Posted on May 20th, 2022
“We need good role models, and they have to start at the top.” (Frank Serpico)
MASIH RELEVANKAH? Sebuah pertanyaan yang penting disimak diajukan kepada saya: Apakah peran Role Model itu masih relevan di zaman sekarang? Jawaban saya tegas: SEMAKIN RELEVAN, dan akan tetap relevan sampai kapanpun. Bayangkan dalam situasi normal, saat kita ingin memperkenalkan atau menghidupkan kembali Corporate Values, dibutuhkan proses panjang dan waktu lama. Di zaman seperti sekarang ini, dimana perubahan berjalan begitu cepat dan bahkan semakin cepat, tidak ada waktu untuk memperkenalkannya dengan cara normal. Dan kunci penting dalam kaitan dengan menghidupi Values adalah contoh dari para Pimpinan sebagai Role Model. Dengan demikian usaha para pemimpin hendaknya semakin serius penuh tanggung jawab dalam situasi yang berubah sangat cepat.
Memaknai Leader Sebagai Role Model
Pemimpin yang menjadi Role Model memiliki tingkat TRUST tinggi. Tapi TRUST tidak hadir begitu saja. Perlu usaha untuk meraihnya dari anggota team, rekan kerja dan atasan. Tentu saja anggota team juga akan melakukan hal yang sama untuk meraih TRUST dari sang pemimpin. Bila semua pihak sudah meraihnya maka lingkungan kerja kondusif menyenangkan mulai tercipta. Dan catatan yang tidak kalah pentingnya adalah bahwa, usaha meraih kepercayaan ini keluar dari hati, dengan ketulusan. Ini merupakan ekspresi dari authenticity seorang leader. Dalam kesehariannya leader tersebut akan mengerjakan apa yang sesuai dengan perasaan di hatinya, sejalan dengan pikiran dan juga ucapannya, seperti kata Lance Secretan berikut ini:
Authenticity is the alignment of head, mouth, heart, and feet – thinking, saying, feeling, and doing the same thing – consistently. This builds trust, and followers love leaders they can trust. – Lance Secretan
Perilaku Yang Perlu Dihindari
Dalam menjalankan peran sebagai seorang Pemimpin yang andal dan jadi panutan, kita juga perlu melakukan refleksi tentang perilaku keseharian dengan pertanyaan sederhana ini:
Sikap atau perilaku apa yang perlu dikurangi atau bahkan dihindari?
Beberapa diantaranya saya sajikan disini berdasarkan pengalaman bersama team:

Dan seorang role model tidak akan berhenti disitu. Dia akan memberdayakan semua ilmu pengetahuan yang dia punyai untuk menumbuh-kembangkan anggota timnya, dan juga untuk dibagi lagi kepada banyak orang.
Mulailah dengan memutuskan sebuah langkah kecil hari ini: Langkah positif apa yang akan saya lakukan hari ini agar gelombang perilaku positif bisa menyebar ke sekitarku, mulai dari lingkungan terdekat, yaitu keluargaku.
“My role model didn’t tell me, he showed me.” (Anonymous)
josef:
Terima kasih untuk testimoni Randy. Senang dengan progress yang dialami. Perjalananmu masih panjang, banyak...
Randy:
15 years ago, your storytelling inspired me to join HR. Your trust to choose me as a future leader made me...
josef:
Terima kasih sama-sama Diana. Itu adalah cerita perjalanan kita bersama, yang kita temukan dan pelajari...
Diana Wirawan:
Bapak tidak pernah berhenti memberikan rasa “oya ya bener jg”.. tulisan bapak yang...
josef:
Selamat pagi Puji. Terima kasih telah menjadi bagian dari tulisan ini. Kita terus saling belajar dan berbagi....