Dikelilingi Tim Handal

Posted on January 29th, 2016

“Become a student of change. It is the only thing that will remain constant.” (Anthony D’Angelo)

SETIAP LANGKAH dalam berkarya akan memberikan kita keyakinan untuk terus maju, ataupun isyarat untuk melengkapi diri dengan berbagai pengetahuan atau pengalaman lain untuk lebih sukses. Interaksi dengan rekan kerja, dengan atasan dan siapa saja yang berada dalam lingkup tugas kita, akan turut memberi nilai tambah untuk bekal masa depan. Namun semuanya itu hanya terjadi kalau kita sungguh membuka mata, telinga dan hati kita untuk menyerap berbagai pengalaman sekitar kita: Terus belajar!

Sejarah Berulang

Dalam perjalanan sebuah perusahaan, para pimpinan atau karyawan akan menyerap berbagai pemahaman dan praktek dalam menjalankan managemen perusahaan. Termasuk di dalamnya, pemahaman tentang bagaimana atasan seharusnya memperlakukan bawahannya dan sebaliknya bagaimana bawahan seharusnya bersikap di hadapan atasan.

Ada yang beranggapan kalau belum ubanan belum cukup bijak menjadi pemimpin. Dalam berkonsultasi, pimpinan dianggap lebih tahu karena itu dia akan memberikan instruksi atau jalan keluar, bukan mendiskusikan cara anak buahnya menemukan solusi. Sementara itu, ada saja atasan yang senang punya anak buah yang penurut, tidak banyak membantah, suka nanya untuk konsultasi, dan lain-lain.

Masih ada pula atasan yang pelit membagi ilmu, karena takut kalau anak buahnya menjadi lebih pintar, bisa menjadi pesaing utamanya. Kalaupun ada praktek seperti itu yang masih ditemui, itu karena kurang cepat penyesuaian dengan realita terkini.

Dalam tulisannya di HBR edisi Januari 2016, Sydney Finkelstein memaparkan survey yang mencoba menjelaskan alasan di balik sukses beberapa nama pebisnis legendaris. Ada kesamaan yang mereka miliki. Salah satu aspek yang menarik adalah inisiatif untuk mencari karyawan baru dengan talenta unik, unusually gifted people.

Yang dicari  tidak saja mampu membangun bisnis tapi juga: “rewriting the very definition of success”. Mampu membuat terobosan baru dalam konsep bisnis, menciptakan  pemahaman beda tentang sukses bisnis itu seperti apa. Finkelstein pun tidak lupa menyitir kata-kata Lorne Michaels:

“If you look around the room and you think, ‘God, these people are amazing,’ then you’re probably in the right room.”

Leader tipe ini tidak segan-segan menjadikan anak buahnya menjadi lebih pandai dari dia, atau bahkan ketika merekrut orang baru pun, dia akan membuka diri menerima calon yang dua kali, atau tiga kali lebih hebat dari dia.

Dikelilingi Tim Handal

Perubahan Mindset Diperlukan

Dalam lingkungan di mana leader sangat peduli pada pengembangan talent seperti cerita di atas, dengan perilaku yang sangat konfiden, kompetitif dan imaginatif, dan ikhlas untuk membantu membuat talenta timnya turut bersinar, tiap anggota tim akan belajar banyak dari sang pemimpin, juga dari interaksi seluruh anggota tim di bawah pimpinan sang leader. Mereka juga belajar dari pengalaman di mana mereka dibentuk dengan mindset yang berbeda, untuk menjadikan hal yang tadinya tidak mungkin menjadi mungkin: “to make exceptional people do the impossible.”

Mereka juga belajar dari keikhlasan leader menerima kesalahan tim dan mengangkatnya sebagai bahan pembelajaran bagi semua.

Pengalaman mereka seperti itu diharapkan bisa menjadi modal dalam menyikapi Strategi Pengembangan Talent, ketika mereka menjadi pemimpin di kemudian hari. Mindset mereka akan terus berubah mengikuti perkembangan yang ada. Kalau lebih banyak leader mampu menciptakan lebih banyak leader lagi seperti dia, diharapkan pemahaman para senior yang ketinggalan zaman seperti tersebut di atas bisa terkikis seiring perkembangan zaman.

Dan pada akhirnya, sang pemimpin akan sangat berbahagia, menyaksikan anak buahnya tumbuh sukses dalam perjalanan karier mereka, termasuk siap menyerahkan tongkat kepemimpinan pada penggantinya, dengan IKHLAS.

“Change your thoughts and you change your world.” (Norman Vincent Peale)

Bookmark and Share

4 Responses to Dikelilingi Tim Handal

  1. Puji says:

    Terima kasih inspirasinya pak,
    membangun sebuah tim adalah tentang membangun kelompok pemimpin yang akan bertumbuh dan berkembang ke depannya,
    pemimpin yang bisa melihat dan merasakan apa yang terjadi di masa lalu, saat ini dan masa depan.

    terima kasih pak josef 🙂

    • josef josef says:

      Terima kasih sama2 Puji, pimpinan seperti itu akan cepat menularkan semangatnya dalam menempah calon2 pemimpin baru. Salam

  2. Natan says:

    Setuju sekali Pak Josef, sangat menginspirasi. Tidak ada pemenang tunggal di era sekarang, dan pemimpin bijak akan membangun team yang kuat baik untuk mendukung organisasi yang dia pimpin maupun untuk melanjutkan kepemimpinannya kelak saat tongkat estafet harus berlanjut. Keberhasilan seorang pemimpin buat saya dilihat dari legacy yang ditinggalkan dan generasi pemimpin baru yang mampu melanjutkan apa yang sudah dicapai ke tahap selanjutnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Most welcome coach Wiwin, Be ready for our next exciting project. Thank you for your meaningful contribution.

Herry Windawaty:
Always Inpiring Coach JB. Thank you for the opportunity for us to contribute

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...


Recent Post

  • Buku “LEADER as MEANING MAKER” oleh Josef Bataona
  • Coaching and Inner Guidance
  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET