Keteladanan Seorang Pemimpin

Posted on October 12th, 2012

KEBIASAANKU di pagi hari, dalam perjalanan mulai jam 05.00 ke tempat olahraga, saya sempatkan untuk mencuplik beberapa inspirational quotes, yang bisa diterima di Twitter atau Facebook. Ini sekaligus merupakan ucapan selamat pagi kepada teman-teman yang sudah berangkat atau sedang bersiap-siap menuju ke tempat kerja.

 

Dan pada hari itu, tiba-tiba mataku tertuju pada baris di timeline sebuah twit dari @DanVForbes yang berbunyi:

RT @DanVForbes: As the leader, you set the standard for everyone to follow. Be the example. #LeadWithGiants  #leadership

Twit tersebut saya rasakan manfaatnya, maka saya retwit untuk dibagi ke teman-teman, dengan menambahkan ‘Morning Reflection’, sehingga lengkapnya berbunyi:

RT @Josefbataona: Morning reflection RT @DanVForbes: As the leader, you set the standard for everyone to follow. Be the example #leadership #FB

Selanjutnya beberapa twit bersahutan antara kami berdua:

RT @DanVForbes: @Josefbataona Josef, it’s almost 7PM here.  You are on the other side of the world from me.  How interesting!

 
RT @Josefbataona: @DanVForbes You are right, without realizing it, before you go to bed, you give us a thought for the day. We are at 05:57 am. Thank you

 
RT @DanVForbes: @Josefbataona My pleasure.  Thoughts traveling at light-speed (almost) around the world.  Twitter+Thoughts=Connection

Twit ini memberikan saya ide untuk mengembangkannya dan berbagi. Betapa tidak, ada sepotong twit-nya Dan V. Forbes yang saya pandang sebagai sebuah refleksi untuk hari Senin, dan terbentanglah sebuah garis dari Indonesia ke belahan bumi lain yang berbeda 14 jam, yang dia sebut dengan connection.

Sungguh mengagumkan bahwa @DanVForbes mengapresiasi koneksi itu, sementara itu setiap hari, di depan para leader, ada kesempatan untuk melakukan koneksi, namun kesempatan itu sering diabaikan. Dan koneksi yang dia maksudkan adalah koneksi melalui keteladanan.

 

Walk the Talk

Dalam tulisannya yang berjudul: “How to Walk Your Talk”, Susan M. Heathfield memaparkan kecengangannya akan pertanyaan seorang CEO, “Mengapa orang-orang melakukan apa yang saya lakukan dan bukannya melaksanakan apa yang saya perintahkan?” Yang lainnya bertanya, “Apakah saya juga harus berubah ?”

 

Inilah pertanyaan yang mencemaskan. Karena itu menurut Susan, mulailah dengan memahami “MENGAPA” Anda mau melihat perubahan atau perbaikan, dan perubahan atau perbaikan seperti apa yang ingin Anda lihat.

 

Upayakan agar sejalan dengan apa yang engkau yakini, dan kemudian resapi dan ikuti pedoman berikut ini:

  1. Jadilah model untuk perilaku yang ingin Anda lihat dari orang lain. Untuk karyawan tidak ada yang lebih powerful daripada menyaksikan “big bosses” berperilaku atau melakukan apa yang dia minta karyawan lakukan. Seperti kata Mahatma Gandi, “Become the change you wish to see in the world.”
  2. Jika Anda membuat aturan atau prosedur, patuhilah. Mengapa karyawan harus mengikuti aturan yang tidak dipatuhi sendiri oleh pembuatnya ?
  3. Bertindaklah sebagai bagian dari Tim. Tim akan mengapresiasi kehadiranmu sebagai anggota tim, dan tidak selalu sebagai pimpinan. Mereka akan menyaksikan bahwa Anda sendiri berpengetahuan luas untuk membantu mereka bekerja. Mereka akan mempercayaimu, karena sudah mengalaminya bersama-sama.
  4. Bantu timmu mencapai tujuannya yang sungguh penting bagi mereka maupun bagi Anda.

