kelas yang berkaitan dengan Healing, Konseling dan Terapi.
Logo Shani diperkenalkan dengan Tagline: Learn and Grow together. Awalnya fokus pada Pemberdayaan Diri dan Kesehatan. Dan tema akan terus berkembang sejalan dengan perkembangan dan kebutuhan belajar dari alumni. Yang menarik adalah sambutan alumni luar biasa, bukan saja untuk belajar bersama dari program Shani tapi juga yang mau berbagi. Setidaknya jadual dua kali sharing dalam sebulan (minggu pertama dan ketiga) sudah bisa memastikan pemateri hingga Q1 2021. Berikut slide peluncuran Shani.

Bahagia Berbagi dan Belajar Bersama
Malam minggu, 3 Oktober 2020 adalah momen sharing yang kedua, setelah sebelumnya saya mengawali Langkah sharing ini dengan Belajar Bersama dari buku Leader as Meaning Maker. Dan ini sudah saya paparkan di blog yang tautannya saya sertakan di akhir artikel ini.
Sharing malam ini dibawakan oleh coach Indra Dewanto yang barusan meluncurkan bukunya yang berjudul: Effective Coaching Skills for Leaders. Kedengarannya sangat serius? Tidak, yang saya sukai adalah paparan coach Indra dengan contoh kecil dan sederhana yang bisa ditemukan atau dilakukan dalam keseharian kita. Terkadang kita merasa sulit setelah mengikuti training tentang Coaching, dimana kita terpaku pada pendekatan dan pola pertanyaan yang merujuk pada konsep coaching yang baku.
Coach Indra memberikan beberapa contoh, seperti pertanyaan: Apa yang bisa saya bantu? Pertanyaan ini boleh jadi mengawali langkah kita untuk melakukan influencing. Jawaban atas pertanyaan itu akan membuka berbagai peluang service yang bisa kita berikan pada orang lain, entah anak buah kita, line managers atau siapa saja. Yang mendengar pertanyaan tersebut merasa kehadiran kita memang untuk mendengarkan apa kebutuhannya dan siap untuk berdialog dan membantu mereka menemukan solusinya.
Pertanyaan itu juga bisa membuka peluang untuk mencairkan suasana dalam proses coaching, bisa membuat lawan bicara kita untuk lebih terbuka dalam mengungkapkan apa yang dia maui.
Bahkan sebagai individu, kita sering mengajukan pertanyaan kepada diri sendiri, misalnya: apa satu langkah kecil yang bisa saya lakukan haru ini, yang membuat hariku lebih baik dibanding kemarin? Atau setelah kita belum sepenuhnya berhasil dalam suatu tugas, kita juga bertanya pada diri sendiri, pelajaran apa yang bisa saya ambil dari pengalaman ini? Kalau saya harus mengulangi pekerjaan itu, apa yang bisa saya lakukan dengan cara berbeda? Dan masih banyak lagi yang bisa kita daftarkan, yang tanpa kita sadari, itu merupakan pertanyaan-pertanyaan penting dalam coaching. Berikut foto sebagian peserta

Leader as Role Model
Banyak perusahaan yang sudah mengambil langkah terpuji dengan memperkenalkan dan melatih para leadernya di bidang coaching. Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan, antara lain coaching perlu banyak latihan. Dan Saat mulai melakukan coaching, sang manager membutuhkan contoh untuk membangun percaya dirinya. Pertanyaannya, apakah dia juga sudah mendapatkan coaching dari atasannya?
Coach Indra membagi beberapa insight yang membantu pemahaman mereka yang baru memulai kegiatan coaching, yang juga disajikan dalam bukunya Effective Coaching Skills for Leaders;
Selain empat butir tersebut diatas, masih ada lagi mitos2 yang beredar seputar coaching, yang hendaknya diklarifikasi untuk memuluskan Langkah memperkenalkan coaching program.
Bisa dipahami, kalau memulai program coaching, tidak semudah dibayangkan. Selain beberapa butir pemahaman yang diutarakan diatas, mereka yang sudah belajar coaching menginginkan contoh. Dan contoh yang paling ampuh adalah contoh dia dicoaching oleh atasannya atau leader lain di perusahaan itu. Contoh tersebut bukan saja berkaitan dengan cara melakukan coaching, tetapi terlebih tentang komitmen organisasi dan para leader untuk menumbuh-kembangkan karyawannya dengan menggunakan sarana coaching.
“The joy of life consists in the exercise of one’s energies, continual growth, constant change, the enjoyment of every new experience.” (Aleister Crowley)
Simak juga: https://www.josefbataona.com/inspirasi/belajar-bersama-dari-buku-leader-as-meaning-maker/
josef:
Terima kasih mba Malla, setiap kita punya keunikan yang bisa dibagi kepada orang lain. Terkadang kita gunakan...
Malla Latif:
Setiap baca refleksi dari Bapak selalu bikin berhenti sejenak dan re-align arah hidup. Terima kasih ya...
josef:
Terima kasih mba Yana, kita semua sedang belajar asalkan kita membuka mata dan hati kita untuk menyimak semua...
Sriroosyana:
Saya belajar, Saya sedang menjalaninya satu per satu Doakan saya ya, Tata..
josef:
Terima kasih ka Sofia. Senang ada yang bisa dipetik, dibawa pulang. Salam
Kereeeen… thank you so much Ka Josef
Terima kasih sama2 Coach Amanda, sudah berkenan mengunjungi blog ini dan menyimak tulisan ini. Selain itu masih ada 740 artikel yang dikelompokkan dalam berbagai kategori, yang bisa disimak bila punya waktu luang. Untuk kategori coaching saja ada 54 artikel. Silahkan menyimak dan feel free untuk diskusi bila diperlukan. Salam –