Bahagia Itu Sederhana

Posted on October 2nd, 2015

“God wants to use you to make other people happy! And the happier you make others, the happier you will be because you reap what you sow.”  (Joyce Meyer)

SERING ORANG MEYAKINI, bahwa dengan bekerja keras, mereka akan sukses dan dengan demikian akan memperoleh kebahagiaan. Jadi kebahagiaan akan ditemukan di ujung perjalanan karyanya.

Tetapi banyak yang juga punya keyakinan bahwa kebahagiaan hendaknya mengawali perjalanan tersebut, karena perjalanan itu adalah pilihan sendiri penuh semangat. Dengan demikian kebahagiaan akan mewarnai seluruh perjalanan itu sendiri. Diskusi tentang ini, terkadang membuat pemahaman diatas bertambah rumit, seakan-akan rumit untuk meraih kebahagiaan itu.

Teriakan Mengagetkan

Saya kebetulan lagi lewat dekat mejanya, mendadak dengan suara lantang salah seorang Tm HR berkata: Yesssss! sambil mengangkat kedua tangannya. Sebuah ekspresi kebahagiaan yang serta-merta mengundang keingin-tahuan teman-teman lain.

Apa sebenarnya yang terjadi?

Melalui layar komputernya, kawan HR tadi melihat response positif dari seorang calon karyawan, yang sedang diproses untuk mengisi sebuah posisi. Posisi yang mau diisi memang memerlukan kombinasi persyaratan yang tidak mudah didapatkan di pasar. Hanya sepotong pesan konfirmasi dari sang calon, sudah membuat kawan ini hampir terjungkal dari kursi, saking kegirangan.

Dua petikan dari Angel Chernoff, menambah penjelasan ini:

  • “Never be ashamed of how you feel.  You have the right to feel any emotion that comes to you, and to follow a path that makes you happy.”
  • “Happiness comes more easily when you feel good about yourself without feeling the need for anyone else’s approval.”

Kebahagiaan itu sederhana, reaksi spontan pada sesuatu yang sedang ditunggu-tunggu, tidak peduli sesuatu itu besar atau kecil.

Dan kawan di foto ini, merasa lebih bahagia dengan selfie, sekaligus memancing kebahagiaan kawan-kawan lainnya.

Bahagia Itu Sederhana

Count the Blessings

Berapa sering kita dengan cermat menghitung berkat yang diperoleh setiap saat, dan tidak hanya terpaku pada masalah yang dihadapi? Karena banyak blessing yang kita “take it for granted”, dianggap memang begitu adanya yang diperoleh setiap hari, dan akan lewat begitu saja tanpa kita syukuri.

Hari itu, seorang kawan di Facebook, Nico Pongmasangka, membuat posting, menyatakan kegembiraannya karena progress yang dicapai dalam program hidup sehatnya:

“Berat Badan saya per tanggal 19-09-2015 adalah 63.5 Kg. 3 bulan yang lalu, berat badan saya 85.5 Kg. Akar masalah dari berat badan adalah mindset kita. Kenali pola pikir kita, atur asupan kalori. Enjoy your life!”

Bersama dengan teman-teman lainnya, kami menyalami Nico, sambil terus menyemangati untuk meneruskan programnya: Komen saya pun singkat:

“Congrats Nico Pongmasangka, stay healthy !”

Tidak ada yang nampak luar biasa. Namun komen tersebut dibaca Nico sebagai suatu penyemangat yang patut disyukuri. Karena itu beberapa saat kemudian dia menanggapi kembali di FB:

“Saya tidak munafik, saya senang dengan hasil yang saya dapat saat ini. Selain karena saya merasa lebih sehat, saya banyak mendapat pujian. Salah satunya dari Pak Josef Bataona, HR Director PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk. Bukan karena siapa/peranan beliau saat ini, tapi karena konsistensi beliau dalam bersikap. Berikan kebanggaan buat dirimu atas prestasimu agar semakin termotivasi untuk hidup sehat… Be yourself but better everyday !! “

Pencapaian target itu dilihat Nico sebagai  sesuatu yang besar dan sangat membahagiakan. Tapi sepotong kalimat sederhana berisi apresiasi atas langkahnya, dirasakan sangat berarti sekaligus membahagiakan bagi Nico. Banyaknya apresiasi yang diterima Nico turut melipat-gandakan kebahagiannya.

Terima kasih Nico untuk membolehkan saya mengangkat contoh ini.

