Fitness Bagi Pimpinan Masa Depan

Posted on June 8th, 2012

“Health isn’t about being “perfect” with food or exercise or herbs. Health is about balancing those things with your desires. It’s about nourishing your spirit as well as your body.” (Golda Poretsky)

KESEMPATAN bagus untuk delegasi dari Indonesia, yang mendapatkan jatah 50 seat dari total delegasi 200 orang untuk mengikuti program outbound di Mulu, Serawak, Malaysia. Mereka ini pastilah delegasi pilihan, talent andalan, dan calon pimpinan masa depan.

Sesi pertama, dalam perjalanana menuju lokasi, di kegelapan malam turun dari perahu, kami harus berjalan kaki memasuki hutan. Gelap… tidak ada tanda-tanda ada rumah penduduk, walau sudah berjalan lebih 30 menit. Akhirnya, dalam keletihan jalan sejam kami pun tiba di sebuah hotel di tengah hutan… hotel bintang lima.

Keesokan harinya, selesai sarapan baru kami menyadari bahwa jarak dari tempat perahu ke hotel, sebenarnya hanyalah lima menit ditempuh dengan berjalan kaki. Tapi, rupanya panitia sengaja membawa rombongan berjalan memutar, sebagai bagian dari olah fisik.

Visioning

Selesai sarapan di hari berikutnya, kami dibawa dengan perahu bermotor menyusuri sungai, masuk jauh ke tengah hutan. Kita lalu berjalan kaki mendaki bukit untuk kemudian masuk ke dalam sebuah gua yang sangat dalam, di mana ke-200 pimpinan perusahaan di negara-negara ASEAN bisa berkumpul.

Regional SVP meminta semua senter dimatikan. Gelap, hening dan hanya terdengar suara tetes air yang jatuh. Dengan lantang dia berkata:

“Bayangkan sepuluh tahun dari sekarang. Apakah perusahaan kita masih eksis? Sebagian dari kalian yang hadir disini tidak akan ada lagi karena pensiun. Sudahkah kalian mempersiapkan penggantinya? Dan sebagian lagi masih akan terus bersama perusahaan. Sudahkah kalian mempersiapkan diri untuk menerima tongkat kepemimpinan dari para seniormu?”

Lalu dilanjutkan dengan berbagai refleksi. Inilah sepenggal Visioning Program pagi itu, di dalam gua.

Tantangan Fisik

Sekitar jam 10:00, kami memulai lagi pendakian, terik matahari terus menguras keringat, walaupun suplai air minum cukup di setiap pojokan jalan. Sebentar-sebentar kita berhenti di bawah pohon untuk diskusi sesuai topik yang sudah disediakan, kemudian perjalanan dilanjutkan.

Di sinilah kami menyadari, bahwa tidak semua 200 peserta cukup fit untuk program ini, karena beberapa dari mereka harus dievakuasi kembali ke base-camp, termasuk 5 orang dari Indonesia. Padahal, mereka adalah calon-calon pimpinan perusahaan di masa mendatang.

Solusi Serius

Pengalaman ini yang mengundang diskusi saya dengan Chairman, sekembalinya dari acara tersebut. “Kita harus melakukan sesuatu,” kataku mengawali pembicaraan. “Tidak mungkin pimpinan masa depan hanya mengandalkan skill dan competencies, tapi juga fisik yang sehat,” ujarku menambahkan.

Ya, pengalaman di atas jelas-jelas membuka mata kami tentang kondisi fisik sebagian talent kami. Mereka selama ini punya membership-card untuk fitness di gym. Tapi menjadi pilihan mereka pula, jika tidak semua menggunakannya, dengan berbagai alasan: jalanan macet, banyak meeting dan lain-lain.

Gym yang Punya Daya Tarik

Chairman pun menyetujui untuk membawa gym ke kantor, daripada karyawan pergi ke tempat pusat kebugaran di luar kantor. Tapi ceritanya akan sama saja kalau tidak ada daya tarik khusus.

Karena itu beberapa langkah strategis di buat:
1. Gym dibuat di lantai 14, yang sebelumnya adalah executive lounge, dan bukannya di basement.
2. Gym dilengkapi dengan peralatan yang mutakhir, shower, sauna dan dikelola oleh professional dari luar, yang menghadirkan trainer setiap hari dari jam 06:00 hingga 20:00.
3. Program juga dihubungkan dengan keperluan kesehatan yang dipandu oleh dokter perusahaan.

Walk the Talk

Sebagai bagian dari daya tarik, gym dibuka untuk semua orang, mulai dari office-boy sampai chairman. Pada saat saya pensiun dari perusahaan ini, paling tidak saya sendiri dan Presiden Direktur menjadi pengunjung tetap gym ini, sebagai contoh bahwa apa yang kami kampanyekan untuk “Promotive Health Program”, juga telah kami jalankan.

Catatan kesehatan kami sendiri, merupakan bukti hasil dari program ini, dan yang lebih menggembirakan lagi, di hari terakhirku, mesin pengukur Body Composition Analyzer memperlihatkan bahwa saya dua tahun lebih muda dari usia sebenarnya.

Dan ini merupakan bagian dari kampanye saya di setiap ada acara karyawan merayakan masa kerja 15 tahun, maupun 25 tahun:

“Waktu Anda diterima bekerja di perusahaan ini, kami mensyaratkan kondisi fisik yang sehat. Karena itu jangan pernah berhenti untuk olah raga dan menjaga kesehatan, sehingga pada saat Anda pensiun nanti, kami ingin menyerahkanmu kembali ke keluarga, juga dalam keadaan sehat walafiat.”


Foto ini memperlihatkan, sekretaris saya Nolly menyerahkan karangan bunga kepada istri saya, di loby kantor, sebelum saya meninggalkan gedung kantor di hari terakhirku. Ini sebagai perlambang bahwa perusahaan menyerahkan saya kembali kepada keluarga dalam keadaan sehat.

Dan olah raga pun akan diteruskan karena sependapat dengan Gene Tunney:

“Exercise should be regarded as tribute to the heart.”

Bookmark and Share

8 Responses to Fitness Bagi Pimpinan Masa Depan

  1. farida says:

    Top. Mantap Pak. Patut dicontoh oleh leader-leader lain. Blog bapak membuktikan bahwa Kesehatan is number one.
    Kalau kantor bisa menyediakan gym why not. Dan ini bisa dijadikan sebagai benefit bagi karyawan.
    Pgn..Tapi saya pgn yg aerobiknya pak. Ada? 😀

    -thanks Pak Josef-
    Blog yang inspiratif.

  2. sony tan says:

    Pada saat Pak Josef menceritakan bagaimana fitnya Pak Josef menaiki tangga di kantor, saat itu juga saya sadar bahwa pemimpin memang harus selalu dalam kondisi fit. Saya beruntung di kelas CHRP saya mendengar pengalaman Pak Josef tentang fitness. Ini menginspirasi saya dan pada akhirnya saya pun termotivasi. Sekarang saya rutin treadmill satu jam setiap pagi. Saya ingin seperti Pak Josef, selalu terlihat segar setiap saat. Salam hangat, Sony Tan

  3. dayu says:

    Lama – lama, rasanya ada yang kurang jika tidak berkunjung ke blog ini,entah kenapa ? rasanya semakin lama berkunjung dan membaca tulisan – tulisan di blog pak josef : gabungan dari pengalaman dan kemampuan menulis yang mengalir dan menggelitik plus inspirasi dari hal – hal sederhana yang akhirnya jadi tidak “remeh”.

    Saya tersentuh sekali dgn kalimat saat pensiun nanti, kami ingin menyerahkanmu kembali ke keluarga, juga dalam keadaan sehat walafiat..disaat byk sekali perusahaan di luar sana yang tidak peduli ttg kesehatan karyawannya.

    once again, great story..keep posting 🙂

    Salam

    Dayu

    • josef josef says:

      Terima kasih Dayu. Posting di blog ini memang tujuannya untuk berbagi. Disinipun saya menjaga disiplin untuk hadirkan cerita baru tiap selasa dan jumat pagi. Teima kasih atas komentarmu yg tentu saja akan memacu saya utk terus menulis. Salam

  4. dayu says:

    Sama – sama Pak Josef.

    saya pun terinspirasi dengan komitmen Pak Josef menulis di blog yang ada jadwal dan rutin, lama – lama jadi kebiasaan, lalu mengikat..sy mau ikutan ah 🙂

    Salam

    dayu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih Ratih. Semua kita punya kontribusi untuk menciptakan lingkungan untuk tumbuh kembangnya mindset...

Ratih:
Penutupnya keren Pak, “fokus pada solusi”. Hal ini akan mudah diterapkan jika kita punya mindset...

josef:
Terima kasih Ratih, sungguh cantik, hanya terbatasnya ruang untuk penyajian saya di blog. Salam

Ratih:
Cantik sekali ya Pak pemandangannya..

josef:
Terima kasih Tromol untuk waktunya menyimak kisah ini. Banyak momen hadir dihadapan kita, untuk mengingatkan...


Recent Post

  • Kick-off Coaching Program
  • Suasana Penuh Kedamaian
  • Jadikan Pelajaran Berharga
  • Swedia Negara Ribuan Pulau
  • World’s Happy Countries
  • Indahnya Ciptaan Tuhan
  • Meaning dibalik Aktivitas
  • Optimisme Pekerja Mandiri
  • Positive Organization
  • Benih Positif di Taman Kehidupan