Hidup Penuh Pilihan

Posted on April 1st, 2022

“Your life is a result of the choices you make. If you don’t like your life, it is time to start making better choices.” (Anonymous)

SEJAK BANGUN PAGI, alam semesta menghadirkan banyak hal dihadapan kita, entah kita sadari atau tidak. Selanjutnya, tergantung kita untuk menanggapinya, dengan berbagai pilihan secara bebas dan bertanggung-jawab. Semakin jeli kita mencermatinya, semakin kita memahami MENGAPA mereka hadir dihadapan kita saat ini dan disini. Selain logika, intuisi kita perlu dipertajam dalam menyikapi semua kejadian atau keadaan tersebut. Hidup penuh dengan pilihan, dan pilihan ada di tangan kita.

Big Girls Don’t Cry

Seorang sahabat dengan penuh bangga dan sukacita mengirimkan saya buku yang barusan dia terbitkan. Judulnya mengundang banyak tanya, termasuk saya sendiri: Big Girls Don’t Cry.

 

Sebelum mengetahui lebih jauh, saya coba menerjemahkannya dengan cara saya:

“Kamu sudah gede, tau. Jangan cengeng. Nangis tidak memecahkan masalahmu.”

Belakangan diketahui, itu judul lagu yang dinyanyikan Fergie dengan albumnya yang diluncurkan 22 Mei 2007. Sepenggal liriknya:

And I’m gonna miss you like a child misses their blanket

But I’ve got to get a move on with my life

It’s time to be a big girl now

And big girls don’t cry

Don’t cry, Don’t cry, Don’t cry

Sambutan positif dan banyak pujian yang didapatkan, karena maturity and simplicity displayed on the single as well as the message. Lagu dan liriknya mendorong kita semua untuk bangkit dan melangkah ke masa depan, seberapapun pahitnya pengalaman hidup yang dialami.

Lalu kaitannya dengan buku tersebut?

 

Refleksi dan Belajar Secara Jujur

Menyimak lembar-lembar awal dari buku Big Girls Don’t Cry, yang ditulis Lisa Qonita, yang sehari-hari dipanggil Icha, saya sudah senyum sendiri. Karena saya temukan seakan Icha sedang bicara. Gaya bahasa dan penuturan di buku ini, Icha banget. Mudah dicerna, dan kaya akan pembelajaran hidup. Sejak keluar rumah di BSD menuju Jakarta, saya mulai baca buku itu. Sampai tanah kusir sudah habis dibaca. Selain cara penyajian yang menyenangkan dengan latar belakang ilustrasi yang menarik, setiap halaman seakan mendorong untuk segera menyimak halaman berikutnya lagi. Voltaire pernah bilang:

“Writing is the painting of the voice.” (Voltaire)

Icha bukan saja menulis apa yang biasanya dia suarakan, tetapi juga memberikan ilustrasi menarik di tiap halamannya untuk memperkuat pesannya.

Icha bertutur tentang pengalaman hidupnya, refleksi pribadi diungkapkan secara jujur, dan penuh keberanian karena ini merupakan public domain, semua orang akan membaca dan tahu tentang itu. Tapi itulah komitmen Icha, dia ingin berbagi dan mengajak pembaca, terutama para perempuan untuk sadar bahwa mereka harus berani memperjuangkan kesetaraan, mereka punya pilihan.

Penuh Pilihan

Buku ini memang ringan untuk dibaca, mudah dicerna, tapi yang terpenting adalah, apakah usai membaca, kita mampu memenuhi halaman akhir yang berjudul My Inspiration? Di halaman ini kita diajak untuk mencatat butir2 pembelajaran penting.

Butir-butir yang saya catat untuk pembelajaranku, antara lain:

  1. Hidup penuh dengan berbagai pilihan, dan kita punya kebebasan untuk memilih
  2. Setiap kesulitan atau tantangan yang dihadapi, sebetulnya merupakan ujian untuk kita naik kelas ke tingkat kehidupan yang lebih baik dan bijak.
  3. Menyadari siapa diri kita sesungguhnya, sadar bahwa yang kita alami juga merupakan buah dari keputusan kita masa lalu: ini saja sudah merupakan langkah awal yang penting. Selanjutnya tentukan pilihan keputusan dan terus melangkah dengan kepala tegap, karena peluang masa depan yang lebih baik ada di depan, dan hanya bisa dilihat oleh mereka yang melangkah dengan tatapan kedepan, bukan dengan menunduk sedih.

Selain butir-butir yang bisa kita petik sebagai pelajaran dari pengalaman Icha, buku ini juga seakan menantang pembaca untuk berani mengatakan: Saya bertanggung jawab penuh atas hidupku. Atau berani mengambil sikap bahwa: Aku memilih untuk merasa berdaya dan memilih untuk tidak menggantungkan kebahagiaanku pada orang lain. Mudah-mudahan lebih banyak lagi cerita serupa yang bisa dihadirkan oleh teman-teman lain, karena kalau Icha bisa, yang lainpun bisa.

 

“When bad things happen to you, focus on what you can learn from it. If you focus on the bad, you’re doomed to repeat it.” (Mel Robbins)

Bookmark and Share

4 Responses to Hidup Penuh Pilihan

  1. Lisa Qonita says:

    Waah.. terima kasih pak Jos atas review-nya. Mudah2an buku ini bisa memberi manfaat utk para pembacanya, terutama perempuan2 Indonesia

  2. Santi Sumiyati says:

    Selamat malam, Pak Josef, tulisan ini luar biasa mencerahkan dan memberikan pembelajaran yang sangat bermanfaat. Pelajaran pentingnya adalah hidup penuh pilihan dan kita mesti bersiap dengan semua konsekuensinya bila ingin terus maju dan bertumbuh. Terima kasih banyak Pak Josef.

    • josef josef says:

      Betul sekali Santi, pilihan dalam kehidupan ini berarti juga kita bertanggung-jawab atas semua konsekuensinya. Namun satu hal yang menggembirakan, tak ada keterpaksaan saat kita menentukan pilihan. Salam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih untuk testimoni Randy. Senang dengan progress yang dialami. Perjalananmu masih panjang, banyak...

Randy:
15 years ago, your storytelling inspired me to join HR. Your trust to choose me as a future leader made me...

josef:
Terima kasih sama-sama Diana. Itu adalah cerita perjalanan kita bersama, yang kita temukan dan pelajari...

Diana Wirawan:
Bapak tidak pernah berhenti memberikan rasa “oya ya bener jg”.. tulisan bapak yang...

josef:
Selamat pagi Puji. Terima kasih telah menjadi bagian dari tulisan ini. Kita terus saling belajar dan berbagi....


Recent Post

  • Legacy Yang Melampaui Waktu
  • Melangkah Bersama
  • Menjadi Cermin Kepemimpinan
  • RUANG Belajar dan Bertumbuh (Blog Seribu Tulisan)
  • Blog Seribu Tulisan – KATA Yang Mengubah Hidup
  • Blog Seribu Tulisan: Pesan Konsistensi
  • Saya Bukan Siapa Siapa Tanpa Kalian
  • Berdampak dan Menciptakan Perubahan
  • Upward Bullying Terhadap Toxic Leader
  • Menemukan WHY dari Laut Lamalera: Belajar dari LAMAURI