Refleksi dalam Keheningan

Bila kita luangkan beberapa menit dalam suasana hening, memikirkan kembali apa yang terjadi sepanjang hari, kita bisa dengan mudah menemukan dua atau tiga hal yang membuat kita bahagia dan yang patut disyukuri. Bukalah seluruh diri, pikiran dan hati untuk membaca rekam hidupmu seharian.

Biasakan menulis dua atau tiga hal yang membahagiakan itu. Semakin hari, daftarmu bisa bertambah panjang, tapi jangan fokus pada jumlah, tapi pada berkat yang diterima.

Selanjutnya, setelah sebulan misalnya, pilih salah satu dari butir-butir yang sudah ditulis, dan buatlah kisah yang lebih detail. Mulai dengan satu kalimat, satu paragraf, dan mungkin satu halaman cerita. Jadikan kebiasaan.

Karena dengan menulis seperti itu, otak kita dibiasakan untuk menyimak hal-hal positif yang membahagiakan sepanjang hari, untuk terus diangkat ke permukaan. Dengan demikian lebih banyak waktu kita akan disita untuk hal positif. Demikian juga ruang otak kita pun akan berisi lebih banyak yang positif daripada negatif.

  • Dari daftar tersebut, apakah ada yang sudah kita sampaikan terima kasih, secara langsung, atau melalui sarana lain?
  • Dari sekian banyak di daftar itu, sudahkah kita mendoakan mereka agar terus menyebar hal positif yang membahagiakan?

Dari daftar itu kita akan sadar, bahwa banyak hal kecil dan sederhana yang justru membuat kita bahagia, tapi kita abaikan begitu saja. Setelah menyadari dan melakukan latihan di atas, kini giliranmu membagi kisahmu dari daftar yang sudah dibuat, menyebar virus positif ini kepada lebih banyak orang, untuk membuat lebih banyak orang bahagia.

“We tend to forget that happiness doesn’t come as a result of getting something we don’t have, but rather of recognizing and appreciating what we do have.” (Frederick Keonig)

Bookmark and Share

10 Responses to Bahagia Itu Sederhana

  1. lia says:

    count the blessings…. hal simple yg masih sering dilupakan org.. blessings tdk hanya materi, yg plg dekat dgn kita adalah kesempatan membuka mata dipagi hari dan udara yang kita hirup…
    refleksi diri… jangan biarkan setiap hal terjadi/berlalu tanpa kita tarik hikmah/manfaat nya…

    • josef josef says:

      Terima kasih Lia, kita terus saling mengingatkan tentang blessings yang kita dapat setiap hari, yang patut kita syukuri. Salam

  2. Sonny says:

    Pak Josef… lama tak berjumpa, senang sekali melihat bapak masih aktif dan semangat.. sharing nya “Refleksi dalam keheningan” sangat mengena sekali.. thanks untuk remind me to count HIS blessings everyday even every minuets, dan tidak kalah pentingnya utk membuat kisah darinya.. Salam

    • josef josef says:

      Dear Sony, terima kasih masih sempat mengunjungi blog dan menyimak kisah ini. Kapan2 kisahnya dishare disini. Salam

  3. Ting King Ping says:

    Pak Josef, thanks untuk sharingnya sangat memberkati kami.
    Sungguh telalu sering kita lupa dengan berkat yang telah diterima dari Nya.

    izin untuk menshare kembali tulisan bapak di komunitas internal kami ya.

    Terima kasih.
    Salam.
    Ting King Ping.

  4. Istas Joko Suroso says:

    Bermula dari membaca sebuah proposal utk suatu bangunan diLarantuka, mata sy terpaku saat melihat nama ketua panityanya sama dg seorang sahabat lama yg pernah satu atap merintis karier dimasa susah….sekitar 35 th lalu…. Trus sy ambil ipad….trus ketemu blog ini…… Ah bahagia itu sungguh sederhana….

    • josef josef says:

      Terima kasih Joko Suroso, terus simak sekitar 370 artikel di blog ini, akan ketemu berbagai kisah kebersamaan di masa lalu. Salam

  5. Rosa says:

    Terima kasih bapak, sudah menginspirasi.

    Saya jadi lebih bahagia dan lebih PD.

    • josef josef says:

      Terima kasih Rosa, sudah menyimak artikel ini. Di blog ini hadir lebih dari 370 artikel. Dan akan hadir lagi artikel baru setiap selasa dan jumat jam 08:00

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Most welcome coach Wiwin, Be ready for our next exciting project. Thank you for your meaningful contribution.

Herry Windawaty:
Always Inpiring Coach JB. Thank you for the opportunity for us to contribute

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...


Recent Post

  • Coaching and Inner Guidance
  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET
  • A New Horizon Beyond Corporate Life