Posted on October 21st, 2022
“No matter what business you’re in, everyone in the organisation needs to know why.” (Frances Hesselbein)
PENUH SUKACITA kita menyambut kehadiran buku FUN AT WORK, Seni memberdayakan Coaching untuk Engagement Karyawan. Senang bisa memperkenalkan buku ini kepada beberapa teman HRDF (Human Resources Directors Forum) dalam sebuah acara inTEAmate Gathering.

Pelajaran Berlanjut
Buku ini berisi mutiara pembelajaran dari kegiatan sebagai leader dan sebagai Coach bersama tim/rekan kerja ketika masih menjabat sebagai direktur Human Resources maupun setelah pensiun. Pengalaman kami bersama dalam menciptakan tempat kerja yang fun sengaja saya bagikan di buku ini. Elemen fun at work ternyata sangat penting dalam menciptakan kebahagiaan yang utuh dan pencapaian di tempat kerja, dan justru employee engagement dibangun dari peristiwa-peristiwa kecil yang dijalin sehari-hari.
Menyambung buku ketiga Leader as Meaning Maker dimana seorang leader mengajak team-nya menemukan makna dalam pekerjaan, buku ini lebih jauh mengupas tentang pertumbuhan (growth) sebagai pribadi maupun sebagai leader di tempat kerja. Melalui Coaching, leader mengajak team-nya meraih kebahagiaan di tempat kerja dan meraih kesuksesan individu sesuai dengan value dan purpose masing-masing yang berujung pada kesuksesan perusahaan.
Waktu di Tempat Kerja
Bila kita cermati waktu yang kita luangkan setiap hari, maka setidaknya lebih dari sepertiga kita gunakan untuk bekerja. Dalam kata-kata pendukungnya, pa Dudi Arisandi secara gamblang menggambarkan:
Suka tidak suka, buat kita yang berada di dunia kerja, setidaknya sepertiga hari kita berhubungan dengan pekerjaan. Kebayang banget kalau sepertiga hari atau sepertiga hidup kita dihadapkan dengan hal-hal rutin yang menjenuhkan, tidak menginspirasi, memenuhi rutinitas atau hilang rasa bahagia dan gembira. Fun di tempat kerja menjadi sangat penting dan menjadi elemen kunci bagi kebahagiaan karyawan. Bekerja dengan menyenangkan pastinya dapat mengurangi stress dan beban kerja, membuat kita lebih produktif dan positif menghadapi hari-hari, sehat secara mental dan fisik. Senang sekali rasanya Pak Josef Bataona dengan segudang pengalamannya mau berbagi melalui buku ini tentang bagaimana kita bekerja dengan penuh suka cita dan bisa memaknai pekerjaan lebih dari sekedar rutinitas. Saya yakin banyak pelajaran berharga yang bisa kita dapat dari buku hebat dan FUN ini. (Dudi Arisandi – Chief People Officer tiket.com)
Berikut komen pa Dudi di IG setelah menerima kehadiran buku FUN AT WORK, Seni Memberdayakan Coaching untuk Engagement Karyawan.

Sambutan di Sosmed
Baru awal minggu pertama, saya menyaksikan sambutan positif dari teman-teman di social media. Kawan yang ini, Effendi Ibnoe, mengutip apa yang dianggap menarik, dan langsung dibagi di wa group saat menyapa teman-teman di pagi hari:
“I absolutely believe that people, unless coached, never reach their maximum potential.” (Bob Nardelli)
Mendapatkan training tentang How to Coach saja tidak cukup.
Mindset penting yang perlu dibangun bersamaan dengan training untuk coaching skill adalah tanggung jawab seorang leader dalam menumbuhkembangkan anak buahnya.
Salah satu aspek penting dalam coaching adalah “listening skill”.
Skill ini hendaknya sudah dipunyai oleh para leader dan dipraktikan, bahkan sebelum belajar tentang coaching.
(Cuplikan dari buku FUN AT WORK – Seni Memberdayakan Coaching untuk Engagement Karyawan – oleh Josef Bataona).
Sementara itu, teman lainnya (nama ridak saya sebutkan), menyapaku:
Selamat Pagi Pak Josef…
Terimakasih banyak bukunya uda sampai semalam…belum bilang terimakasih tapi sudah mulai dibaca.
Terharu dan menyentuh sekali..juga inspiratif…
Pak izin membagi pesan di halaman ini ke teman… Sebulan ini teman makan siang ini curhat dan saya ga bisa kasih solusi.. saya rasa pesan di halaman ini tepat sekali untuknya… (merujuk ke halaman tentang positif label dan biasakan berpikir positif)
Teman-teman ini gembira bukan saja karena mendapat buku bacaan baru, tetapi mereka merasa berkesempatan untuk menyarikan insight penting yang bisa mereka bagi lagi kepada teman-teman mereka. Masih ada lagi response positif lainnya yang akan saya bagi secara berkala untuk pembelajaran kita semua.
“Without a compelling cause, our employees are just putting in time. Their minds might be engaged, but their hearts are not. Meaning precedes motivation.” (Lee J Colan)
josef:
Terima kasih untuk testimoni Randy. Senang dengan progress yang dialami. Perjalananmu masih panjang, banyak...
Randy:
15 years ago, your storytelling inspired me to join HR. Your trust to choose me as a future leader made me...
josef:
Terima kasih sama-sama Diana. Itu adalah cerita perjalanan kita bersama, yang kita temukan dan pelajari...
Diana Wirawan:
Bapak tidak pernah berhenti memberikan rasa “oya ya bener jg”.. tulisan bapak yang...
josef:
Selamat pagi Puji. Terima kasih telah menjadi bagian dari tulisan ini. Kita terus saling belajar dan berbagi....
Congratulations Pak! You’re unstoppable
Terima kasih mba Malla, semakin kita berbagi, kita juga semakin belajar menjadi lebih baik. Terima kasih juga untuk kontribusi penting mba Malla. Salam
Terimakasih Bapak…
menurut saya, bacaan dalam buku ini ringan, mudah dipahami, hal-hal yang sudah terlupa, hal lucu, seru, sedih, ternyata masih ada dalam buku ini. terimakasih Pak.
juga hal positif yang saya dapatkan disini bahwa berfikir positif dan optimis dan melakukan hal-hal positif perlu dimaintain, karena terkadang saya masih up-down….
semoga bisa Istiqomah.
Terimakasih Pak Josef yang selalu menoreh kebaikan buat kami.
Sehat dan sukses selalu Pak.
Terima kasih Wuwuh. Insight berdasarkan nilai positif yang didapat di buku ini membuat kita lain juga belajar. Salam