Ajarilah Kami Bahasa Cinta

Posted on January 16th, 2015

“Andaikan aku pahami bahasa semua

Hanyalah bahasa cinta kunci tiap hati

Reffr: Ajarilah kami bahasa cintaMu agar kami

Dekat padaMu ya Tuhanku

Ajarilah kami bahasa cintaMu agar kami

Dekat padaMu”

INI MERUPAKAN LAGU LAMA. Tapi begitu mendengar music intro, dan alunan suara yang mendendangkannya, terasa begitu sejuk, damai di hati ini. Walau sekian banyak kali kita turut melantunkan lagu ini, kita perlu jujur bahwa kita masih harus lebih banyak dan giat lagi untuk belajar. Belajar Bahasa Cinta, Bahasa Kasih.

Alasan sederhana. Bahasa yang kita gunakan adalah perwujudan dari apa yang ada di dalam pikiran dan hati dia yang sedang berbicara. Kalau pikiran dan hati kita diselimuti cinta dan kasih, bahasa yang digunakan juga seirama. Dan bahasa yang seirama dengan pikiran dan hati kita tersebut akan menuntun pada perbuatan yang juga sejalan.

Foto1

I Love You

Bukan hanya lagu “Andaikan Aku Pahami” yang penggalannya dikutip di atas yang sering di dengar atau dinyanyikan. Ternyata kalimat “I Love You” yang menjadi tema Natal di kantor Pusat Perusahaan kami, juga sering kita dengar dan bahkan sering kita ucapkan.

Pagi sebelum acara Natal karyawan perusahaan, saya sengaja search di Google kalimat “I Love You.” Hanya dalam tempo 0.33 detik muncul hasil yang mengagumkan: 1.64 milyard. Melihat hasil seperti itu, sejatinya dunia ini sangat damai penuh kasih. Tapi seperti yang kami sampaikan dalam pembukaan di atas: kita masih harus banyak belajar menggunakan Bahasa Cinta Kasih. Dan lebih penting lagi adalah belajar hidup penuh kasih dengan sesama manusia.

Siapakah Sesama Manusia Itu??

Bukan suatu kebetulan bahwa semua kami hadir pada acara itu. Bukan pula kebetulan bahwa kami semua yang hadir itu juga datang untuk bekerja di perusahaan ini. Tapi mengapa ada yang bekerja di unit A dan ada yang di bagian B? Ada yang menjadi atasan dan ada yang menjadi bawahan?

Semua kita diciptakan Tuhan dengan talenta masing-masing yang unik, cukup untuk menjalankan fungsi kita masing-masing sesuai panggilan hidup kita. Mengasihi sesama manusia dalam konteks berkarya adalah menggunakan talenta tersebut dalam mengemban tanggung-jawab yang diterima dalam tugas.

Karena itu mereka yang menjadi pimpinan akan mendapatkan porsi talenta untuk memungkinkan mereka menjadi pemimpin. Tanggung jawab sebagai pemimpin, termasuk juga pengembangan anak buah agar sukses, mempersiapkan jalan yang akan dilalui bersama timnya untuk mencapai tujuan perusahaan.

Dalam mencapai tujuan perusahaan tersebut, setiap individu akan berkontribusi, dan dalam berkontribusi setiap karyawan akan tumbuh berkembang seirama dengan tumbuhnya perusahaan. Tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik, lebih berkembang dari waktu ke waktu. Bukan hanya perusahaan, tapi karyawan juga mendapatkan nilai tambah (added values) untuk kehidupannya (professional life, family life, social life, spiritual life, dan lain sebagainya)

Natal dan Etika Kerja

Secara unik Karyawan kami di Bogasari mengangkat tema “Etika Kerja” sebagai bagian dari refleksi Natal. Hadirnya perusahaan ini bersamaan dengan VALUES yang dipercayai pendiri sebagai tata nilai yang perlu untuk menjadi roh, atau nafas dari kehidupan bisnis para pelakunya.

Dalam tataran Indofood Sukses Makmur, kita mengenal adanya 6 Values:

“Dengan Disiplin sebagai falsafah hidup, kami menjalankan usaha kami dengan menjunjung tinggi Integritas. Kami Menghargai seluruh pemangku kepentingan dan secara bersama-sama membangun Kesatuan untuk mencapai Keunggulan dan Inovasi berkelanjutan”

Kita semua menyadari bahwa, berkelanjutan perusahaan sangat dipengaruhi oleh perilaku Perusahaan di tengah masyarakat, dan juga Perilaku anggota karyawannya. Keenam Values tersebut di atas akan menjadi landasan, dalam berperilaku terhadap seluruh pemangku kepentingan.

Sementara itu Kode Etik Perusahaan akan menjadi pedoman bersikap dan berperilaku bagi seluruh anggota perusahaan dalam menjalankan tugas-tugas professional perusahaan. Kepatuhan kita dalam menjalankan perilaku bisnis yang beretika ini akan membangun budaya perusahaan yang kokoh.

foto2

Adakah Kasih Hadir di Tengah Kita?

Keenam Values Perusahaan tersebut sama pentingnya, tidak ada yang lebih penting dari yang lain, karena semuanya diperlukan dalam setiap sendi kehidupan karyawan dalam berkarya. Mungkinkah kita berkata bahwa kita saling mencintai satu sama lain, kalau kita tidak saling Menghargai? Bisakah kita berhasil membangun Kesatuan kalau kita tidak saling Mengasihi dan Menghargai satu sama lain??

Pertanyaan ini membimbing kita kepada langkah untuk membuktikan KASIH dalam kehidupan sehari-hari, dalam perbuatan nyata. Satu oleh-oleh sebagai bekal yang diambil dari kedua perayaan Natal tersebut: “Mengasihi Sesama Manusia di tempat kerja perlu perbuatan nyata. Kita mulai dengan hati dan pikiran kita yang punya kemauan untuk melaksanakan pesan kasih di tempat kerja. Kehendak kuat dalam pikiran dan hati tersebut akan selalu diekspresikan dalam Bahasa yang digunakan sehari-hari, Bahasa Kasih.”

Dan acara salaman di akhir acara, dirasakan seperti saling menyatukan komitmen bahwa Kasih akan terus hadir dalam lingkungan kerja kita bilamana kita saling menghargai satu sama lain, saling menghargai sebagai sesama manusia.

Gaung penggalan lagu “Andaikan Aku Pahami” semakin kuat mengiringi momen bersalaman:

Andaikan aku lakukan yang luhur mulia

Jika tanpa kasih cinta hampa tak berguna

Reffr: Ajarilah kami bahasa cintaMu agar kami

Dekat padaMu ya Tuhanku

Ajarilah kami bahasa cintaMu agar kami

NB: SEGERA TERBIT!

Buku Kisah Rp 10.000 Yang Mengubah Hidupku

“A book, too, can be a star, a living fire to lighten the darkness, leading out into the expanding universe.” (Madeleine L’Engle) 

Nantikan kehadiran Buku ini!!

Bookmark and Share

7 Responses to Ajarilah Kami Bahasa Cinta

  1. ratih says:

    Setuju dengan Pak Josef bahwa segala sesuatu yang diniatkan dari hati dan diikuti dengan tindakan nyata akan membuahkan hasil yang luar biasa 🙂

    • josef josef says:

      Terima kasih Ratih, tumbuhkan hasrat untuk belajar, termasuk belajar dari orang lain, belajar menggunakan kata2 bijak, akan membawa manfaat besar dalam kehidupan ini

  2. Erlina says:

    I love You dimulai dari ‘I’. Jadi harus dari saya dulu kepada sesama… Happy morning 🙂

    • josef josef says:

      Terima kasih Erlina, proaktif mulai dari diri sendiri sangat disarankan, mudah2an kita akan dikelilingi orang2 yang mendapatkan manfaat dari perbuatan baik kita.

  3. Robert Affero says:

    Senang sekali menyimak artikel ini pak, jujur salah satu motivasi terbesar bagi saya pribadi adalah rasa cinta . dan dengan bahasa cinta juga kita bisa mencintai pekerjaan dan seluruh bagian yang terkait didalamnya . yang mana dengan bahasa cinta akan menghasilkan sesuatu yang di cintai. salam sukses dan bahagia selalu pak josef.

    • josef josef says:

      Terima kasih Robert, kita semua masih terus belajar, termasuk menggunakan bahasa secara bijak. Sukses selalu untuk Robert. Nantikan hadirnya Buku baru di awal Pebruari ini

    • josef josef says:

      Terima kasih Agnes untuk salam dan doanya yang sudah saya sampaikan. Salam kembali

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Most welcome coach Wiwin, Be ready for our next exciting project. Thank you for your meaningful contribution.

Herry Windawaty:
Always Inpiring Coach JB. Thank you for the opportunity for us to contribute

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...


Recent Post

  • Buku “LEADER as MEANING MAKER” oleh Josef Bataona
  • Coaching and Inner Guidance
  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET