Posted on April 17th, 2025
“Life is too short to worry about anything. You had better enjoy it because the next day promises nothing.” – Eric Davis
LIBUR LEBARAN tahun ini cukup panjang, sama seperti tahun sebelumnya. Kami bertiga sepakat untuk meluangkan waktu di Seoul, fokus pada kuliner lokal. Kalau pada hari pertama Lebaran, di rumah Pamulang, kami disuguhi Ayam Tuturuga khas Manado, maka pada hari kedua Lebaran, kami sepakat untuk mencicipi Samgyetang di Resto di Myeong Dong, Seoul. Hanya sepelemparan batu dari hotel. Menyadari bahwa tidak semua pengunjung memahami tata cara makan samgyetang, pemilik restoran sengaja menyediakan tatakan piring dengan tulisan tentang urutan menikmati hidangan khas tersebut. Sebuah edukasi sederhana tapi perlu.

Memaknai Kebersamaan saat Ngopi Sore
Seperti yang disampaikan diatas, fokus kami adalah kuliner lokal. Tempat-tempat turis seputar Seoul pernah kami kunjungi bersama tour dari Indonesia beberapa tahun lalu.
Sore itu, di lantai dua di Pines Coffee, kami memulai langkah untuk menciptakan momen penting diantara kami bertiga.

Di Tengah kesibukan kerja putri kami Eka, kami sengaja melakukan perjalanan liburan bersama. Dalam situasi yang memang beda dibanding keseharian, kami bisa lebih santai bercerita, sambil memaknai situasi kebersamaan seperti itu.
Spend quality time with your children to make them feel loved, wanted, worthy and build their self-esteem up so they go out into the world with confidence! – Nishan Panwar
Kami memang bukan sekedar ngopi. Kami sengaja menciptakan situasi dimana masing-masing kami berkesempatan untuk memberikan makna positif dibalik itu. Menemukan apa hal kecil yang menumbuhkan kebahagiaan saat itu.
Kutipan berikut turut meneguhkan:
No amount of money or success can take the place of time spent with your family.” -Unknown
Let us Dance
Kami bisa leluasa jalan keliling tempat-tempat yang diinginkan di Seoul, karena peran Eka yang memberdayakan pengetahuan teknologinya untuk membantu kami. Sebelum berangkat, kami sudah berdiskusi bertiga tentang itinerary di Seoul. Eka meminta kami untuk menyiapkan aplikasi berikut di handphpone masing2:
Hasil diskusi itu dituangkan dalam lembaran itinerary. Dengan cara seperti ini, liburan merupakan agenda yang dirancang bersama. Simak tulisan di blog sebelumnya: https://www.josefbataona.com/traveling/liburan-untuk-kebahagiaan-siapa/
Setiap pagi kami mencoba cafe yang berbeda-beda untuk sarapan. Sebuah kantong belanja dengan tulisan menarik: Let’s Move. We are in this life just once. Just dance everyday. Mulailah kami berkeliling di Mall, diawali dengan foto ini.

Merangkul Keluarga
Sementara mereka berdua mencermati kue pesanan kami, saya justru tertarik menyimak bungkus kue dengan tulisan yang menarik:
“I don’t know what kind of painting I will create in the future. I am not a genius who can just wave a magic wand without inspiration and decide which of a million desires to pursue today and which one tomorrow.
Unfortunately, that is not who I am. Instead, I start from scratch, making countless attempts, drawing and erasing hundreds of times. It is only when I am utterly exhausted that I might stumble upon something worthwhile.
Every time, it is like paying to ride a roller coaster filled with risks on all sides. Now, I understand a bit better that it is not about knowing something before starting but about starting to know something. It ended up like that.
My kinda Heaven is much simpler than you guys think: A hot coffee, a fresh bread baked in the morning and a bubbly Small Talk – That’s enough 4 Me. From Layered, already your friend.
Pembuat kue ini merendah mengaku bukan seorang jenius. Ia bahkan tidak tahu apa yang akan dibuatnya, seperti halnya pelukis yang leluasa memutuskan apa yang akan dia ciptakan hari ini dan mana keesokan harinya.
Kebetulan saya bukan seperti itu. Saya mulai dari nol, mulai melukis dan menghapus ratusan kali, dan saat saya hampir kelelahan, saya akhirnya menemukan sesuatu yang berharga.
Setiap saat, seperti meluncur dengan roller coaster yang penuh resiko di setiap sisinya. Sekarang saya bisa lebih memahami, bahwa ini bukan tentang mengetahui sebelum memulai, tetapi memulai untuk mengetahui sesuatu.
Surga kebahagiaanku sangat sederhana, tidak kalian duga: Segelas kopi panas, roti yang baru dibakar pagi hari dan obrolan Santai. Itu sudah cukup bagiku. Dari sahabatmu: Layered.
Kata-kata penuh makna, kami merasa diterima sebagai sahabat pemilik café. Dan memang pelayanan mereka prima walau pengunjung banyak.
Tulisan diatas justru menginspirasi untuk membangun dialog diantara kami bertiga, sambil menikmati rotinya yang nikmat. Momen ini sengaja diciptakan untuk merangkul istri dan putriku, bukan saja dengan kedua tanganku, tapi dengan hatiku yang tulus.

Masing-masing kami belajar untuk memaknai setiap momen yang hadir, belajar untuk lebih memahami satu sama lain, juga belajar untuk saling membantu untuk terus tumbuh menjadi lebih baik dari waktu ke waktu.
“Feel the presence of love wrapped up within a hug.” (Robert M. Hensel)
josef:
Terima kasih untuk testimoni Randy. Senang dengan progress yang dialami. Perjalananmu masih panjang, banyak...
Randy:
15 years ago, your storytelling inspired me to join HR. Your trust to choose me as a future leader made me...
josef:
Terima kasih sama-sama Diana. Itu adalah cerita perjalanan kita bersama, yang kita temukan dan pelajari...
Diana Wirawan:
Bapak tidak pernah berhenti memberikan rasa “oya ya bener jg”.. tulisan bapak yang...
josef:
Selamat pagi Puji. Terima kasih telah menjadi bagian dari tulisan ini. Kita terus saling belajar dan berbagi....
Totally relate dengan tulisan di bungkus kue itu Pak.. thanks for sharing..
Having fun, bonding time and making memories, sekaligus tidak melewatkan kesempatan untuk tetap memetik pelajaran dari sekeliling ya Pak.
Terima kasih Elfi untuk turut menyimak tulisan ini. Buka diri untuk terus belajar, karena universe senantiasa menyajikan banyak pelajaran setiap hari. Nantikan tulisan berikutnya Jumat depan. Salam