Personnel Management Saja Saya Tak Paham

Posted on July 31st, 2015

“To attain knowledge, add things everyday. To attain wisdom, remove things everyday.” (Lao Tzu)

SEBUAH POSTINGAN dari sahabat Facebook, Canisius Soriton, menampilkan foto bersama ketika mereka berkunjung ke kantorku beberapa waktu yang lalu. Segera muncul komen: “You’ve met a great human capital person” (James Tiwatu). Statement James yang mungkin agak berlebihan. Saya hanya lebih lama berkecimpung di dunia ini, seperti kata orang bijak ini:

“It’s not that I’m so smart, it’s just that I stay with problems longer.” (Albert Einstein)

Bahkan sahabat lain, David Freddynanto juga tergoda untuk mengedepankan pendapat: “People is a valuable asset for the company.” David memang sempat berada dalam perjalanan karya bersama Pak Canisius. Juga pada periode sebelumnya, David berada dalam tim kami, menuju destinasi yang berbeda. Dan di semua kesempatan itu, David sendiri terlibat dalam keseharian tindak yang berorientasi pada “People” (People Focused).

Foto1

Tapi tidak ada organisasi atau perusahaan tanpa manusia. Dan mereka tentu mencapai tujuannya karena keterlibatan manusia yang ada disana. Lalu, apakah “People Focused” masih menjadi pertanyaan ?

Saya Memang Tidak Paham Personnel Management

Menyimak CV-ku, banyak yang berpikir, saya sudah berada di jalur yang saya kehendaki sejak awal. Bayangkan bidang studi yang saya geluti sejak awal 1974 adalah Fakultas Ilmu Sosial Jurusan Management Personalia. Di beberapa kesempatan saya mengakui secara terbuka, bahwa ketika saya memilih Universitas, fakultas dan jurusan ini, saya tidak mengerti sama sekali Management Personalia itu apa.

Satu-satunya alasan saya memilihnya adalah karena hanya di sinilah saya bisa kuliah sambil kerja, kerja pagi dan kuliah sore, titik!

Saya tekuni bidang ini, dan di akhir kuliah, ada kesempatan terbuka yang menyambut, kesempatan sebagai Management Trainee di bidang Personalia. Sebuah keberuntungan besar, bahwa saya masuk ke perusahaan, yang selain punya komitmen besar tentang Pengembangan Sumber Daya Manusia, juga memberikan saya berbagai peluang untuk belajar dalam setting organisasi yang benar-benar “People Focused”.

Kuliah Saja Tidak Cukup

Untuk memaksimalkan kesiapan saya dalam mengemban berbagai tugas di tingkat yang sama atau tingkat yang lebih tinggi, saya berkesempatan mengikuti berbagai training dalam dan luar negeri, internal perusahaan maupun external. Tidak kalah pentingnya adalah rotasi ke berbagai bidang HR untuk mendapatkan pengalaman nyata dari berbagai elemen human resources, di samping exposure melalui berbagai proyek dan juga assignment di pentas internasional.

Bahkan saya sendiri masih aktif memimpin Proyek Transformasi dalam kolaborasi dengan Regional dan Global team hingga saatnya saya pensiun. Untuk membawa proyek transformasi itu dalam implementasi  keseharian, saya masih diminta untuk tinggal selama tiga tahun setelah pensiun, untuk menyelesaikan misi yang sudah saya mulai bersama tim.

Semua ini bisa terjadi, karena orientasi Pencapaian Target Bisnis dan Pengembangan Manusianya merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan, terintegrasi, menyatu. Demikian menyatunya, sehingga tidak bisa bicara soal pencapaian bisnis tanpa bicara manusia, dan tidak bisa bicara manusia di luar konteks bisnis.

Perjalanan panjang itu yang telah memberikan saya ilmu, pengetahuan dan pengalaman yang sangat berarti, dan saya tidak enggan untuk membaginya kepada yang memerlukannya.

Bagaimana dengan Jurusan Statistik?

Seorang sahabat di Facebook bertanya: “Kalau saya dengan latar belakang studi Statistik, bisakah berkarya di bidang Human Resources?”

Kalau kita melihat sekitar kita saat ini, memperhatikan latar belakang studi dari para pelaku di bidang Human Resources, kita mungkin baru menyadari bahwa mereka berasal dari berbagai bidang studi. Dan di antara mereka ada yang bisa berlari cepat, ada juga yang membutuhkan waktu yang lebih lama untuk belajar dan berkarya di bidang Human Resources.

Pada kenyataannya, banyak perusahaan yang mengandalkan Management Trainee Program, mencari kandidat yang fit dengan Tata Nilai dan kompetensi dasar yang ada di perusahaan itu, dan kemudian memberikan mereka pembekalan, baik on the job maupun training di kelas, untuk bisa berkarya. Pembekalan itu akan diberikan bertahap dan berjenjang sesuai dengan tahapan dan jenjang karier yang bersangkutan.

Kita pun patut bergembira, bahwa setahun silam telah terbit Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI no 307/2014, tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), Bidang Manajemen Sumber Daya Manusia. Ini akan menjadi  rujukan dalam menyusun Kompetensi bidang HR di masing-masing perusahaan, terutama bagi perusahaan yang belum memilikinya.

SKKNI tersebut akan membantu perusahaan dalam mencari dan menseleksi calon karyawan, termasuk mereka yang mempunyai latar belakang pendidikan Statistik seperti sahabat yang mengajukan pertanyaan di atas. Standar Kompetensi inipun akan sangat bermanfaat dalam menyusun program pengembangan dan suksesi dalam perusahaan.

“The object of education is to prepare the young to educate themselves throughout their lives.” (Robert Hutchens)

Bookmark and Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...

Agnes Keraf:
Selamat siang dan terima kasih Besa untuk berbagi berkat yg menginspirasi. Mendengar dgn hati tidak...

josef:
Terima kasih sama-sama Riski, semoga bermanfaat untuk dijadikan pedoman hidup sehari-hari. Salam


Recent Post

  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET
  • A New Horizon Beyond Corporate Life
  • Berpikir Positif Percepat Kesembuhan