  5. Tepati janjimu. Jangan membuat janji yang tidak bisa ditepati. Karyawan ingin mempercayaimu dan kepemimpinanmu.
  6. Bangun komitmen untuk mencapai tujuan Perusahaan. Komitmen ini akan menciptakan ownership.
  7. Gunakan berbagai sarana komunikasi. Untuk membangun komitmen dan dukungan untuk tujuan utama, tata nilai organisasi, dan budaya yang ingin dibangun, termasuk sarana seperti; meeting, corporate blog, intranet, social media dll.
  8. Bangun dialog dengan karyawan. Dengan demikian karyawan memahami arah perusahaan dan apa yang diharapkan.
  9. Ajak Senior Manager untuk saling mengingatkan. Saling memberikan umpan balik tentang pelaksanaannya dan bagaimana mereka berperilaku.

Sebagai bagian dari komitmen akan Peningkatan Service Excellence, kami pun mengunjungi Kantor Cabang, termasuk di Denpasar baru-baru ini, dan melakukan dialog dengan nasabah. Walk the Talk adalah  sebuah syarat mutlak untuk para pemimpin. Karena mereka seakan hidup dalam rumah kaca, di mana semua karyawannya akan melihat apakah mereka cuma OMDO (alias omong doang) atau sungguh-sungguh berperilaku seperti yang mereka bicarakan.

Menarik menyimak kutipan berikut ini:

“Walking your talk is a great way to motivate yourself. No one likes to live a lie. Be honest to yourself, and you will find the motivation to do what you advise others to do”. (Vince Poscente)

Bookmark and Share

6 Responses to Keteladanan Seorang Pemimpin

  1. iskandar says:

    sangat inspiratif sekali bagi leader. Jika 9 pedoman dijalankan oleh para leader…. pasti banyak inspiring leader…..

    • josef josef says:

      terima kasih Iskandar, kisah harian sengaja saya angkat, sekedar refreshing dan menu bacaan yg santai, tentu dengan harapan ada satu dua pemikiran yg nyangkut utk diresapi dan diterapkan. Salam untuk teman2 Batch-22.

  2. Erlina says:

    Saya yakin ini yang menyebabkan kelas Bapak di CHRP selalu diminati….karena ketika yg lain mengajarkan teori, Bapak mengajar berdasarkan pengalaman dan dapat diaplikasikan…..really Appreciate Pak!

    • josef josef says:

      Terima kasih Erlina. Seperti yang Erlina cermati, saya juga belajar dari pengalaman orang, sambil mengangkatnya untuk bahan sharing. mudah2an sharing seperti ini bisa efektif untuk dicerna dan diterapkan, kemudian dishare lagi pada teman2 lainnya. Ini akan menciptakan multiple effect dalam proses pembelajaran. Terima kasih dan selamat pagi Erlina

  3. Herry Respatio says:

    Pak Josef, ini menarik sekali untuk disebarluaskan bagi para leader, saya mohon ijin men-share kembali artikel bapak ini ke media yang ada di perusahaan saya boleh ya pak?

    Herry Respatio
    CHRP batch 6

    • josef josef says:

      Terima kasih Herry, silahkan share: bukan saja artikel ini, tapi juga artikel lainnya di blog, atau bahkan alamat blog ini. Minta juga inputnya untuk improvement. Salam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih mba Malla, setiap kita punya keunikan yang bisa dibagi kepada orang lain. Terkadang kita gunakan...

Malla Latif:
Setiap baca refleksi dari Bapak selalu bikin berhenti sejenak dan re-align arah hidup. Terima kasih ya...

josef:
Terima kasih mba Yana, kita semua sedang belajar asalkan kita membuka mata dan hati kita untuk menyimak semua...

Sriroosyana:
Saya belajar, Saya sedang menjalaninya satu per satu Doakan saya ya, Tata..

josef:
Terima kasih ka Sofia. Senang ada yang bisa dipetik, dibawa pulang. Salam


Recent Post

  • Ketika Hidup Menjadi Sekolah Kepemimpinan
  • Dari Best Practice Menuju Next Practice
  • Menjadi Manusia yang Layak Diikuti
  • Tiga Cermin di Momen Bahagia
  • Coaching Conversation dan Human Transformation
  • Memberi Ruang Menumbuhkan Masa Depan
  • Winning at Home: Sumber Energi yang Sering Kita Lupakan
  • Legacy Yang Melampaui Waktu
  • Legacy Yang Melampaui Waktu
  • Melangkah Bersama