Posted on October 8th, 2021
“A manager is a title, it does not guarantee success. Coaching is an action, not a title and actions will result in successes!” (Catherine Pulsifer)
KETERBUKAAN membuat team milenial leluasa mengungkapkan apa yang mereka rasa perlu untuk diungkapkan. Karena mereka didorong untuk berani berbicara, mereka juga akan menggunakan kesempatan itu. Maka tidak berlebihan, saat seorang bawahan dijadualkan untuk mendapatkan coaching dari atasannya yang baru selesai belajar coaching, dia berterus terang menyampaikan: “Yang membutuhkan coaching adalah bapa, bukan saya.” Bagaimana ini bisa terjadi?
Training Saja Belum Cukup
Cerita diatas disampaikan oleh seorang leader yang berniat menjalankan coaching. Yang lebih menarik lagi, sang leader meneruskan dugaannya: Jangan-jangan anak buahku menolak, karena menganggap saya membawa budaya asing, dalam hal ini coaching, dari luar negeri. Saya tertegun dan berusaha untuk memahami situasi tersebut secara lebih obyektif.
Beberapa catatan penting dari peristiwa tersebut:
Saat memulai proses coaching, seharusnya trust antar kedua-belah pihak sudah terbangun. Kalau belum, maka jalan lain harus ditempuh, meminta bantuan rekan kerja bagian lain untuk melakukan coaching. Namun tidak menghentikan upaya pemimpin tersebut untuk terus membangun hubungan baik dengan anak buahnya.
Jadilah Best Leader sekaligus Best Coach
Saya kembali teringat tulisan di buku Leader as Meaning Maker (Josef Bataona), hal 46 yang mengedepankan pandangan Pamela McLean seperti pada gambar berikut.

Pimpinan di cerita tersebut diatas perlu banyak belajar untuk menjadi Leader sekaligus Coach. Dan satu hal yang perlu dipelajari adalah stop melempar kesalahan pada anak buah atau orang lain:
Bila begini ceritanya, mungkin anak buah tersebut benar, yang perlu dibantu adalah pimpinannya, entah melalui coaching atau pendekatan lain yang dirasakan lebih pas. Dan ini bisa dilakukan oleh atasan pimpinan itu, atau rekan kerjanya di divisi lain yang bersedia membantu.
“Coaching is a unique process of human development, one that works to change a person’s life for the better and help him or her achieve a number of specific objectives.” (Ian Berry)
josef:
Terima kasih sama-sama Diana. Itu adalah cerita perjalanan kita bersama, yang kita temukan dan pelajari...
Diana Wirawan:
Bapak tidak pernah berhenti memberikan rasa “oya ya bener jg”.. tulisan bapak yang...
josef:
Selamat pagi Puji. Terima kasih telah menjadi bagian dari tulisan ini. Kita terus saling belajar dan berbagi....
Puji:
Banyak contoh nyata yang jadi pembelajaran seumur hidup, menjadi lebih baik setiap harinya. Terima kasih pak...
josef:
Terima kasih sama2 mba Deva, terima kasih untuk rutin menyimak tulisanku. Semoga membawa manfaat untukmu dan...